Kapolri Mencabut ST Yang Isinya Melarang Media Menayangkan Tindakan Kekerasan Yang Dilakukan Kepolisian

Kapolri Mencabut ST Yang Isinya Melarang Media Menayangkan Tindakan Kekerasan Yang Dilakukan Kepolisian Markus SitanggangDok Mabes Polri

JAKARTA,-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebelumnya mengeluarkan Surat Telegram (ST) yang isinya melarang media untuk menayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan kepolisian.

Setelah mendapat masukan dari publik, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mencabut aturan tersebut.

Pencabutan itu termuat dalam Surat Telegram Nomor: ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021. Surat tersebut dikeluarkan pada hari ini, Selasa, 6 April 2021, dan ditandatangani Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono.

Dalam kesempatan itersebut, Divisi Humas Polri juga menyampaikan permintaan maaf jika terjadi miskomunikasi dan membuat ketidaknyamanan bagi kalangan media massa.

Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono sebelumnya juga sudah memberikan klarifikasi.Dia menyatakan surat telegram tersebut sebenarnya dibuat untuk kepentingan internal.

"Lihat STR itu ditujukan kepada kabid humas, itu petunjuk dan arahan dari Mabes ke wilayah. Hanya untuk internal," kata Brigjen Rusdi pada wartawan (Ms)

Editor: Markus Sitanggang

Bagikan melalui:

Komentar