Pegiat Literasi TBM Sakila Kerti Dr. Yusqon Raih Penghargaan Dari Perpusnas RI

Pegiat Literasi TBM Sakila Kerti Dr. Yusqon Raih Penghargaan Dari Perpusnas RI Dok

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia (RI) kembali memberikan penghargaan untuk penulis buku terbaik dan penghargaan kepada pelaksana aktif serah karya yang tertib menyerahkan karyanya.

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap Pelaksana Serah Karya yang telah tertib melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, serta Pencipta Karya (Penulis buku cetak) yang telah menghasilkan dan menyerahkan karya buku terbaiknya ke Perpusnas.

Pekan Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2022 ini diselenggarakan secara hybrid di Integrity Convention Centre (ICC), Senin (14/11/2022) di Kemayoran Jakarta.

Penilaian dan pemberian penghargaan diberikan kepada penulis karya cetak yang telah menerbitkan karyanya mulai dari tahun 2016 sampai dengan bulan Juli 2022 serta telah diserahsimpankan.

Tahun ini terdapat sembilan buku terbaik dari tiga subjek. Terdiri dari subjek sains dan data, fotografi, dan hukum tenaga kerja.

Salahsatu penerima penghargaan yakni Dr. Yusqon dari Tegalkota penggagas Sakila Kerti yang juga pegiat literasi TBM Sakila Kerti.

Disampaikan Dr. Yusqon, amanah penghargaan ini merupakan anugerah penghargaan ke-7 tingkat nasional. Acara juga dihadiri Menteri Pertanian, Gubernur Jatim, Walikota/Bupati dan pegiat literasi Se-Indonesia.

" Terimakasih saya sampaikan ke Doktor Adin selaku ketua penyelenggara Gemilang Perpusnas RI." Katanya.

Penghargaan penerbit dan produsen karya rekam, diberikan kepada 10 penerbit dari tiga jenis koleksi terbitan atau publikasi yang diserah-simpankan ke Perpusnas. Diantaranya, buku, buku elektronik dan media cetak terbitan berkala.

Sementara itu, Kepala Perpunas Muhammad Syarif Bando mengapresiasi para penulis yang telah menghasilkan bahan bacaan untuk masyarakat. Menurutnya, buku yang dihasilkan merupakan wujud dari kesetiaan kepada bangsa untuk memberikan yang terbaik dalam bentuk tulisan yang dibutuhkan masyarakat.

Syarif Bando mengatakan, negara yang tumbuh bersama dengan buku pasti negara itu akan maju. Perpustakaan, civitas akademi dan penulis dapat mengambil peran dalam memperbanyak buku-buku untuk memastikan kemenangan di masa akan datang.(hid/spn).

Editor: Ahmad Wahidin

Bagikan melalui:

Komentar