Ketua Mahkamah Agung: Integritas Adalah Aset Paling Vital Dalam Dunia Peradilan

Ketua Mahkamah Agung: Integritas Adalah Aset Paling Vital Dalam Dunia Peradilan Dok Humas

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA - Sebagai nahkoda yang bakal mengomandoi institusi peradilan, Saya ingin menegaskan kembali kepada Bapak dan Ibu sekalian, tentang pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Pesan ini selalu Saya ulang-ulang di berbagai kesempatan. Sebab, integritas adalah aset paling vital dalam dunia peradilan, di sinilah letak kunci kewibawaan dan kemandirian kita dalam korps peradilan.

Hal ini disampaikan Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H dalam acara pelantikan dan pengucapan Sumpah Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang, Ketua Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat dan Ketua Pengadilan Tinggi Papua Barat, pada hari Senin, 12 Febuari 2024, bertempat digedung Kusumaatmadja Lantai 14, Gedung Mahkamah Agung.

Menurutnya, bahwa integritas bukan hanya menjadi aspek kunci dalam membangun reputasi pribadi, tetapi juga merupakan fondasi utama yang memastikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan. Ketika Bapak dan Ibu menjalankan tanggung jawab dengan moralitas yang tinggi, reputasi Bapak dan Ibu sebagai hakim dan pimpinan peradilan akan tumbuh secara positif.

Kepercayaan dan penghargaan dari rekan kerja, bawahan, dan masyarakat sekitar, sering kali bersumber dari konsistensi menjaga prinsip-prinsip integritas. Pada gilirannya, reputasi pribadi inilah yang akan membawa dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan.

Lebih lanjut, Ketua Mahkamah Agung mengatakan Di samping integritas, pesan lain yang ingin Saya sampaikan, adalah: agar Bapak dan Ibu selalu meningkatkan profesionalitas dalam bekerja, dan turut menumbuhkan profesionalitas tersebut pada diri aparatur yang Bapak Ibu pimpin. Profesionalitas yang tinggi adalah jaminan bagi penegakan hukum yang baik.

Sebagai pimpinan Pengadilan Tingkat Banding, yang akan menjadi kawal depan (voorpost) Mahkamah Agung di daerah, nilai profesionalitas mutlak semakin dibutuhkan. Sebab, di pundak Bapak terpikul amanah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan, baik di satuan kerja yang Bapak pimpin, maupun di peradilan tingkat pertama yang ada di bawahnya.

Adapun Ketua Pengadilan Tinggi yang dilantik, antara lain:

1.Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang : Asnahwati, S.H., M.H
2.Ketua Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat : Dr. Hery Supriyono, S.H., M.Hum
3.Ketua Pengadilan Tinggi Papau Barat : Dr. Budi Santoso, S.H., M.H

“Peningkatan profesionalitas merupakan upaya yang harus dilakukan secara berkelanjutan, selain juga melibatkan kolaborasi yang erat di antara kita semua. Bill Gates pernah mengatakan, “bahwa profesionalisme bukan hanya tentang seberapa baik kita melakukan pekerjaan, tetapi sejauh mana kita mampu membawa dampak positif kepada orang lain dan lingkungan sekitar.”

Untuk itu Saya mengajak, mari budayakan sharing pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif, adakan diskusi berkala di masing-masing satuan Pengadilan Tingkat Banding yang Bapak Ibu pimpin, dengan dikoordinasi oleh Wakil Ketua Pengadilan Tingkat Banding setempat”, ujar Mantan Ketua Pengadilan Bandung.

Diakhir sambutannya, Ketua MA mengajak kita bersama untuk, untuk selalu menyadari bahwa hakikat jabatan ini sesungguhnya adalah amanah dan tanggung jawab. Semakin besar jabatan yang diemban, semakin besar pertanggungjawaban yang menanti. Oleh karena itu, saya berharap, agar kita semua meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab ini di dalam batin kita, sehingga anugerah jabatan ini benar-benar dapat kita optimalkan sebagai ladang pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Hadir dalam acara pelantikan ini, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Para Ketua Kamar Mahkamah Agung, Pejabat Eselon I dilingkungan Mahkamah Agung, Ketua Umum Dharmayukti Karini dan Ketua Dharmayukti Karini Mahkamah Agung, serta para undangan lainnya. (spn/hms)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar