Jalani Putusan Kasasi, Kuwu Kedungwungu Solikhin Resmi Ditahan

Jalani Putusan Kasasi, Kuwu Kedungwungu Solikhin Resmi Ditahan Dok

SINAR PAGI NEWS, INDRAMAYU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu, Jawa Barat, melaksanakan eksekusi Perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait sertifikat tanah kategori V (Prona) atas nama terdakwa Solikhin Bin Rasiwan, Kuwu Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.

Kajari Indramayu, Denny Ahmad melalui Kepala Seksi Intel Kejari Indramayu, Gunawan Hari Prasetyo, mengatakan, Tim Gabungan Kejaksaan Negeri Indramayu, telah melakukan eksekusi terhadap Solikhin Bin Rasiwan yang merupakan kuwu aktif Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.

Yang bersangkutan dinyatakan sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum telah melakukan tindak pidana korupsi pungutan program sertifikasi hak atas tanah (prona) berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 301K/Pid.sus/2021 pada tanggal 22 Februari 2021

"Hari ini Tim Gabungan Kejaksaan Negeri Indramayu telah melakukan eksekusi terpidana tindak pidana korupsi, atas nama Sholikhin Bin Rasiwan, Kuwu Aktif Desa Kedungwungu," katanya dalam keterangan pers di Kantor Kejari Indramayu, Selasa, (30/3/2021).

Dalam putusan Kasasi Mahkamah Agung yang sudah berkekuatan hukum tetap, (inchract) yang bersangkutan harus menjalani hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp.50.000.000,- subsidair 3 bulan kurangan, karena dianggap telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 11 undang - undang Nomor 31 / 1999 jo Undang - undang 20 / 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurutnya, eksekusi yang dilaksanakan Tim kejaksaan Negeri Indramayu, dalam rangka pelaksanaan putusan Mahkamah Agung (kasasi) yang telah memiliki kekuatan hukum tetap/inkracht, ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya surat peritah pelaksanaan putusan pengadilan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu Nomor : Print-02/M.2.21/F.u.1/03/2021 tertanggal 18 Maret 2021

"Alhamdulillah Kuwu Solikhin akhirnya datang untuk melaksanakan perintah eksekusi Setelah sebelumnya beberapa kali mangkir," tandas Gunawan.

Ia berharap, dengan dilaksanakannya eksekusi terhadap yang bersangkutan menjadi permulaan baik dalam memacu semangat penegakan hukum di wilayah Kabupaten Indramayu.

Senada, Kasi Pidsus Kejari Indramayu, Iyus Zatnika, mengatakan dengan dilaksanakannya eksekusi terhadap Kuwu Kedungwungu menjadi langkah nyata dari Kejari Indramayu dalam rangka pemenuhan zero crime, meskipun yang bersangkutan beberapa waktu yang lalu sempat mangkir namun berkat kerja keras seluruh tim, akhirnya yang bersangkutan dapat dieksekusi dengan lancar tentunya dengan mengedepankan SOP.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan serta administrasi kelengkapan eksekusi terpidana Solikhin Bin Rasiwan dibantarkan kedalam Rutan Kelas IIB Indramayu oleh Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Indramayu dengan pengawalan ketat guna menjalani masa hukuman,"pungkasnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, telah memutuskan vonis kepada Kuwu Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat 1 tahun dan 3 bulan penjara serta denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Kuwu Kedungwungu, Solikhin terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi terkait sertifikat tanah kategori V (Prona) yang diputus PN Bandung pada 15 Juni 2020 lalu sebagaimana dalam perkara nomor 7/Pid.Sus-TPK/2020/PN Bdg.

"Menyatakan terdakwa Solihin bin Rasiwan yang identitasnya sebagaimana tersebut di atas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama - sama sebagaimana dalam dakwan kedua," kata Ketua Majelis Hakim Eriambodo Setiawan.

Selanjutnya, ia menjatuhkan pidana oleh karenanya terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan dan denda sebesar Rp50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

Ia dijerat dengan Pasal 11 UU No. 20/2001 tentang perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Atas putusan tersebut Terdakwa dan JPU mengajukan upaya hukum banding.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa, Oto Suyoto, membenarkan putusan atas kliennya yang baru saja di tetapkan oleh Majelis Hakim Pengadolan Tipikor Bandung bulan kemarin. Namun dirinya mengaku akan melakukan upaya hukum banding atas putusan tersebut.

"Betul kami akan ajukan memori banding atas putusan itu, untuk detailnya bisa dilihat di google saja," kata Oto saat dikonfirmasi Fokuspantura.com.

Seperti diketahui, perkara tersebut merupakan limpahan kasus penanganan penyidikan Polres Indramayu dan saat ini terdakwa masih menjalani tahanan kota.

Editor: wry

Bagikan melalui:

Komentar