Hari Pertama PTM, Begini Kondisinya

Hari Pertama PTM, Begini Kondisinya Dok Kredit visual: sindonews.com

SINARPAGINEWS.COM, PEREMPUAN - Pembelajaran tatap buka (PTM) di sejumlah sekolah kembali dilangsungkan di sejumlah daerah Indonesia. Untuk di Jakarta, pelaksanaan PTM dinilai berjalan dengan baik.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Ibu Kota berjalan dengan baik.

Dalam pelaksanaan PTM terbatas tersebut diikuti sebanyak 610 sekolah dengan semua tingkatkan.

"Tidak ada kendala yang berarti, karena ini sudah meneruskan dari uji coba sebelumnya," kata Riza.

Dia mengharapkan nantinya banyak sekolah yang dapat bergabung mengikuti pelaksanaan PTM terbatas tersebut. Riza juga menginginkan nantinya awal tahun 2022 semua sekolah di Jakarta dapat melaksanakan PTM.

"Mudah-mudahan dengan 610 sekolah pertama, bisa dilanjutkan dengan 1.500 dan seterusnya, mudah-mudahan nanti Januari sudah bisa memenuhi yang belum mendapatkan giliran," papar dia.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan sebanyak 85 persen guru di Ibu Kota telah melakukan vaksinasi Covid-19 saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

PTM di Jakarta telah di mulai pada Senin (30/8/2021) dan diikuti sebanyak 610 sekolah.

Senada dengan Ibukota, Kota Pontianak juga berjalan dengan baik. Menurut ali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memantau langsung pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di sekolah di daerah itu, Senin (30/8).

"Hasil pantauan saya secara langsung PTM secara terbatas yang mulai dilaksanakan sejak 18 Agustus 2021 lalu, secara umum berjalan lancar dan aman, sekolah-sekolah yang menggelar PTM juga telah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari perlengkapan sarana prasarananya hingga jumlah siswa maupun jadwal pembelajaran yang diatur sedemikian rupa," katanya.

Wali Kota Edi Rusdi Kamtono memantau langsung PTM di SDN 03 dan SMPN 3 Kota Pontianak. Ia memasuki kelas dan berkomunikasi dengan siswa untuk mengingatkan mereka agar tetap mengenakan masker serta mencuci tangan saat hendak masuk kelas maupun meninggalkan kelas.

"Adik-adik senang tidak sudah bisa belajar di sekolah?" kata dia.

Para siswa pun serentak menjawab senang karena bisa bertemu guru dan teman-teman di sekolah. Hasil pengamatannya, PTM di SDN 03 berjalan baik dan sesuai harapan karena menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bahkan, siswa SD kelas satu tertib dan patuh mengenakan masker selama proses belajar mengajar, sedangkan para guru kerap mengingatkan siswa untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya juga memastikan para guru sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Untuk penyiapan fasilitas penunjang penerapan protokol kesehatan di sekolah, vaksinasi menjadi kewajiban.

Di Gresik, para siswa antusias bisa kembali ke sekolah. Sebagai contoh, SMAN 1 Gresik, misalnya, begitu sampai di gerbang sekolah, siswa langsung menjalani cek suhu tubuh oleh petugas yang berjaga. Setelah itu, memasuki halaman sekolah, mereka diwajibkan cuci tangan lebih dulu. Meski di depan kelas sudah ada tempat cuci tangan, cuci tangan wajib ketika masuk sekolah.

Kepala SMAN 1 Gresik Syafaul Anam mengatakan, kemarin pagi terdapat 620 siswa yang masuk. Jumlah itu terbagi di kelas X 12 kelas, kelas XI 12 kelas, dan kelas XII 11 kelas.

”Semua kelas hari ini (kemarin, Red) masuk. Tapi, tiap kelas hanya 50 persen atau maksimal 18 siswa. Kami gunakan sistem ganjil genap. Pertama ini siswa absen genap yang masuk. Untuk siswa ganjil, masuk secara daring,” ucapnya.

Syafa menyatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para guru. Strategi pembelajaran diserahkan ke tiap guru mata pelajaran. ”Rata-rata me-review materi daring sebelumnya. Kami tidak langsung mengejar pelajaran karena biar siswa beradaptasi dulu,” ucapnya.

Evaluasi

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani mengatakan bahwa demi keamanan para siswa, semua sekolah harus melakukan evaluasi menyeluruh pada penerapan hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM). Dari evaluasi itu akan diketahui kekurangan dalam pelaksanaan PTM.

“Evaluasi juga bertujuan agar pihak sekolah bisa mengetahui berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka sehingga bisa segera melakukan perbaikan-perbaikan yang akan menunjang pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas,” kata Puan.

Sejumlah daerah yang berada dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3-1 hari ini mulai menerapkan PTM terbatas, termasuk DKI Jakarta. Pelaksanaan PTM ini dilakukan bergantian dengan membagi siswa dalam beberapa kelompok belajar, mengingat ada syarat kapasitas setiap kelas.

Puan juga mengatakan pihak sekolah agar menjalankan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat di sekolah. Pedoman Prokes ini sudah diatur dalam SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

“Jalankan standar prokes sesuai pedoman dan tenaga pendidik harus lebih ekstra dalam membimbing anak-anak, khususnya untuk siswa SD di tingkat terkecil, agar selalu tertib menjaga jarak dengan teman-temannya,” ujarnya.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar