Kader Posyandu Dusun Buruhan Ikuti Pelatihan Pengukuran Antropometri

Kader Posyandu Dusun Buruhan Ikuti Pelatihan Pengukuran Antropometri

SINARPAGINEWS.COM, YOGYAKARTA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UAD Reguler Periode 119 Unit VI D.2 dengan bimbingan DPL Suci Musvita Ayu S.KM, M.PH, menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengukuran antropometri.

Kegiatan yang diikuti kader Posyandu Laras bersama dengan Suci Musvita Ayu S.KM, M.PH selaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dilaksanakan pada 18 Februari 2024 di wilayah RT 06 Dusun Buruhan, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.

Disampaikan Suci Musvita Ayu, penyebab tingginya angka stunting itu tidak hanya dari kurangnya asupan gizi anak. "Tapi juga dapat disebabkan oleh kesalahan pengukuran di Posyandu," kata Suci.

Kali ini materi yang disampaikan Suci di antaranya mengenai status gizi, cara pengukuran antropometri dan penafsiran status gizi dengan Kartu Menuju Sehat (KMS).

Selain penyampaian materi, dilakukan juga praktik pengukuran antropometri yang digunakan di Posyandu.

Dari kegiatan praktik tersebut dapat dilihat sebagian besar kader telah memahami cara penggunaan alat antropometri. "Akan tetapi masih banyak kader yang belum melaksanakan prosedur secara tepat dalam menggunakan alat antropometri," terang Suci.

Contohnya, belum melaksanakan prosedur yang tepat pada pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dan penggunaan Infantometer sebagai alat ukur panjang badan bayi.

Kemudian, para kader juga mendapat pemahaman baru mengenai knee height caliper sebagai alat pengukuran tinggi badan lansia dengan menggunakan tinggi lutut.

Pada kesempatan itu, seperti disampaikan Isyifa Lintang Az Zuhro, mahasiswi KKN UAD, pelatihan dihadiri seluruh kader Posyandu Laras balita dan lanjut usia (lansia) yang berjumlah 10 orang.

Pelatihan ini merupakan suatu upaya untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu. "Khususnya dalam melakukan pengukuran antropometri secara tepat," kata Isyifa Lintang Az Zuhro, Selasa (20/2/2024).

Hal tersebut memiliki dampak positif pada upaya pencegahan stunting dan menciptakan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara maksimal.

Salah satu strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat tidak hanya terbatas pada perluasan cakupan pelayanan. "Melainkan juga memerlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu sebagai elemen kunci dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan," papar Suci Musvita Ayu S.KM, M.PH, Dosen DPL dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD.

Mengingat peran penting kader dalam pemantauan pertumbuhan anak secara teratur dan akurat untuk mendeteksi dini kejadian gizi kurang dan stunting, perlu dilakukan kegiatan pendampingan yang dapat meningkatkan pemahaman, sikap dan kinerja kader dalam melaksanakan tugas pemantauan pertumbuhan.

Alvian Aqiealla Putra, Ketua KKN UAD Reguler Periode 119 Unit VI D.2, mengatakan, kegiatan pelatihan pengukuran antropometri ini sangat penting bagi kader Posyandu. "Terlebih lagi ada beberapa kader Posyandu yang baru bergabung," tandasnya.

Alvian berharap, program ini dapat memberi ilmu baru dan dapat meningkatkan keterampilan kader. "Khususnya dalam pengukuran antropometri dengan benar," katanya.

Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan kader Posyandu dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan. Selain itu kader Posyandu dapat melakukan pengukuran antropometri secara tepat. (Fan)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar