Proyek Dinas PUPR Dikeluhkan Warga Bawodesolo, Ambarita : Itu Kesalahan Tukang

Proyek Dinas PUPR Dikeluhkan Warga Bawodesolo, Ambarita : Itu Kesalahan Tukang Angelius Larosa
SINAR PAGI NEWS, GUNUNGSITOLI- Pasca dikritik sejumlah warga Desa Bawodesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Terkait pengerjaan proyek Peningkatan Jalan Karya Dusun III, Kontraktor CV Delta Tresna Mandiri berkilah dan mengakui kesalahan.
 
"Terkait kekurangan campuran semen pada pemasangan tembok maupun pada titik pembangunan Drainase yang sedang dibangun, itu kesalahan tukang tenaga pekerjaan dilapangan", Ucap Wadir III CV Delta Tresna Mandiri (Ganda Wilfred Ambarita) Kepada wartawan ketika ditemui dilokasi pekerjaan. Jumat (7/5/2021).
 
Ambarita mengucapkan terima kasih atas kritikan tersebut dan berjanji akan memperbaiki beberapa item pekerjaan yang rusak akibat kesalahan atau kekurangan peletakan material.
 
Ditanya terkait adanya pembangunan APBD Kota 2021 senilai Rp 758 Juta yang menimpa bangunan lama PNPM-Mandiri 2011, Ambarita mengakui bahwa bangunan PNPM tersebut sangat kokoh dan kembali berkilah bahwa pihaknya  hanya melakukan penambahan ketinggian bangunan tembok penahan agar jalannya padat tidak melebar setelah digilas Wheel Loader pada pengaspalan nantinya.
 
"Apa yang salah di bongkar dan kita perbaiki kembali bang, kami berterimakasih ada kritikan masyarakat setempat, sehingga kita bisa memperbaiki apa yang sudah salah", Ujarnya
 
"Kita halnya penambahan ketinggian bangunan tembok penahan saja, apa yang kita bangun saat ini itulah yang kita ukur masuk daftar kontrak volume pekerjaan nantinya bersama PPK, Dinas PUPR, dan tim pengawas, tidak termasuk bangunan PNPM-MANDIRI pada volume pekerjaan ini", Tambah Ambarita.
 
 
Sementara itu, Wira Agusman Halawa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut menyampaikan bahwa pihaknya mengakui diarea pengerjaan proyek terdapat bangunan PNPM-Mandiri (Tahun 2011).
 
"Bangunan lama PNPM-Mandiri tahun 2011 itu kami melihat bangunan lama tersebut masih utuh, makanya kita timpa bangunan baru diatasnya. Kita nanti mengukur volume yang sudah dibangun saat ini, kalo kita pun membongkar bangun lama PNPM-Mandiri itu suatu merusak bangunan Negara", terangnya ketika dikonfirmasi via telepon seluler. Sabtu (8/5/21).
 
Mengenai kekurangan campuran semen yang sudah dikerjakan di tembok maupun di bangunan drainase (Lanjut Wira) Pihaknya akan melakukan peninjauan resmi dilapangan.
 
"Bila nanti terbukti ada kecurangan material nanti kita suruh kontraktor proyek itu untuk membongkar bangun itu agar diperbaiki kembali", Pungkasnya.
 
Salah seorang warga Desa Bawodesolo, Yafa Zega, Jumat (8/5), Meminta Dinas PUPR Kota Gunungsitoli agar bersungguh-sungguh dalam mengerjakan proyek senilai ratusan juta rupiah tersebut.
 
Dia menegaskan bahwa jika ditemukan kecurangan dalam pelaksanaannya, Pihaknya berjanji akan melaporkan Kontraktor dan PPK kepada Walikota Gunungsitoli dan aparat penegak hukum. 
 
"Kami berharap kepada kontraktor Proyek pekerjaan agar kualitas pembangunan tersebut bisa bertahan lama jangan seumur jagung. Kami sebagai masyarakat yang menikmati jalan produksi tersebut, bukan kalian", Tandasnya.

Editor: Dimas Madia

Bagikan melalui:

Komentar