Hibah GNSS Ke-4 Fakultas Teknik Bidang Geodesi/Geomatika Oleh Kantata Group

Hibah GNSS Ke-4 Fakultas Teknik Bidang Geodesi/Geomatika Oleh Kantata Group Chairul Ichsan

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA - PT Kantara Group Indonesia, diwakili oleh I Made Nugraha Jaya Wardana selaku Chief Executive Officer (CEO), melaksanakan webinar dengan tema program hibah alat ukur GNSS/RTK (Global Navigation Satellite System/Real Time Kinematic) kepada 4 fakultas Teknik di bidang Geodesi/ Geomatika berbeda. Kamis, 24 November 2021

Menurut rilis yang sinarpaginewa terima, Fakultas penerima bantuan alat ukur ini ialah; Fakultas Teknik jurusan Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknik Geodesi (UGM), Fakultas Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada (Vokasi UGM).

Program hibah alat ini diresmikan dengan pelaksanaan seremonial penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT. Kompas Navigasi Indonesia yang adalah anak perusahaan Kantara Group dan pimpinan masing-masing Fakultas penerima secara daring melalui aplikasi Zoom. Pemberian bantuan adalah berupa 2 unit Sino GNSS T300 untuk ITS dan UGM, serta 1 set CORS System untuk UNDIP dan Vokasi UGM senilai lebih dari Rp 500 juta.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung secara konkrit program pemerintah, Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dalam rangka memastikan kesiapan mahasiswa/i terjun langsung ke dunia kerja, khususnya di sektor survei/pemetaan. Sejalan pula dengan terlaksananya prinsip Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu dalam bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat (P2M).

“Program hibah alat dengan Teknologi GNSS ini adalah inisiatif kami untuk berperan dalam pembangunan Indonesia lewat sektor Pendidikan, dimana akan sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa, baik mahasiswa Prodi Vokasi, Prodi Sarjana maupun Prodi Magister. 

Dalam bidang penelitian, alat dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian mahasiswa, baik skripsi, tesis, maupun disertasi doktoral. Selain itu, alat juga akan dimanfaatkan oleh dosen untuk melakukan penelitian yang hasilnya akan dipublikasikan di berbagai media publikasi karya ilmiah,” ucap Made dalam pembukaan acara seremonial.

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar