Ketua STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi berpesan, para Wisudawan/ Wisudawati bisa Berkarya

Ketua STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi berpesan, para Wisudawan/ Wisudawati bisa Berkarya Dok

SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI - Wisuda merupakan acara puncak bagi seorang mahasiswa dalam menimba ilmu di suatu perguruan tinggi.  Tetapi hal ini bukan akhir dari perkuliahan, tetapi ilmu yang didapat di bangku kuliah harus dikaryanyatakan di dunia usaha, dunia pendidikan, dunia politik, dan lain profesi. 

Pada kesempatan acara wisuda tersebut, menurut Ketua STISIP Widyapuri Mandiri, Kantirina Rachaju mengatakan, wisuda bukan akhir dari segalanya. Namun, kehidupan baru menanti pasca tersematnya gelar sarjana di diri para wisadawan/wisudawati. "Oleh karena itu, berkaryalah untuk memberi kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, alumni STISIP Widyapuri Mandiri telah mengisi sejumlah lapangan kerja. Baik di pemerintahan, swasta, maupun BUMN,dan BUMD. Termasuk di sektor perbankan yang ada di Kota/Kabupaten Sukabumi. "Hal ini menjadi bukti pencapaian dari alumni yang patut dibanggakan, terangnya.

Tak hanya itu, STISIP Widyapuri Mandiri pun melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak. Hal itu agar mahasiswa memiliki skill dan keterampilan profesional dalam rangka memberikan kemanfaatan. Terutama dalam mendukung pembangunan diberbagai bidang.  "Kami bekerjasama santri kuliah dengan Pesantren Al Maftuh. Lewat KIP-Kuliah Aspirasi ini, telah diterima 26 mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan," bebernya.

Selain itu, ada kerjasama program mahasiswa magang di DPK-UKM Kabupaten Sukabumi. Dimana, tahun ini diikuti sekitar 30 mahasiswa. Juga kerjasama dengan PT. Asuransi Umum Bumiputra Muda 1967 terkait asuransi kuliah bagi mahasiswa. "Tahun ini pun, jumlah mahasiswa baru di STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi mencapai 248 orang. Jumlah ini, lebih banyak dibanding tahun sebelumnya," terangnya.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Resti Restiawati mengatakan, wisuda merupakan hal yang paling dinanti selama empat tahun menunaikan tugas dan tanggungjawab sebaga insan akademisi. Dimana, hari ini ada tanggungjawab baru atas gelar yang diemban wisudawan dan wisudawati. "Ini menjadi awal pengabdian nyata kami. Terima kasih pimpinan dan seluruh civitas di STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi," terangnya.

Dirinya berharap, segala ilmu yang dihimpun di dunia perkuliahan bisa bermanfaat. Dirinya pun berpesan kepada adik tingkatnya untuk senantiasa menjaga nama baik almamater. "Semoga STISIP Widyapuri Mandiri terus tumbuh menjadi kampus berkualitas," harapnya.

Sementara itu menurut Sekretaris Daerah  Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyampaikan sejumlah pesan kepada mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi yang diwisuda. Pesan tersebut, merupakan kunci sukses yang dipegang mantan kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi ini.

"Wisudawan/wisudawati telah sah menjadi sarjana hari ini. Harus diingat terkait kualifikasi, kompetensi, perilaku, dan doa orangtua," ujarnya saat menghadiri sidang terbuka senat akademik STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi dalam rangka wisuda ke-19, di Hotel Pangrango, Sabtu, 27 November 2021 lalu.

Menurut Sekda, selesai mendapatkan gelar sarjana, para wisudawan/wisudawati telah memiliki kualifikasi. Namun, kualifikasi saja tidak cukup. Sehingga, harus ditambah dengan kompetensi agar bisa bersaing. "Kompetensi dan kualifikasi saja juga tidak cukup. Kompetensi ini harus terus diasah. Semisal sarjana di ilmu pemerintahan, tentang kepemerintahannya harus bagus. Begitu pula dengan yang lainnya," ucapnya.

Tak hanya itu, perilaku pun harus diperhatikan. Sebab banyak orang pintar, namun perilakunya tidak baik. "Kalau sudah bekerja, kompetensi ada, kualifikasi ada, tapi perilakunya jelek juga akan menjadi masalah. Jadi, akhlak perilaku harus diperhatikan," ungkapnya.

Selain itu, doa dari orangtua menjadi hal yang sangat penting. Sebab, itu penentu kesuksesan. "Kualifikasi, kompetensi, perilaku baik, dan dukungan serta doa dari orangtua, in syaa Allah puncak kesuksesan di tangan. Saya doakan semoga semuanya sukses dan apa yang dicita-citakan tercapai," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga Sekda menyerahkan penghargaan terhadap lulusan dengan nilai tertinggi. Penerima penghargaan diantaranya, Riskawati dari program studi ilmu administrasi dengan nilai IPK 3,79, Aziz Ginanjar dari ilmu pemerintahan dengan IPK 3,70, dan Dinny Dianti dari ilmu komunikasi dengan IPK 3,68.

Editor: Iyan Sopyan

Bagikan melalui:

Komentar