Proyek Gedung Lapas Kelas IIA Batam Tidak Selesai Pada Tahun Anggaran

Proyek Gedung Lapas Kelas IIA Batam Tidak Selesai Pada Tahun Anggaran Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM,BATAM - Proyek Pembangunan Gedung Balai Permasyarakatan Pada Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Batam di Jalan Raya Trans Barelang, Tembesi , Kota Batam, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 sebesar Rp 8.908.936.923.58, yang dikerjakan CV Mahameru molor sampai bulan Maret 2023 belum selesai.

Pantauan awak media ini di lokasi proyek Rabo (08/03/2023) masih ada aktivitas pekerja sedang mengerjakan pemasangan keramik dan terlihat sejumlah sisi bangunan yang belum tuntas di kerjakan.

Belum lagi masalah pemasangan papan plang proyek itu juga, diduga asal pasang, karena posisi papan plang proyek tersebut berada di sudut lokasi proyek dan hanya diselipkan diantara pohon kecil, sehingga sulit untuk diketahui atau dibaca oleh publik.

Padahal sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap bangunan fisik yang dibiayai oleh Negara wajib memasang papan nama proyek.

Papan nama penting sebagai sarana masyarakat mengetahui jenis kegiatan proyek, besarnya anggaran, dan asal usul anggaran, nama kontraktor, tanggal waktu pelaksanaan kegiatan, dan perawatan. Papan nama proyek sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan.

Anto, yang merupakan Kasubsi saat ditemui awak media ini mengatakan pengerjaan proyek tersebut dimulai sekitar akhir Bulan September 2022, dan di Plang papan proyek tertulis jangka waktu pengerjaan 95 hari kalender.

"Bulan Sembilan akhir baru diproses proyeknya," ujar Anto saat ditemui media ini di kantin Lapas Kelas ll A Batam, Rabu (8/3/2023)

Menurut Anto,untungnya dari kementrian keuangan punya aturan kebijakan tahun anggaran 2022 bisa dilakukan di tahun 2023 dengan syarat ada bank garansi senilai sisa pekerjaan.

"Nah karena dari kementrian keuangan punya aturan kebijakan tahun anggaran 2022 bisa dilakukan di tahun 2023 dengan syarat ada bank garansi senilai sisa pekerjaan," jelas Anto.(win)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar