KKN UAD Olah Sampah Organik Rumah Tangga Jadi Pupuk Cair

KKN UAD Olah Sampah Organik Rumah Tangga Jadi Pupuk Cair Affan Safani Adham

SINARPAGINEWS.COM, BANTUL - Sampah di Dusun Grogol VII, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menjadi masalah. Khususnya dalam pengolahan sampah organik rumah tangga. Sehingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 119 Unit V D.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selenggarakan sosialisasi pemanfaatan sampah organik rumah tangga dalam pembuatan pupuk cair dan demonstrasi pengolahan sampah organik dengan media ember tumpuk.

Dwi Ardiyansyah, Ketua KKN UAD Unit V D.1, mengatakan, kegiatan ini diadakan untuk memberikan edukasi kepada warga Dusun Grogol VII. "Terutama ibu-ibu rumah tangga agar dapat memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair," kata Dwi Ardiyansyah, Selasa (27/2/2024).

Selain itu, program ini juga merupakan permintaan dari Kepala Dusun Grogol VII dalam rangka mendukung program Bantul Bersih Sampah 2025 (Bantul Bersama).

"Sampah masih menjadi salah satu masalah yang cukup besar di Bantul," papar Kepala Dusun Grogol VII.

Maka, Kepala Dusun Grogol VII mengangkat masalah ini untuk disosialisasikan kepada warga Grogol VII, terutama ibu rumah tangga yang menginginkan solusi pengolahan sampah organik rumah tangga.

Kegiatan tersebut juga atas permintaan Kepala Dukuh Grogol VII untuk mendukung Bantul Bersih Sampah 2025. Adapun sosialisasi pemanfaatan sampah organik rumah tangga dalam pembuatan pupuk cair dilaksanakan pada 5 Februari 2024 di Dusun Grogol VII, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, diikuti 31 orang ibu rumah tangga.

Materi sosialisasi disampaikan Dr Rochana Ruliyandari, SE, M.Kes dan demo dilakukan oleh Riskiani Kristia mahasiswa KKN V D.1.

Sosialisasi ini dilakukan atas dasar masalah sampah di Dusun Grogol VII dan belum adanya program pengolahan sampah organik rumah tangga. Makanya pengolahan sampah organik dengan media ember tumpuk dapat menjadi acuan para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk cair.

Sampah organik kalau sudah 3 hari akan bau. Jadi tidak disarankan untuk menyimpan lebih dari 3 hari karena dampaknya ada pada kesehatan lingkungan sekitar rumah. Untuk itu sampah dibuang maksimal 3 hari karena sampah mengandung banyak bakteri.

Pemerintah menyarankan agar sampah dikelola karena pemerintah mempunyai program Bantul Bersih Sampah 2025.

Dr Rochana Ruliyandari, SE, M.Kes, mengatakan, sejalan dengan apa yang disampaikan pemerintah, sampah dapat menjadi masalah kesehatan lingkungan sekitar rumah apabila sudah disimpan lebih dari tiga hari. "Maka pengolahan sampah organik rumah tangga dengan media ember tumpuk dapat menjadi solusi," terang Dr Rochana Ruliyandari, SE, M.Kes.

Ember tumpuk adalah alat untuk membuat pupuk yang dibuat dari tumpukan dua ember yang disusun bertingkat. Bagian bawah ember disiapkan dengan memasang kran dan fungsi ember bawah sebagai penampung lindi, yang kemudian akan diolah menjadi pupuk organik cair.

Ember bagian atas disiapkan dengan membuat lubang-lubang kecil sebanyak mungkin pada bagian bawah untuk jalannya air. Pada bagian samping atas ember di bawah tutup diberi lubang sebanyak 4 lubang untuk mengatur sirkulasi udara dan tempat masuk telur atau larva muda yang baru saja menetas.

Fungsi ember di atas sebagai penampung sampah yang diolah. Dan Riskiani Kristia, anggota KKN UAD Reguler 119 Unit V D.1, yang mendemonstrasikan ember tumpuk, mengatakan, melalui demonstrasi ini diharapkan warga Grogol VII dapat memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk cair dan dapat berguna bagi tumbuhan dan tanah di lingkungan sekitar.

“Kami berharap warga masyarakat Grogol VII dapat mengimplementasikan pengolahan sampah organik pakai ember tumpuk daripada sampahnya dibuang lebih baik jika dimanfaatkan menjadi pupuk cair, nanti bisa dipakai buat tumbuhan dan tanah,” papar Riskiani Kristia.

Respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif. Selama sosialisasi berlangsung, warga masyarakat Grogol VII sangat interaktif untuk bertanya.

Dusun Grogol VII sampai saat ini belum ada bank sampah limbah organik sehingga kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat khususnya bagi ibu rumah tangga.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar