UMK 2022 Tidak Naik, Bupati Sukabumi Berjanji Upayakan Penghasilan Tambahan bagi Buruh

UMK 2022 Tidak Naik, Bupati Sukabumi Berjanji Upayakan Penghasilan Tambahan bagi Buruh Dok SPN Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (1/12/2021)

SINARPAGINEWS.KOM KAB. SUKABUMI – Meski dinilai telah memberikan Harapan palsu oleh para buruh terkait kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Sukabumi, akhirnya Bupati Sukabumi Marwan Hamami menemui para buruh dan mengajak untuk berdialog di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (1/12/2021).

Bupati pun menjawab tudingan buruh yang menyebutkan telah mencabut rekomendasi kenaikan upah di Kabupaten Sukabumi.

Dirinya menyangkal telah melakukannya, malah sebaliknya, sudah mengeluarkan dua rekomendasi kenaikan upah yang sama pada angka 5 persen untuk Kabupaten Sukabumi. 

"Saya tidak mencabut rekomendasi kenaikan upah, sebelumnya saya bersama serikat buruh telah sepakat untuk merekomendasikan kenaikan upah pada 5 persen. Namun hal tersebut tidak ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat," jelas Marwan Hamami . 

Meski Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tidak naik, Marwan berjanji akan mencarikan solusi upah tambahan bagi para buruh di Kabupaten Sukabumi.

Rencananya akan mengundang para pengusaha untuk membicarakan sekaligus membuat kesepakatan agar ada upah tambahan bagi buruh.  "Untuk nilainya nanti tidak akan sama, sesuai dengan kesepakatan dan kesanggupan perusahaan. Nanti pemerintah daerah duduk bersama dengan serikat buruh dan pengusaha beserta perusahaannya untuk membuat kesepakatan dalam bentuk surat resmi," ujar dia. 

Setelah ada upaya yang dilakukan oleh Bupati Sukabumi untuk mencari penghasilan tambahan, para buruh meminta surat pernyataan yang langsung ditandatangani oleh Bupati dan para ketua serikat.

Selain itu para buruh juga mengancam akan kembali menyampaikan suara ke pendopo, apabila dalam waktu tujuh hari ke depan rencana tersebut tidak direalisasikan.

Editor: Iyan Sopyan

Bagikan melalui:

Komentar