Narapidana Lapas Semarang Gotong-Royong Patungan Untuk Berkurban Idul Adha

Narapidana Lapas Semarang Gotong-Royong Patungan Untuk Berkurban Idul Adha

SINARPAGINEWS.COM, SEMARANG - Suasana meriah menyambut hari raya Idul Adha 1443 Hijriah di Lembaga Pemasyarakataan (Lapas) Kelas I Semarang. Lantunan takbir menggema di Masjid At-Taubah Lapas saat menjelang malam takbiran dan ketika ratusan narapidana melaksanakan salat id. Seusai salat yang dipimpin oleh Kyai Abdul Hamid dari Semarang, para narapidana sangat antusias dan kompak memotong hewan kurban, Minggu (10/07).

Kalapas Semarang, Tri Saptono Sambudji menyebutkan ada 19 hewan qurban yang merupakan sumbangan dari pegawai Lapas, narapidana yang menghuni lapas serta stakeholder terkait. Sumbangan sapi kurban dari narapidana sudah dipersiapkan jauh hari sebelum Idul Adha tiba melalui program pembinaan spiritual keagamaan.

“ Ada empat ekor sapi dan lima belas ekor kambing kurban yang sebagian besar diperoleh dari warga binaan di Lapas,” jelas Tri Saptono.
“Meski mendekam di balik jeruji besi, mereka masih mampu ikut berkurban. Salah satu caranya ada yang saling bergotong-royong patungan untuk dapat membeli sapi,” terangnya.

Kalapas menambahkan, daging hewan kurban ini nantinya akan dibagi-bagikan kepada narapidana secara merata tanpa ada diskriminatif mengingat hingga saat ini narapidana dan tahanan berjumlah 1676 warga binaan.
"Hewan kurban itu diolah di dapur Lapas dan didistribusikan untuk seluruh narapidana dalam keadaan matang,” pungkas Kalapas.

Salah narapidana yang ikut berkurban merasakan terharu dan bersyukur bisa ikut berkurban di Lapas.
“Niat berkurban sudah saya niatkan sejak 6 bulan yang lalu. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi amalan-amalan penyelamat saat di akhirat nantinya,” harap Rahman terpidana 7 tahun tersebut.

Sementara, terlihat Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen turut memberikan bantuan 1 ekor kambing kurban. Ini merupakan sebuah penghargaan bagi Lapas Semarang, sehingga narapidana di Lapas bisa turut menikmati daging kurban.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar