Dampak buruk narkoba tidak perlu diragukan lagi

Rasa Penasaran Menjadi Salah Satu Alasan Konsumsi Narkoba

Rasa Penasaran Menjadi Salah Satu Alasan Konsumsi Narkoba Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, SEMARANG (28/04/2022) - Dampak buruk narkoba tidak perlu diragukan lagi. Namun, kasus penyalahgunaan narkoba pada remaja justru semakin meningkat tiap tahunnya. Hal ini sangat disayangkan karena narkoba tak hanya mengganggu prestasi akademik, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan.

Ada banyak faktor tertentu yang dapat memengaruhi kemungkinan penyalahgunaan atau kecanduan narkoba pada remaja. Apa sajakah faktor itu?
Pemicu Remaja Menggunakan Narkoba

Berikut ini adalah berbagai faktor yang dapat membuat anak-anak dan remaja lebih berisiko terjerumus dan menjadi pecandu narkoba:
1. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan dari teman sebaya merupakan faktor risiko tertinggi penyalahgunaan narkoba pada remaja. “Ikut teman” atau “agar diterima di pergaulan” dapat memicu remaja untuk mulai mencoba narkoba hingga menjadi kecanduan.

Selain teman, anggota keluarga juga bisa menjadi faktor lingkungan yang membuat remaja kecanduan narkoba, terutama jika kondisi rumah tidak kondusif, misalnya karena tidak bisa menghadapi toxic parents atau kurang mendapatkan perhatian dari orang tua dan saudaranya.
2. Faktor psikologis

Remaja yang mengalami stres berat, gangguan perilaku, atau masalah psikologis, seperti depresi dan gangguan cemas, lebih berisiko mengalami kecanduan narkoba. Bagi mereka, mengonsumsi narkoba bisa menjadi salah satu cara atau bahkan solusi untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang mereka alami.
3. Faktor genetik

Faktor keturunan juga menjadi salah satu faktor risiko penyalahgunaan narkoba pada remaja. Seorang remaja berisiko besar menjadi pecandu narkoba jika ia memiliki orang tua atau saudara kandung yang juga mengalami kecanduan narkoba atau alkohol.
4. Rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu juga bisa membuat remaja penasaran untuk mencoba narkoba hingga akhirnya menjadi seorang pecandu. Penelitian menunjukkan bahwa mencoba narkoba pada usia muda akan meningkatkan risiko menjadi pecandu di kemudian hari.

Faktor penasaran dan rasa ingin tahu inilah yang rata - rata menjadi penyebab klien pemasyarakatan menjalani pidana karena kasus Narkoba. Hampir 60% dari rata - rata warga binaan pemasyarakatan di area kerja Bapas Kelaas I Semarang dengan kasus Narkoba dalam rentang usia 17 - 29 tahun menyatakan menggunakna narkoba karena rasa penasaran. Baik karena melihat teman yang mengkonsumsi secara langsung maupun karena mendengar desas sesus manfaat dari Narkoba yang disampaikan oleh rekan - rekannya. Contoh Kasus RA dan MIA yang menggunakna narkoba sejk usia 18 tahun dan menjalani pidana saat berusia masing - masing 24 dan 28 tahun. “Karena penasaran aja Bu, makanya saya nyoba - nyoba. Tidak tahunya keterusan sampai masuk penjara.” tutur RA dalam sesi wawancara dengan pembimbing kemasyarakatan Bapas Kelas I Semarang.

Menyikapi kenyataan tersebut, kita harus merenungkan kembali mengenai masalah kecanduan. Kita biasanya mengaitkan kecanduan dengan lemahnya iman dan pengendalian diri. Namun, alasan sebenarnya di balik keputusan mereka untuk menggunakan narkoba jauh lebih kompleks dari hanya sekadar rusaknya moral.

Kurangnya pemahaman tentang apa yang menjadi faktor risiko dan penyebab seseorang menjadi pecandu narkoba membuat banyak orang terbutakan oleh prasangka. Seseorang yang jatuh dalam jerat candu tidak berdaya untuk mengendalikan hasrat dan perilakunya. Itulah sebabnya mengapa orang yang sedang berusaha lepas dari kecanduan perlu mendapatkan dukungan dan kasih sayang, bukan dikucilkan atau dihakimi.

Mempercayai dan menyakin bahwa klien pemasyarakatan dan warga binaan pemasyarakatan yang terkait kasus narkoba dapat berubah dan menjadi lebih baik adalah hal yang harus dipegang oleh sesorang petugas pembimbing kemasyarakatan dan seluruh warga masyarakat. Stigma negatif terhadap mereka harus dihindari.

Penting untuk memahami berbagai faktor risiko penggunaan narkoba, sehingga dapat dilakukan upaya-upaya guna mencegah penyalahgunaan narkoba terutama pada remaja.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar