Kelanjutan Kasus Tanah SMK 1 Cimpaeun Depok, Majelis Hakim: Dua Minggu dengan Jawaban

Kelanjutan Kasus Tanah SMK 1 Cimpaeun Depok, Majelis Hakim: Dua Minggu dengan Jawaban Chairul Ichsan

Sinarpaginews.com, DEPOK, – tim Kuasa Hukum AMN & Partner dalam menindaklanjuti keadilan kepada kliennya di ranah hukum gugatan dalam sidang yakni Pihak ahli waris Guneng bin Maen kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok selaku tergugat.

Persidangan kali ini, Rinaldi Hamzah dari kantor Kuasa Hukum AMN & Partner dijumpai setelah persidangan mengatakan, sebelumnya kepada kuasa hukum tergugat dan pada tergugat tapi dengan catatan apabila dalam waktu dua minggu tidak juga menyerahkan jawaban maka kami anggap tidak menyerahkan jawaban. 

Dikatakan Rinaldi, hasil sidang tersebut dengan agenda pembacaan gugatan dan gugatan sudah turut dibacakan oleh Majelis Hakim. Untuk agenda kedepannya itu jawaban dari gugatan kami dari kuasa hukum penggugat meminta untuk waktu jawaban tersebut 1 minggu," ucapnya di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (3/3/2021). 

Lebih lanjut Aldi menuturkan, tapi dari kuasa hukum tergugat dan turut tergugat meminta untuk waktu dua minggu. Kami dari kuasa hukum penggugat mengajukan keberatan karena terlalu lama dan juga kami melihat di surat kuasa tersebut kuasa hukum dari tergugat satu sampai tergugat empat itu juga banyak. Kenapa mereka mesti mengundur waktu terlalu lama dua minggu.

Ini merupakan kerugian bagi kami sebagai kuasa hukum penggugat maupun klien kami karena kasus ini sudah berlangsung cukup lama kurang lebih sudah 18 tahun, bahkan sampai ada ahli waris yang sudah meninggal dunia.

Majelis Hakim menjelaskan dan menegaskan bahwa jika dalam waktu dua minggu tidak di serahkan juga jawaban maka tidak dianggap para tergugat dan turut tergugat ini menyerahkan jawaban dan sidang akan terus dilanjutkan. 

Sidang akan terus berjalan walaupun jika tergugat satu sampai tergugat empat tidak menyerahkan jawaban gugatan, persidangan akan terus dilanjutkan. 

Tepatnya tanggal 17 Maret 2021 sidang akan dilanjutkan kembali dengan agenda jawaban dari tergugat dan turut tergugat. 

Dari kuasa hukum tergugat kemungkinan akan dikuasakan kuasakan lagi karena yang saya lihat di surat kuasanya tersebut banyak kuasa hukumnya. Cuma yang hadir disini dari instansi itu hanya satu sampai dua orang, tidak hadir semua seperti yang ada di surat kuasa. 

Nanti akan kita lihat dari surat kuasanya lagi apakah memberi substitusi atau tidak. Kalau mereka tidak memberikan surat kuasa substitusi jelas kami akan menolak jawaban dari mereka.

Kuasa substitusi dalam bentuk tertulis yang ditandatangani sebagai bentuk menyerahkan kuasa kepada orang lain. 

Dua minggu lagi menunggu kepastian jawaban tepatnya tanggal 17 Maret 2021 pukul 11.00 WIB.

Harapan kami kedepannya sebagai kuasa hukum penggugat, mereka mempunyai i'tikad baik dalam menyelesaikan sengketa ini karena kasus ini sudah berlangsung cukup lama lebih kuarng 18 tahun bahkan ada ahli waris yang sudah meninggal dunia kasus ini belum terselesaikan. 

Kami mengharapkan i'tikad baik dari Pemda Depok khususnya Dinas Pendidikan.

Sebelumnya pada persidangan, Majelis Hakim mengatakan, perkara dilanjutkan dengan pembacaan gugatan. Gugatan yang sudah diterima dianggap sudah dibacakan dan tidak ada perubahan. 

Konsekwensinya harus berikan jawaban, dua minggu kita beri dengan catatan harus jadi apalagi masa tergugat satu sampai tergugat empat timnya banyak. Kalau tidak bisa hadir bisa dikuasakan dengan yang lain. 

Kita buat catatan, kalau dua minggu tidak selesai tidak dengan lanjutan jawaban. Tidak ada alasan karena tergugat timnya banyak sampai 19 orang bisa substitusi apalagi melibatkan BPN. 

Logikanya penerima kuasa hak kewajibanya sama dengan yang tak hadir. Dua minggu tidak ada alasan belum siap atau tidak hadir. Tidak hadir tetap kita lanjutkan. 

Harap dicatat para pihak menyetujui, pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 jam 11.00 WIB acara jawaban dari tergugat satu sampai tergugat empat. Hakim Majelis mengetukkan palu.

Dalam kesempatan yang sama Ade Muhamad Noer SH. MH dari kantor Kuasa Hukum AMN & Partner yang akrab disapa Bang Adhe saat dihubungi memberikan apresiasi atas ketegasan Hakim Majelis dalam sidang, sepenuhnya pihak penggugat memberikan kepercayaan kepada Hakim Majelis agar kasus ini diungkap terang menderang.(Guffe).

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar