Partisipasi BPJS Ketenagakerjaan Terhadap Program Gebyar Vaksinasi Industr di Sukabumi Dipertanyakan

Partisipasi BPJS Ketenagakerjaan Terhadap Program Gebyar Vaksinasi Industr di Sukabumi Dipertanyakan Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, KAB SUKABUMI - Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Kabupaten Sukabumi mempertanyakan kebijakan dan partisipasi BPJS Ketenagakerjaan terhadap program gebyar vaksin industri. Selama ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi tidak berperan serta dalam program yang menjadikan para pekerja di kalangan industri sebagai sasarannya.

Program gebyar vaksin industri sampai sekarang masih terus digeber oleh Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi dengan tujuan untuk membentuk herd imunity nasional di daerah. Para peserta dari program ini adalah para pekerja pabrik industri yang nota bene merupakan nasabah dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Seharusnya BPJS Ketenagakerjaan bersama kami bahu-membahu untuk mensukeskan program gebyar vaksin industri ini. Tapi surat permintaan kerja sama dari kami tidak direspon oleh mereka,” kata Ketua Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi, Tresna Wijaya kepada wartawan via telepon seluler, Sabtu (16/10/2021).

Dalam surat balasan kepada Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi tertanggal 22 September 2021 Nomor B/7216/09/2021, BPJS Ketenagakerjaan menyatakan tidak dapat berkontribusi pada kegiatan gebyar vaksin industri karena keterbatasan anggaran.

Tetapi pada saat ini BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program vaksinasi langsung ke masyarakat non-industri di beberapa kecamatan yang telah dijadwalkan secara terperinci waktu dan tanggalnya. Bahkan vaksinasi yang digelar BPJS Ketenagakerjaan mentargetkan sasaran 6.000 orang warga di beberapa kecamatan seperti Kadudampit, Nagrak, Ciemas, Surade, Sagaranten, dan Ciracap.

“Ada apa ini? Seharusnya BPJS Ketenagakerjaan ikut bersama kami dengan memberikan kontribusi pada program gebyar vaksin industri karena sasarannya adalah nasabah tetap mereka yang setia membayar iuran bulanan,” ujar Tresna.

Berdasarkan jadwal yang disusun BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, vaksinasi tersebut tidak menyentuh kalangan industri secara langsung. BPJS Ketenagakerjaan bekerja dengan unsur pemda yang dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan vaksinasi untuk masyarakat umum.

“Mengapa kepada kami, BPJS Ketenagakerjaan mengatakan tidak ada anggaran? Sementara dengan lembaga lain tersedia anggaran untuk menyelenggarakan vaksinasi,” tuturnya.

Gebyar vaksin industri diselenggarakan langsung di pabrik-pabrik dengan sasaran para pekerja dan masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan industri. Dalam program ini, Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi berhasil mendorong partisipasi para pengusaha untuk ikut membiayai gebyar vaksin industri.

“Melalui program ini kami ikut mendorong penerbitan sertifikasi sehat pelaku industri untuk menghadapi ancaman Covid-19. Kami juga mendukung regulasi sesuai PeduliLindungi yang menjadi syarat mutlak bertahannya eksistensi investasi di daerah dan dunia industri. Imbas dari program ini juga mendukung kelancaran pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dari setiap perusahaan,” jelas Tresna.

Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi memang sangat serius dengan program gebyar vaksin industri. Betapa tidak, melalui program ini, Kadin mentargetkan vaksinasi bagi 151 ribu pekerja dan masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar