Polres Nias Ungkap Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

Polres Nias Ungkap Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, SUMUT - Polres Nias menggelar konferensi pers terkait hal pemerkosaan anak di bawah umur, korban dan pelaku merupakan kakak-beradik.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Nias AKP Iskandar Ginting, SH, didampingi Kanit PPA ResNias Ipda O. Sialagan bersama Tim PKPA-Nias kepada wartawan menyebutkan, berdasarkan laporan Ibu korban an. Adiria Zai, terlapornya tetangga sendiri inisial AW.

Maka untuk kepentingan penyidik, sehingga Polisi melakukan pemeriksaan terhadap terlapor inisial AW di Unit PPA Polres Nias.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan sehingga adik kandung korban merupakan pelaku SN (15) pemerkosaan kakaknya YN (17). Warga Desa Hilina'a Tafuo Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. Selasa (23/11/2021).

Selain itu, dari keterangan sejumlah orang saksi menyatakan bahwa tersangka adalah adik kandung korban. Korban pun mengakui telah melakukan pemerkosaan kakak kandungnya YN sehingga kakak korban mengalami kehamilan 26 minggu atau 6 bulan dari hasil pemeriksaan kandungan korban.

"Kami sudah memeriksa 5 orang saksi, dari hasil pemeriksaan saksi dan terlapor (AW) dia menuduh tuduhan adik korban sehingga penyidik secara maraton memeriksa (SN) adik kandung korban beserta saksi lainnya. Maka adik kandung korban mengakui bahwa dirinya telah melakukan hubungan badan atau pemerkosaan kakak kandungnya", sebut AKP Iskandar Ginting, SH.

Kasat menegaskan bahwa selama proses pemeriksaan korban dan tersangka, Tim dari PKPA (Pusat Kajian dan Perlindungan Anak) Cabang Nias ikut membantu serta didampingi oleh penasehat Hukum (Advokat) yang dihadirkan oleh PKPA Nias.

"Kami bantah pernyataan dari keluarga korban. Selama pemeriksaan oleh penyidik, tim PKPA Nias bersama Pengacara juga ikut membantu. Pada prinsipnya, Unit Penyidik PPA Polres Nias bekerja secara profesional dalam kasus ini", tegasnya

Namun, bila ada bukti-bukti lain kami akan terus melakukan pengembangan atas kasus ini. Dan kepada tersangka diancam hukuman 20 tahun Penjara. tuturnya.

Sementara itu, tim PKPA Nias Irene Bohalima, S.Sos, menyebutkan bahwa ikut turun membantu penyelidikan awal sampai akhir.

"Telah dilakukan konfrontir korban YN (17) dan kepada adiknya SN (15) yang mana adik kandungnya mengakui perbuatannya dan juga korban kakak kandungnya ikut membenarkannya persetubuhan itu".

"Kami tidak tahu awalnya mereka pelapor ibu korban kepada tetangganya inisial AW. Sehingga dari fakta baru yang kami dapatkan pengakuan adik kandung korban SN serta pernyataan kakaknya korban YN yang mengakui bahwa mereka telah melakukan hubungan intim, jadi pernyataan keduanya sinkron", kata Iren.

"Sudah kita tanya sama korban terkait mereka menuduh AW. Mereka bilang tidak menyangka, mungkin karena orangtua mereka yang menyebut nama AW jadi mereka terikut menuduh AW. terang Iren.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar