Dampingi Diversi, PK Bapas Sampaikan Pidana Penjara adalah Ultimum Remedium

Dampingi Diversi, PK Bapas Sampaikan Pidana Penjara adalah Ultimum Remedium

SINARPAGINEWS.COM, DEMAK - Pada tanggal 15 September 2022, Arif Agung Prasetya selaku Pembimbing Kemasyarakatan Pertama melaksanakan pendampingan musyawarah Diversi terhadap anak MKF yang melakukan tindak pidana pencurian biasa (362KUHP) di Ruang unit PPA Polres Demak.

Dalam musyawarah Diversi ini, dihadiri oleh pihak kepolisian ,pekerja sosial, Penasehat Hukum, pembimbing Kemasyarakatan,. Korban ,anak dan orang tua anak.
Musyawarah dibuka oleh fasilitator yaitu Kuntoro selaku Kanit PPA Satreskrim Polres Demak kemudian pelaku meminta maaf kepada korban dan korban memaafkan perbuatan pelaku namun menginginkan proses hukum tetap berlanjut agar anak MKF menjadi jera atas perbuatannya.

Pembimbing Kemasyarakatan menyampaikan bahwa Pidana Penjara merupakan pilihan terakhir atau ultimum Remedium bagi anak. Dikarenakan pidana penjara, memberikan stigma negatif bagi anak, anak seharusnya mendapatkan bimbingan dan pelatihan agar memiliki ketrampilan dan tidak mengulangi perbuatannya lagi dikemudian hari.

Namun pihak korban tetap menginginkan proses hukum tetap berlanjut. Selanjutnya perkara akan dilaksanakan musyawarah Diversi di tingkat kejaksaan apabila gagal lagi maka akan dilaksanakan di tingkat pengadilan.
JFT B

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar