Film Puisi Cinta Yang Membunuh : Ada Terrornya, Horor dan Slashernya, Tetapi Tetap Indah, Romantis dan Mencekam

Film Puisi Cinta Yang Membunuh : Ada Terrornya, Horor dan Slashernya, Tetapi Tetap Indah, Romantis dan Mencekam Dok Istimewa

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA -  Salah satu sutradara ternama Tanah Air, Garin Nugroho baru saja merampungkan film garapannya yang terbaru. Sebuah film bergenre horor untuk pertama kalinya dihadirkan oleh Garin berjudul PUISI CINTA YANG MEMBUNUH.

Film horor perdana sutradara Garin Nugroho berjudul Puisi Cinta yang Membunuh memiliki karakter LGBTQ. Dalam film produksi Starvision Plus tersebut, tokoh lesbian diperankan oleh Kelly Tandiono (karakter di film bernama Deren) dan Izabel Jahja (karakternya bernama Ellen).

Puisi Cinta yang Membunuh merupakan film berdurasi 1 jam 41 menit yang disutradarai oleh Garin Nugroho.

Produser Chand Parwez Servia mengatakan, Sejak lama saya mengenal Mas Garin Nugroho, dan setiap bertemu selalu berencana membuat film bareng yang mempertemukan sisi estetika khas Mas Garin dengan daya tarik minat penonton khas karya Starvision. 

"Akhirnya kami berkolaborasi ketika Netflix Original Movie pertama dibuat di Indonesia, A Perfect Fit. Beliau menulis skenario dan berperan sebagai Production Designer. Semua berjalan menyenangkan, dan jadi karya menarik berkat sentuhannya," Ujar Parwez di XXI Epicentrum, Jakarta (5/1).

Parwez menjelaskan, "Kami semakin sering bertemu, hingga akhirnya sebuah sinopsis bergenre horor diberikannya, dan berlanjut jadi script PUISI CINTA YANG MEMBUNUH. Mengingat kedalaman layer cerita dari scriptnya, saya minta Mas Garin jadi sutradara, dan dibantu oleh Azhar Kinoi Lubis sebagai co sutradara yang sebelumnya menyutradarai KAFIR : Bersekutu Dengan Setan, horor perdananya di Starvision".

Film PUISI CINTA YANG MEMBUNUH dari sejak penulisan script sudah menemukan pemeran utamanya, Mawar de Jongh sebagai Ranum yang perjalanan hidupnya penuh horor. Pemain lainnya segera tersusun termasuk tim produksi yang begitu antusias untuk terlibat dalam karya ini. 

Penggemar horror Jepang, Thailand dan Korea bisa menemukan gaya bertutur yang mirip di PUISI - CINTA YANG MEMBUNUH. Ada terror, horor dan slasher tetapi tetap indah, puitik, romantis dan penuh twist yang mencekam. 

Begitu selesai film PUISI CINTA YANG MEMBUNUH mendapat undangan dari berbagai Festival di antaranya International Film Festival Rotterdam (IFFR) menawarkan World Premiere di Rotterdam, tetapi kami memilih World Premiere di Jogja - NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan so/d out. Namun pihak International Film Festival Rotterdam (IFFR) tetap mengundang untuk hadir di Harbour Programme. 

Sementara Sutradara Garin Nugroho mengungkapkan, Film PUISI CINTA YANG MEMBUNUH merupakan film Horor perdana saya. Inspirasi dari buku puisi saya berjudul “Adam, Hawa dan Durian”, namun juga terinspirasi dari fenomena masyarakat tentang trauma healing, berbagai bentuk kekerasan ekstrim hingga mitos tenaga supernatural maupun budaya populer di komik, film hingga radio yang membawakan kisah mistis dan horor. 

"Film ini juga menggabungkan fenomena dunia tak terlihat dan terlihat serta aspek rasional dan mistik yang hidup dan menghidupi masyarakat Indonesia," kata Garin

Film horor ini mengandung unsur thriler dan drama karena berpusat pada perwujudan cinta manusia serta upaya manusia yang selalu memiliki trauma sekecil apapun yang harus disembuhkan, "Kisah horor ini merepresentasikan tentang tenaga supernatural pada tubuh manusia dan kekerasan yang menjadi sumber dari teror dan horor hidup manusia," 

Diwaktu yang bersamaan Co Sutradara Azhar Kinoi Lubis menuturkan, Untuk kesekian kalinya saya dipercaya oleh Garin Nugroho untuk bekerjasama dalam Project filmnya. Di mana sebelumnya film Opera Djawa dan Soegija, dan ini juga kesekian kalinya saya bekerjasama dengan Bapak Chand Parwez Servia dan Starvision. Bangga dan senang untuk dipercaya, di mana ini adalah film genre horor pertama buat Mas Garin. Oleh sebab itu, saya akan merasa bersalah apabila saya tidak bergabung di dalam Project ini. 

Film PUISI CINTA YANG MEMBUNUH ini sebuah film genre horor yang memiliki sty!e berbeda dengan film horor yang banyak beredar di Indonesia. Film ini memberikan warna baru dan cara bercerita yang berbeda nuansa horornya. Memegang kuat makna dari setiap kata-kata puisi yang tertulis dalam buku Mas Garin sendiri yaitu “Adam, Hawa dan Durian”. Kadang kengerian dan juga terror dalam hidup kita bukan hanya karena sosok yang menakutkan saja, namun bisa hadir dalam bentuk ketraumaan hingga mengganggu psikis kita sendiri. Film ini menceritakan hal tersebut, dan penonton akan bisa masuk dalam ketraumaan yang sangat horor dan meneror dari karakter yang ada dalam film ini. 

"Saya mengucapkan terima kasih untuk Starvision, all Cast dan all Crew yang terlibat dalam project ini sehingga PUISI CINTA YANG MEMBUNUH ini bisa menjadi salah satu warna baru dalam memperkaya genre film horor Indonesia?," tutup Azhar Kinoi.

Film Puisi Cinta yang Membunuh yang tayang di Bioskop mulai Kamis, 5 Januari 2022, Film Puisi Cinta yang Membunuh adalah film bioskop bergenre horor yang diproduksi oleh Starvision berdurasi 1 jam 41 menit yang disutradarai oleh Garin Nugroho.

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar