Karya Seni Monumental Lukisan Mural di SMP Negeri 51 Bandung

Karya Seni Monumental Lukisan Mural di SMP Negeri 51 Bandung Asep Ruslan Mural di dinding gerbang utama masuk SMPN 51 Bandung (Foto: Asep Ruslan)

SINAR PAGI NEWS, KOTA BANDUNG - Dinding  sekolah   pada umumnya merupakan  pembatas antara gedung yang satu dengan yang lain. Adakalanya sekolah kurang memperhatikan estetika atau bahkan fungsi edukasi yang bisa dimanfaatkan dari keberadaan dinding sekolah.

Warna putih biasa tanpa ada goresan tertentu  pada dindingnya tampak kurang terasa gregetnya. Tak jarang ada siswa jahil yang bahkan ingin memanfaatkan dinding sekolah sebagai media ekspresi atau muncul aksi vandalisme.

Semangat berekspresi siswa ini tentunya hal baik yang perlu diolah, sehingga tersalurkan menjadi energi positif. Mural sebagai media seni menawarkan  solusi dari kebisuan dinding sekolah selama ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Drs. M. Muhtar, M.Ds selaku Guru Seni Budaya di SMP Negeri 51 Bandung saat Redaksi Sinarpaginews.com berkunjung ke SMP Negeri 51 Bandung di Jalan Derwati Kota Bandung, Rabu (26/5/2021).

“Pembuatan mural disekolah  diharapkan mampu mewujudkan proses kreatif Guru dan siswa yang positif. Sebagai guru seni rupa di sekolah tempat saya mengajar merasa perlu dan tertantang  untuk berbuat sesuatu terhadap sekolahnya untuk membuat  karya seni yang monumental di sekolah dengan merancang dan memaplikasikannya dalam karya seni mural tersebut dan  diharapkan mampu menggiring seluruh warga sekolah dalam hal proses pembuatan mural yang berkarakter di sekolah,” kata Muhtar.

Drs. M. Muhtar, M.Ds Guru Seni Budaya SMPN 51 Bandung bersama hasil karyanya (Foto: Asep Ruslan)

Mural pada perkembangannya telah menjadi bagian dari seni publik yang melibatkan komunikasi dua arah. Komunikasi  secara visual kepada seluruh siswa tentang pendidikan karakter menjadi perhatian utama dari pembuatan mural ini. Siswa yang terlibat langsung dalam pembuatan atau siswa yang hanya menjadi penikmat sama-sama memperoleh pencerahan dari keberadaan mural berkarakter. Usia sekolah pada masa pendidikan dasar merupakan usia emas yang harus dioptimalkan sedemikian rupa. Seiring bertambahnya usia, anak harus diberikan sebanyak mungkin informasi. Baik melalui pembelajaran di kelas, maupun informasi tak langsung seperti gambar dan lain sebagainya.

“Di sinilah pentingnya dinding-dinding sekolah diberikan penanganan yang lebih baik. Agar peserta didik bisa menyerap informasi tak langsung ini tanpa tekanan dan stres, maka gambar yang dibuat harus menarik dan menghibur. Bahkan, sangat disarankan agar lukisan yang dibuat di dinding ruangan kelas tidak asal. Lukisan harus mengandung pesan-pesan moral yang dalam sehingga tertanam dalam jiwa si-anak,” ujarnya.

Dalam lukisan mural, menurutnya dapat digambarkan beberapa adegan prestasi di bidang olah raga, membantu sesama, hormat kepada orang tua, berkreasi seni, menjaga kebersihan ruang kelas, materi pelajaran kesenian, serta cinta lingkungan bersih dan sehat. Beberapa nilai-nilai karakter yang perlu diperhatikan dalam setiap gambar seperti nilai kebersamaan, religiusitas, keragaman budaya, saling mengharga serta menjaga lingkungan sekitar. Faktor yang paling menentukan dari lukisan dinding adalah pewarnaan.

“Lukisan harus mengandung banyak warna cerah, sehingga terlihat lebih menarik bagi para siswa. Pada akhirnya kepolosan dinding sekolah yang tiada arti, dapat dimanfaatkan lebih lanjut menjadi media komunikasi pendidikan karakter, kolaborasi guru seni rupa dan para siswa menjadi penentu kualitas mural berkarakter di sekolah,” tuturnya.

Harlina S.Pd, M.Pd, Kepala Sekolah SMPN 51 Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Pembuatan karya Seni mural di SMPN 51 Bandung walau dimasa pandemi Covid-19 terus digiatkan. Selama dua tahun ini dibawah pimpinan Harlina S.Pd, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMPN 51 Bandung, terus memberikan support dukungan kepada guru seni budaya dan guru lainnya untuk terus berbenah menata lingkungan sekolah.

“Banyak hal yang dapat memicu tumbuhnya motivasi belajar yang besar pada anak, seperti dukungan orang tua serta lingkungan sekolah itu sendiri. Lingkungan sekolah sendiri memiliki banyak makna di dalamnya seperti teman-teman yang ada di sekolah atau orang-orang yang berada disekitar sekolah tersebut serta kondisi lingkungan sekolah yang sebenarnya,” kata Harlina.

Mural di ruang kelas SMPN 51 Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Menurutnya, sekolah dengan kondisi lingkungan yang bersih dan rapih dengan yang kotor tentu akan memberikan pengaruh psikologis yang berbeda kepada siswa dalam belajar. Untuk itu lingkungan yang bersih, rapih dan menyenangkan tentu akan mendukung motivasi belajar yang tinggi bagi siswa. Juga dipilihnya lapangan olah raga jadi salah satu media mural karena ingin siswa dan guru lebih peka menjaga kesehatan diri dan menumbuhkan rasa giat berolahraga dan melatih kepekaan rasa tentang pentingnya estetika  disekolah.

“Salah satu yang bisa diaplikasikan di SMPN 51 Bandung adalah menciptakan lingkungan sekolah dan lingkungan belajar yang menyenangkan. Seperti media mural dilapangan olah raga, agar siswa peka menjaga kesehatan diri dan menumbuhkan rasa giat berolahraga. Semoga dengan pembuatan lukisan dinding atau mural ini, dapat melatih kepekaan rasa tentang pentingnya estetika  disekolah, menciptakan suasana yang segar agar suasana di sekolah menjadi tidak monoton,” tambahnya.

Mural dilapangan olah raga SMPN 51 Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Berbagai karya mural yang telah dibuat di lingkungan sekolah ini berharap lebih mengeratkan kembali rasa persatuan dan harmoni kebersamaan di SMPN 51 Bandung.

“Harapannya dengan berbagai karya mural yang telah dibuat baik di ruangan kelas, dinding sekolah, selasar sekolah dan lapangan sekolah  dengan berbagai tema  dan  penuh warna-warni  yang ceria yang melambangkan persatuan dan menciptakan harmoni dalam kebersamaan, di sekolah dan histori dari perjalanan eksistansi SMPN 51 Bandung,” pungkasnya.

Kegiatan mural di SMP Negeri 51 Bandung ini beberapa dikerjakan secara mandiri oleh Muhtar, juga ada yang dikerjakan  bersama   Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMPN 51 Bandung yang digagas oleh angkatan 1987 s/d 1997 berkolaborasi dengan pihak sekolah yang terdiri dari  para guru, siswa, perupa kota Bandung dan para alumni itu sendiri dengan tujuan selain bersilaturahmi  sekaligus berkarya bersama membuat mural guna mengedukasi para siswa dan masyarakat pendidikan sekitar untuk mencintai lingkungan.

“Melalui seni mural, juga untuk mengcounter para pelaku aksi vandalisme para siswa dalam aksi curat -coret  bukan pada tempatnya. Sebagai guru seni budaya saya merasa bangga dan terharu atas support para alumni dengan berbagai profesi yg begitu antusias untuk mensukseskan acara ngamural bareng di SMPN 51 Bandung mulai dari persiapan teknis  dan non teknis sampai tahap pelaksanaan,” tuturnya.

Mural di lapangan olah raga SMPN 51 Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Pembuatan karya seni mural di SMPN 51 Bandung ini dilaksanakan sejak 2016 s/d. 2021, lokasi dan tempatnya antara lain :

  1. Dinding gerbang utama masuk ke lingkungan sekolah
  2. Selasar dinding depan ruang guru
  3. Tempat cuci tangan (Wastafel)
  4. Ruang kelas
  5. Tema lukisan
  6. Ragam hias geometris
  7. Ragam hias flora dan fauna
  8. Ragam hias figuratif
  9. Lapangan olah raga sekolah

“Semoga pesan yg disampaikan melalui gambar mural ini tersampaikan selain menambah estetika gedung sekolah juga bisa dipahami betapa pentingnya menjaga lingkungan yang nyaman dan asri dengan ditampilkannya gambar mural ini,” pungkas Muhtar.

Editor: Asep Ruslan

Bagikan melalui:

Komentar