Pastor Nababan: Kami Sudah Damai

Tidak Perlu Ada Sanksi Kepada Kapolres dan Wakapolres Samosir, Biarkan Kami Merajut Persaudaraan

Tidak Perlu Ada Sanksi Kepada Kapolres dan Wakapolres Samosir, Biarkan Kami Merajut Persaudaraan Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, MEDAN- Suasana harmoni terlihat di Pendopo Paroki Tomok, Pastor Paroki Tomok Sabat Nababan di dampingi Ketua FMKI (Forum Masyarakat Katolik Indonesia) Parlindungan Purba, menerima kedatangan Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon bersama Wakapolres Kompol T.M Tobing, didampingi oleh Kabag Ops Polres Samosir Kompol Lengkap Suherman Siregar, Tokoh Masyarakat Harry Sidabutar beserta Para PJU Polres dan rekan² media. Senin ( 20/06/2022) Pendopo Paroki Tomok.

Pastor Sabat Nababan mengatakan “Jadi kepada umat Katolik, saya terima kasih atas dukungan dan doa, tapi tidak usahlah menunjukkan pembelaan yang hebat-hebat kepada pastor yang sederhana ini,”

"Kepada umat jangan ikut berdosa karena kejadian itu, dengan membangkitkan amarah dan memakai itu seterusnya, biarlah saya dengan Pak Wakapolres Samosir berdamai yang lain juga damai, dan kita belajar dengan hal baik dari situ".

"Tidak perlu ada Sanksi Kepada Kapolres dan Wakapolres, biarkan kami merajut persaudaraan, karena dengan itu kami belajar, mengajari, dan meneladankan yang baik" kata Pastor Paroki Tomok.

"Kepada Media silahkan lakukan pemberitaan sesuai kronologi dan konfirmasi kepada saya, Media tempat kita belajar dan tidak ada yang memojokkan siapa, karena saya langsung di konfirmasi apakah benar seperti itu". Ungkap Pastor.

"Jadi hari itu juga bersama Wakapolres Pak T.M Tobing kami sudah berdamai ,apakah kita harus saling melempar kesalahan dan mempersalahkan,? tentu tidak akan menyelesaikan persoalan". Mengingatkan permohonan maaf yang sudah terjadi pada hari yang sama dengan kejadian itu."

"Jadi persoalan saya dengan Pak Tobing sudah selesai, saya berharap masyarakat umum juga ikutlah apa yang kami sudah mulai inilah menjadi contoh yang baik damai di Negara ini."

"Jangan ada lagi pemberitaan dari Media, membesar - besarakan masalah ini karena itu dosa".

"Apakah hukum menghukum menghentikan persoalan,? tentu tidak, jadi untuk penulis pertama di apresiasi menunjukkan fakta menjadi Media belajar"

"Saya tidak salahkan, ini menjadi pelajaran untuk kita, jadi yang lain jangan ditambah dan dibumbu bumbui atas kejadian itu saya sudah buat tulisan dan pak Wakapolres datang dan semua sudah selesai berdamai." kata Pastor.

"Sudahlah kita bisa lokalisir masalahnya dan mari kita ciptakan solusi yang terbaik untuk mengatasinya dan tidak usah di perpanjang lagi". tegas Pastor.

Selain itu, Tokoh Masyarakat Harry Sidabutar ,mengatakan "Kami semua sudah memaafkan, kami mengikuti apa kata pastor kami"

"Kepada Kapolri, Kapolda Sumut, kami gak mau pak Wakapolres dipindahkan, jika itu terjadi berarti dia dihukum, kami gak ingin dan tidak berhak beliau dihukum, karena maaf itu sudah terjadi dan berdamai dengan hati tulus ikhlas". ujar Harry Sidabutar.

"Biarkan beliau bersama kami, kami ingin membangun Samosir, bersama beliau itulah permohonan kami" tuturnya.

Dalam pertemuan itu Kapolres Samosir ,menyampaikan "Terima kasih kita ucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena hari ini kita berkumpul dan terima kasih untuk Pastor Sabat Nababan, Bapak Parlindungan Purba yang datang dari Medan, Atas nama Polres Samosir dan juga Pak Kapolda Sumatera Utara mengucapkan permohonan maaf apabila ada yang kesalah pahaman dilapangan saat Wakapolres bertugas dilapangan."

"Kemarin setelah permohonan maaf dilakukan, Polres Samosir membuat kegiatan bakti sosial bersama anak anak remaja Katolik Tomok, dan ini akan kita lakukan berkesinambungan". Kata Josua Tampubolon.

"Ini salah satu bentuk wujud bahwa di Samosir ini sebenarnya iklimnya adalah aman dan kondusif."

"Dalam hal ini kami juga berharap teman² Media tidak memberitakan atau membesarkan permasalahan ini, karena persoalannya sudah selesai, apabila ada lagi berita yang memperkeruh suasana akan mengambil sikap tegas, tidak mau hal ini dibuat menyangkut SARA.".

"Kehadiran Pak Parlindungan Purba hadir sebagai ketua FMKI ( Forum Masyarakat Katolik Indonesia ) Sumut supaya tidak ada lagi berita keluar, yang bisa membuat suasana tidak kondusif."

Parlindungan Purba ketua FMKI ( Forum Masyarakat Katolik Indonesia ) Sumatera Utara menjelaskan "Bahwa sudah menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh Katolik dan sudah tepat mengikuti anjuran dari Pastor kami, pastor kita, yaitu menumbuhkan persaudaraan dan cinta kasih sejati."

"Tadi Pastor memberikan pencerahan yang luar biasa bahwa cinta kasih persaudaraan sejati bisa juga tumbuh bagus apabila ada perselisihan, untuk itu mari kita ciptakan suasana sejuk di Sumatera Utara." Pinta Parlindungan purba

"Kami memberikan apresiasi kepada pastor Sabat Nababan, Kapolres Samosir, Wakapolres dan tokoh tokoh masyarakat yang ada di sekitar Tomok dan seluruh Indonesia dan juga ada dari negara lain" tutup Parlindungan dipertemuan itu.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar