MPKA RIMBAWAN

Pengenalan Basic Safety dan Dasar dasar High Conservation Value & High Stock Carbon (HCV-HCS)

Pengenalan Basic Safety dan Dasar dasar High Conservation Value & High Stock Carbon (HCV-HCS) Asep Ruslan Dadan Herman Darusman Narasumber Berlisensi ahli K3 umum Kementrian Tenaga Kerja & Transmigrasi bersama Pengurus DP MPKA RIMBAWAN (Foto: Asep Ruslan)

SINARPAGINEWS.COM, TANJUNGSARI SUMEDANG – Materi Pengenalan Basic Safety ini untuk kedua kalinya dilaksanakan oleh MPKA RIMBAWAN kepada anggota muda, dimana dalam materi ini dibahas tentang Bahaya dan Resiko. Narasumber adalah Dadan Herman Darusman anggota luar biasa MPKA RIMBAWAN angkatan Apis mellifica. Berlisensi ahli K3 umum Kementrian Tenaga Kerja & Transmigrasi.

Pengenalan Basic Safety

Bahwa setiap aktifitas itu memiliki bahaya dan resiko. Dari satu bahya bisa mengandung lebih dari satu resiko. Bahaya dan resiko tidak bisa dihilangkan namun hanya bisa dikurangi dan dikendalikan melalui hirarki pengendalian resiko yaitu ELEMINASI, SUBSTITUSI, MODIFIKASI, ADMINIATRASI DAN PEMGGUNAAN ALAT PELINDUMG DIRI (APD).

Hal ini dilakukan supaya anggota muda MPKA RIMBAWAN selalu bertindak dan berfikir Safety dalan setiap aktifitasnya. Pelatihan ini meskipun baru dasarnya saja namun hal ini bertujuan untuk membentuk budaya serta kultur anggota MPKA Rimbawan.

Pengenalan High Conservation Value dan High Carbon Stock (HCV- HCS)

Sebagai kader konservasi, anggota muda MPKA RIMBAWAN wajib mengetahui tentang HCV dan HCS, karena sangat berkaitan dengan kegiatan perlindungan area konservasi.

High Conservation Value (HCV) adalah areal yang memiliki nilai konservasi tinggi (NKT), berdasarkan hasil pengembangan dan penetapan kajian HCV.  

Adapun HCV ada 6 nilai yang di bagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

  1. Memiliki Keanekaragaman Hayati (kehati) NKT 1,2,3
  2. Penyedia jasa lingkungan NKT 4
  3. Memiliki nilai kultur masyarakat lokal dan nilai sosial budaya. NKT 5,6.

HCV/NKT :

  1. Kawasan memiliki keanekaragaman hayati
  2. Kawasan bentang alam memiliki kapasitas untuk menjaga proses ekologi alami
  3. Ekosistem langka atau teracam punah seperti orang utan, harimau sumatera,pohon tengkawang, dll.
  4. Kawasan penyedia jasa lingkungan seperti cadangan air, semapadan sungai, sempadan pantai, danau, dll.
  5. Kawasan mempunyai fungsi penting memenuhi kebutuhan dasar masyarakat lokal, kebun rotan, pohon madu, dll. Biasanya kawasan ini dimilikiki perorangan masyarakat lokal
  6. Kawasan memliki fungsi penting serta memiliki nilai sosial budaya masyarakat lokal.

Adapun konsep dasar HCV adalah membentuk sistem pengelolaan yang memungkian pemanfaatan hasil sumber daya alam secara berkelanjutan dan memelihara aspek sosial, budaya dan lingkungan. Tujuan konservasi/perlindungan.

Berbeda dengan konsep geopark yang mengedapankan untuk tujuan wisata.

High Carbon Stock (HCS)

High Carbon Stock (HCS) adalah sebuah konsep yang dibangun bersama, LSM, praktisi lingkungan, akademisi, pelaku bisnis. Tujuannya untuk membedakan area berhutan yang mempunyai potensi untuk berkembang sehungga menjalankan fungsi ekologi.

Karbon adalah zat asam berlambang kimia C atau juga disebut emisi, namun karbon tidak sama dengan arang.

Apa itu HCS yaitu area yang mengandung cadangan karbon tinggi, sementara para peneliti sepakat lebih dari 35 ton/hektar. Cadangan tersebut diluar biomass tanah, serasah, akar, bahan organik tanah.

Study HCS dimaksudkan untuk memgidentifikasi kawasan hutan. Kawasan hutan/lahan dapat dibuka atau tidak dengan indikator pendekatan memiliki cadangan karbon tersebut dalam kawasan area tersebut.

Adapun perhitungannya biomass dengan alometrik, logaritma natural.

Dalam materi ini peserta diajarkan cara perhitungan volume kayu, cadangan biomass karbon per pohon atau per hektar. Dan diajarkan pula cara mengambil sampling plot.  Untuk mempermudah perhitumgan dasar ilmu tata hutan dan teknologi hasil hutan sebagai penunjang dasar.

Editor: Asep Ruslan

Bagikan melalui:

Komentar