Tajamkan Kemampuan Guru Bahasa Inggris di 8 Wilayah Indonesia

Sekolah Guru Indonesia, Peartree Languages, dan British Council Luncurkan Nusantara-Go

Sekolah Guru Indonesia, Peartree Languages, dan British Council Luncurkan Nusantara-Go Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA - Sekolah Guru Indonesia (SGI) yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) bersinergi bersama Peartree Languages dan Biritish Council menginisiasi Nusantara-Go, program peningkatan kapasitas berbahasa Inggris guru di delapan wilayah Indonesia di antaranya Tolitoli, Sigi, Donggala, Lombok Utara, Lombok Tengah, Dompu, Musirawas, dan Brebes.

Sebagai upaya mengenalkan Nusantara-Go kepada 140 penerima manfaatnya, pada Senin (16/05) SGI, Peartree Languages, dan British Council menghelat “Peluncuran Nusantara-Go” bertajuk A Collaborative Rural and Remote Area Teachers Profesional Development Program yang digawangi Mulyadi Saputra, Kepala LPI DD; Colm Downes & Maria Ersandi, British Council; Nicky Patridge, Peartree Languages; Joe Dale, Nusantara-Go Consultant; dan turut dihadiri Drs. H. Rifaid, M.PD., Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Dompu; Fitri Agustina, SE., Kasi PTK SMP Kab. Musirawas; Harton Daud, Kabid GTK Disdikbud Kabupaten ToliToli; dan Lale Nurrahmawati,Spd., GTK Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mulyadi Saputra, Kepala LPI DD, menyampaikan, Nusantara-Go merupakan inovasi sekaligus langkah awal meningkatkan kompetensi para guru bahasa Inggris di daerah. “Ini adalah inovasi mumpuni agar para guru bahasa Inggris di daerah bisa belajar lebih baik bersama penutur asli,” ujar Mulyadi Saputra. “Saya yakin Nusantara-Go bisa membantu membuat mereka lebih lebih percaya diri dan mampu meramu metodologi pengajaran menyenangkan yang akan berdampak baik kepada siswa,” tandasnya.

Selama enam belas pekan para penerima manfaat Nusantara-Go akan mendapatkan materi eksplorasi prinsip-prinsip keterampilan abad ke-21, literasi digital dan menggaungkan 4C yakni collaboration, creativity, communication, & critical thinking memaksimalkan kolaborasi dan kreativitas menggunakan perangkat yang ada di dalam dan di luar kelas; menggunakan Book Creator untuk memproduksi dan membagikan buku multimedia elektronik (e-Book) yang dipersonalisasi untuk pengajaran daring dan tatap muka; membuat tes penilaian diri menggunakan alat berbasis web gratis, mengurangi beban kerja guru, memfasilitasi peluang penilaian formatif, dan memberikan umpan balik yang efektif kepada peserta didik; dan membuat latihan interaktif menggunakan Flippity dan Google Forms.
“Saya ucapkan selamat kepada 140 guru terpilih, kami harap Nusantara-Go dapat mewadahi para guru dan memaksimalkan pengajaran serta pembelajaran di kelas,” kata Maria Ersandi, British Council.

Tak hanya mengenalkan program Nusantara-Go, para penerima manfaat juga diajak mengenal para pengajar, para konsultan, dan diajak bergabung di ruang belajar interaktif daring. “Kami ingin kepercayaan diri para guru meningkat ketika menggunakan bahasa Inggris di kelas baik secara lisan maupun tulisan, kami juga ingin para guru mendorong siswanya menggunakan bahasa Inggris di kelas,” ungkap Maria. “Selain itu kami juga berusaha membangun kesadaran para guru akan konsep Keterampilan Abad 21 menggunakan ragam strategi pengajaran di kelas sekaligus peningkatan kapasitas di tingkat regional melalui pengembangan komunitas praktik berkelanjutan,” jelasnya. (AR).

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar