Fakultas Vokasi UKI Gelar Literasi Bertema Regulasi Perpajakan terhadap Perkembangan Aset Digital di Indonesia

Fakultas Vokasi UKI Gelar Literasi Bertema Regulasi Perpajakan terhadap Perkembangan Aset Digital di Indonesia Aa-b Fakultas Vokasi UKI Menggelar Literasi Bertema Regulasi Perpajakan terhadap Perkembangan Aset Digital di Indonesia, Selasa (5/9/2023), dengan peserta dari SMK Flora Bekasi.

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA - Program Studi Manajemen Pajak Fakultas Vokasi UKI bersama Nanovest mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), literasi keuangan dengan tema "Literasi Regulasi Perpajakan Terhadap Perkembangan Blockchain, Crypto Asset dan NFT di Indonesia", Selasa (5/9/2023), dengan peserta dari SMK Flora Bekasi.

Kegiatan literasi menghadirkan pembicara yaitu Rudy Sondang Sinaga S, Pd., SE. M.M., CTAS (Kaprodi Manajemen Pajak Fakultas Vokasi UKI); Yusuf Musa (Head of Strategy Nanovest); Herson TJT Nainggolan Kepala Sekolah SMK Flora Bekasi; dan Suwanto Sirait, S.E., A.k., M.Ak (Dosen Prodi Manajemen Pajak) sebagai moderator.

Head of Strategy Nanovest, Yusuf Musa mengatakan, kegiatan PkM ini sangat bagus untuk generasi muda agar mereka tahu cara mengelola keuangan, sekaligus menjadi pengalaman dalam mengenal teknologi yang baru.

"Jaman mulai berubah, mereka yang muda ini akan menggantikan menjadi pemimpin ke depannya sehingga mereka harus mengerti dan paham apa yang akan terjadi ke depan. Oleh karenanya, program seperti ini sangat bagus untuk ke depannya," ujar Yusuf.

Terkait dengan aset crypto, Yusuf menjelaskan bahwa aset crypto merupakan aset yang menarik, namun resikonya cukup tinggi, sehingga setiap orang yang mau memulainya harus belajar dulu agar lebih paham.

"Semua Investasi itu butuh perhitungan, tidak hanya crypto. Jadi jangan sampai terjerumus karena pada prinsipnya ketika kita mau berinvestasi, semuanya harus siap. Kita harus ingat bahwa setiap profit pasti ada resiko, nah bagaimana kita menghitung semua itu. Dengan adanya literasi seperti ini, membantu kami para platform untuk mengedukasi jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan sehingga memakan korban," tambahnya.

Sementara Nanovest adalah aplikasi investasi dalam bentuk aset crypto dan aset lainnya yang dibangun mulai Juli 2021. Investasi ini, lanjut Yusuf, bisa untuk semua kalangan karena dimulai dari Rp.5.000, sebuah angka yang mungkin semua orang bisa. "Saat ini kami punya pengguna yang sudah teregistrasi sebanyak 3,5 juta. Ke depannya kami fokus untuk mengedukasi keuangan dan investasi yang sesuai bidang kami," imbuhnya.

"Saya berharap program-program seperti ini lebih digaungkan lagi terutama untuk keuangan, karena sangat ironis ketika ada korban masalah ekonomi dan keuangan karena mereka mungkin tidak tahu bagaimana cara berinvestasi dan melihat resiko. Semoga UKI lebih gencar lagi terhadap program-program pengabdian kepada masyarakat seperti ini," harapnya.

Kaprodi Manajemen Pajak Fakultas Vokasi UKI, Rudy Sondang Sinaga S, Pd., SE. M.M., CTAS mengingatkan bahwa Crypto di Indonesia bukanlah uang sebagai alat tukar, namun dipandang seperti komoditas pasar derifatif dimana tradingnya fluktuatif, ada naik turunnya. Menurutnya, bisnis crypto bisa menjanjikan asalkan pelaku memiliki analisis fundamental dan teknikal dengan baik serta berinvestasi di perusahaan legal yang diawasi oleh Bapebti. Strateginya belajar dari google secara gratis dan kredibel. Bagi pelaku yang akan memulai bisnis crypto, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu apa itu crypto aset, bentuknya seperti apa, transaksi teknikalnya harus dipelajari dulu dan harus memiliki cold money atau uang yang sengaja disimpan untuk investasi. 

"Kami mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat atas arahan dari Dekan Fakultas Vokasi UKI, Bapak Dr. Maksimus Bisam Lado Purab, S.K.M., S.St.Ft., M.Fis, dengan tujuan memberikan edukasi tentang crypto aset khususnya PMK 68/PMK.03/2022 agar anak-anak muda ini tahu mana perusahaan legal dan tidak legal. Mahasiswa kami sudah diajari tentang crypto aset, pajak dibidang crypto aset di mata kuliah PPh dan PPN sudah dibahas mengenai pajak ini khususnya PMK 68. Pengajarnya juga merupakan praktisi dari konsultan pajak dan ada juga praktisi dari crypto aset," tuturnya.

Presiden RI berharap agar mahasiswa mengerti perkembangan teknologi dimana mereka menjadi bonus demografi di tahun 2030 dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yaitu Indonesia yang maju, adil dan makmur.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SMK Flora Bekasi, Herson TJT Nainggolan mengapresiasi adanya MoU kerjasama yang saling menguntungkan dimana UKI memberikan ruang sesuai program yang sudah disiapkan untuk memberikan pendampingan. 

"Kegiatan ini sudah 3 kali dilaksanakan dengan tema berbeda sesuai perkembangan di dunia usaha. kegiatan ini akan membuka wawasan baru tentang crypto. Jadi kita bukan hanya sekedar pembelajaran dalam kelas," pungkas Herson. (**)

Editor: Aa-b

Bagikan melalui:

Komentar