Fikri Faqih Membuka Kegiatan Diseminasi Penguatan Program Revitalisasi Bahasa

Fikri Faqih Membuka Kegiatan Diseminasi Penguatan Program Revitalisasi Bahasa red spn Wakil ketua komisi X DPR-RI Dr. A. Fikri Faqih menyampaikan sambutannya

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL - Balai bahasa Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Diseminasi penguatan program revitalisasi bahasa dan sastra daerah di Jawa tengah bertempat di grand hotel Dian Slawi, Minggu (14/5/2023). Dalam kegiatan tersebut, secara langsung dibuka oleh Dr. Abdul Fikri Faqih Wakil Ketua komisi X DPR RI Dapil 9.

Hadir pada kesempatan itu, Dr. H. Abdul Fikri Faqih wakil ketua komisi X DPR-RI dan Syarifuddin, M.Hum kepala balai bahasa provinsi Jawa tengah.

Peserta kegiatan dari Perwakilan dinas pendidikan, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, komunitas literasi dan peserta dari guru dan penulis.

Ketua balai bahasa provinsi jateng Syarifuddin, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kehadiran dari waki ketua komisi X DPR RI Dr. Abdul Fikri Faqih dan para peserta yang hadir.

Dikatakan bahwa, saat ini bahasa daerah masih bertahan meskipun ada gempuran bahasa bahasa disekitarnya. Disini, kata dia, peserta bisa berdiskusi dalam hal bahasa daerah.

Kegiatan ini, kata dia, tidak bisa dijalankan sendiri oleh balai bahasa provinsi jateng. Pihaknya bisa menyelenggarakan dengan mitra dari guru/penulis, tokoh budayawan sastrawan, komunitas literasi dan menggandeng komisi X DPR RI.

Ada tiga program yakni tribrata bangun bahasa diantaranya utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa penggunaan bahasa dilakukan sesuai dengan konteksnya. Ada moment dimana harus menggunakan bahasa Indonesia, konteks dimana bisa menggunakan bahasa daerah hingga menempatkan diri menggunakan bahasa asing.

Sementara itu, Dr. Abdul Fikri Faqih dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi terselenggakan kegiatan diseminasi penguatan program revitalisasi bahasa daerah di Jawa tengah.

Dirinya meminta, untuk tidak meninggalkan bahasa daerah agar tidak terjadi kepunahan. Disampaikan, di Indonesia sendiri ada 11 bahasa daerah dari 718 bahasa yang sudah punah. Sementara dari informasi tim pemantau bahasa internasional ada dua bahasa didunia yang mengalami kepunahan. Acara kegiatan diseminasi penguatan program revitalisasi bahasa daerah berakhir hingga pukul 16.00 wib. Hingga berita ini dinaikan, kegiatan masih berlangsung.(hid/SPN).

Editor: A.Wahidin

Bagikan melalui:

Komentar