ARIESANTHI Design Angkat Karakter Busana Ethnic, Sexy, Elegan di Koleksi MANTIKEI

ARIESANTHI Design Angkat Karakter Busana Ethnic, Sexy, Elegan di Koleksi MANTIKEI Chairul Ichsan

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA - Terinsprasi dari legenda asal muasal bilah besi lentur kramat suku dayak, yang, konon merupakan tetesan darah Dewa Mantikei yang berubah menjadi besi dan mengandung racun mematikan. Karena beracunnya besi tersebut, tidak setiap orang dapat menyimpannya, dan konon menurut beberapa sumber, hanya keturunan Dandan Kahayan (pemburu yang membunuh dewa Mantikei) yang bernama Sempong Amai Bungai yang dibantu makhluk gaib hutan Kalimantan yang sanggup menyimpan & memilikinya meskipun harus kehilangan tujuh orang suruhannya saat menuju tempat besi keramat itu berada. Cucuran darah Mantikei yang berubah menjadi besi lentur inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Mandau sakral, disebut Sanaman Mantikei. 

Legenda suku Dayak inilah yang menjadi inspirasi sang designer, besi Sanaman Mantikei terwakili dalam warna gradasi abu-abu gelap dan hitam serupa bilah besi dengan kombinasi warna tanah lumpur & nuansa kayu lalu diolah sedemikian rupa menjadi suatu karya adi busana (Custom & avant garde) berjenis cocktailwear & eveningwear yang tetap memiliki ciri etnik-kontemporer sebagai warisan budaya bangsa.

Adapun koleksi busana yang menggunakan material utama Jacguard & Raw Textile dengan aksen artpatchwork yang dibuat dari manik-manik kayu/macrame, dengan karakter busana Ethnic, Sexy, Elegan. Koleksi MANTIKEI memiliki harapan dapat merepresentasikan sosok wanita usia 18-30 thn, yang memiliki figur kuat layaknya besi mantikei, elegan, sekaligus unpredictable ditengah arus modernitas, namun tetap berpijak kuat pada budaya bangsa.

PROFILE

Terlahir dengan nama lengkap Tyas Santhi Fatmasari, M.B.A., designer muda kelahiran Yogyakarta, 02 November 1984, ini akrab dipanggil Arie/Santhi. Sedari kecil, ia memiliki ketertarikan kuat pada berbagai busana, khususnya busana adat nusantara berikut elemen-elemen yang terkait di dalamnya. Hal itu memperkuat keinginannya menjadi seorang fashion designer, meskipun harus melewati lika-liku pendidikan yang cukup panjang. Setelah memperoleh gelar kesarjanaan S1 Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta thn.2007 dan dilanjutkan dengan menamatkan pendidikan S2 Magister Manajemen bidang Human Resources & Organization, thn.2009 di perguruan tinggi yang sama, ternyata tak membuatnya patah semangat untuk terus menambah wawasannya tentang fashion dari berbagai hal.

Perkembangan garis rancang design-nya didukung pula oleh latar belakang keluarga yang berasal dari berbagai etnis, yaitu Sumatera, Jawa, dan Sulawesi, serta lingkungan tempatnya dibesarkan yaitu, Kalimantan Timur, ternyata menjadi hal yang semakin memperkaya perbendaharaannya akan budaya Indonesia. Ketertarikan itu pulalah yang membuatnya semakin jauh menggeluti dunia fashion yang juga membawanya terlibat secara langsung maupun tidak langsung pada berbagai kegiatan, salah satunya sebagai freelance designer. Sebagai bentuk keseriusannya, pada Desember 2008, ia resmi menjadi designer & owner brand miliknya sendiri yaitu “ARIESANTHI”.

Peraih Juara Harapan I Fashion Design Competition Jogja Fashion Week 2010, & Top 15 Designer Nominatee for International Fashion Crowd Challenge October 2015 at 1”Day, memiliki pengalaman mengikuti berbagai event fashion baik didalam maupun luar Jogja, antara lain Jogja Fashion Week 2011 — 2015, La Tulipe “Celebrate Love” 2012, Solo, Jogja Fashion Festival 2013, 2014 & 2016, “Fashion Escapades 2015” by Sheraton Mustika Resort & Spa, Yogyakarta, “Ultimate Women 2015” at Canting Resto, Galleria Yogyakarta, Jogja Fashion Festival 2013-2015, & Jogja Fashion Rendezvous 2017, & as Guest Designer for Melina “Clamber Step of Fashion 2018” di Solo, Jateng. Kemudian Supporting Wardrobe untuk berbagai stasiun televisi, misalnya HUT ANTV 2019 sd 2022, LIDA Dangdut INDOSIAR 2019, perwakilan Indonesia di ajang Internasional, antara lain : Miss Eco Tourism International 2016, Miss Intercontinental 2016 for Indonesia, & Puteri Indonesia 2017 perwakilan Kep.Bangka-Belitung, Miss Jakarta Fair 2019 & 2020, dan lain sebagainya.

Pendidikan Fashion dan tata busana Tidak hanya pernah menjadi salah satu staf pengajar di LPK PAPMI DIY jurusan Fashion Design sejak thn. 2014 s.d thn.2016, serta pernah menjadi pembicara atau narasumber diberbagai forum & seminar, antara lain salah satu narasumber Fashion Tips & Trick Rakosa Female Radio, Yogyakarta Thn.2011-2012, “ Challenge your Success by Vitalis Thn.2015” di UGM Yogyakarta & UNDIP Semarang, & serta Seminar Nasional “Meningkatkan Daya Saing Bangsa Melalui Pendidikan & Ekonomi Kreatif”, Thn. 2017 di UNINDRA Jakarta , serta menjadi nara sumber pada talkshow "Women & Creative Esterpreneurship with Bhineka Life Insc.” 28 April 2018 di Ambarukmo Plaza, Jogjakarta, serta menjadi pendamping & axsezsor beberapa SMK Jurusan Tata Busana diwilayah DI Yogyakarta & sekitarnya.

Dan belum lama ini, sebagai seorang entrepreneur, menjadi finalis 10 besar, Inspiring Women Competition 2019 di Yogyakarta, serta berbagai event lainnya di tahun 2020 & 2022, khususnys ROAD to Indonesia Fashion Parade 2020, Indonesia Fashion Parade 2021, & Eternity of SYARGABHUMI 2021, & Indonesia FASHION WEEK 2022.

Kim ia berdomisili di Dayu Asri No.7, Gg Dayu Utama, RT 02/ RW 27, Jl Kaliurang km.2.9 Yogyakarta. yang sekaligus menjadi rumah butik & workshop miliknya. Sambil tetap mengusung style exotic alluring (Style misalnya motif geometris yang kuat, berkepribadian mantap & kadang ekspresif, memberikan sentuhan yang menjadi ciri khas design miliknya, serta pemahaman personality & karakter para cdixui-nya menjadi sumber “ProudIy being My self”.

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar