Wali Kota Fahmi : Diklat Anti Perundungan SMP Pelita YNH, Inspirasi Bagi Pemerintah Kota Sukabumi

Wali Kota Fahmi : Diklat Anti Perundungan SMP Pelita YNH, Inspirasi Bagi Pemerintah Kota Sukabumi Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI,- Diklat Anti Perundungan di SMP Pelita YNH, yang baru pertama kali digelar di wilayah Kota Sukabumi, ini merupakan Inspirasi bagi Pemerintah. Demikian dikatakan Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi, S. Ag., M.M.Pd kepada Wartawan usai menghadiri acara penutupan Diklat Anti Perundungan SMP Pelita YNH Kota Sukabumi. Kamis (21/10/2021).

“Seharusnya sekolah-sekolah lain, khususnya sekolah Negeri juga dapat melihat keberhasilan yang telah ada di SMP Pelita YNH ini, “ kata Fahmi.

“Justru sangat mungkin di SMP atau Sekolah Negeri, malah terjadi perundungan tersebut. jelas Fahmi dihalaman SMP Pelita YNH Kota Sukabumi Jalan Otista Gang Karya Bakti Nomor 6 Kelurahan Nangeleng Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi Jawa Barat.

Sementara Kepala Sekolah SMP Pelita YNH Kota Sukabumi, Ira Nadya Octavira, M.Pd, menuturkan. Hari ini merupakan kegiatan penutupan Diklat Anti Perundungan.

"Sebetulnya kita sudah melaksanakan kegiatan ini selama 10 hari, ini adalah hari terakhir dan ditutup dengan sesi dialog singkat dengan para narasumber lintas bidang,”.

Ketika kami menghadirkan orang-orang yang berpengaruh, dalam kegiatan ini, yakni Wali Kota Sukabumi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Ir. H. Cecep Mansur M.M, kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dr. Wahyu Hendriana, serta dihadiri oleh Wadan DENINTEL KODAM III Siliwangi Mayor INF Nanda Siswanto, S.Sos,.

Berharap ini bisa menjadi sebuah sinergi kita, dengan fokus untuk menghindari yang namanya perundungan, tuturnya.

Lanjut Ira lagi, “seperti kita ketahui bersama, sejak Pandemi Covid-19 ini, kita harus lebih banyak melakukan aktivitas dirumah karena PPKM dan berbagai macem lainnya.

Karena kondisi tersebut, yang terjadi marak itu “Cyberbullying”, melihat kondisi itu, kita tidak bisa tutup mata, karena “Cyberbullying” itu benar-benar terjadi.

Upaya untuk menekan itu semua, apa yang bisa kita lakukan terutama dibidang pendidikan, sebab sekolah itu gerbang utama untuk memberikan ilmu pengetahuan, tidak hanya keilmuan secara akademik saja, tetapi ilmu kehidupan pun penting untuk diberikan dari mulai, adab, etika, serta hal-hal positif lainnya, dan itu yang harus kita lakukan.

“Sebagai pimpinan sekolah, kenapa tidak anak didik saya itu diberikan ilmu yang ekstra,” imbuh Ira.

“Karena kita lebih banyak melakukan aktivitas dirumah terus, anak-anak tidak lepas dari Handphone, entah itu belajar, bermain, cari informasi dan lain-lain”.

“Supaya mereka lebih Dewasa, dapat menggunakan sosial media secara bijak dan menghindari yang namanya “Cyberbullying,” maka memberikan ilmu yang ekstra itu penting dilakukan”, jelas Ira

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar