Momen liburan Idulfitri Menjadikan Semangat Kembali Bekerja Dengan Lebih Kuat

Momen liburan Idulfitri Menjadikan Semangat Kembali Bekerja Dengan Lebih Kuat Dok Humas

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA - Momen liburan lebaran atau Idulfitri yang penuh sukacita berkumpul bersama keluarga tercinta telah usai. Masa libur yang panjang ini diharap dapat me-recharge setiap diri pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk membangun semangat kembali bekerja dengan lebih kuat.

Plh. Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Mien Usihen yang mewakili Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia saat menjadi pembina apel halal bi halal di Kemenkumham, meminta kepada segenap keluarga besar Kemenkumham agar selalu diberikan keberkahan dan pikiran yang jernih untuk membangun organisasi yang lebih baik.

“Suasana (libur) tersebut kerap membuat kita terlena, dan ini perlu kita waspadai bersama, jangan sampai kita terkena post holiday blues karena dapat menimbulkan let down effect,” kata Mien di lapangan upacara Kemenkumham.

Let down effect, kata Mien, merupakan efek yang menggambarkan situasi saat energi dalam tubuh seseorang tiba-tiba merosot. Sehingga semangat kerja menurun dan imun juga menurun.

“Disisi lain, momentum kita bertemu pada kesempatan yang baik ini, kita jadikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sebagai bentuk introspeksi diri dan evaluasi atas apa yang telah kita capai dan akan kita lakukan pada triwulan ke-2 di tahun 2024,” ujar Mien, Selasa (16/04/2024) pagi.

Sebagai Aparatur Sipil Negara yang bertanggung jawab dan amanah dalam menjalankan tugas dan fungsi, kata Mien, sudah sepantasnya kita terus memperbaharui informasi, meningkatkan kompetensi, dan selalu memperkuat kinerja serta peran kita menuju arah yang lebih baik.

“Bangun budaya pelayanan prima agar kita mampu menyajikan hasil kinerja secara terukur kepada publik dan stakeholder sehingga publik memperoleh informasi secara cepat dan akurat,” kata Mien.

Mien juga meminta kepada pegawai Kemenkumham untuk bekerja secara kreatif dan penuh inovasi, agar dapat menciptakan legacy bagi organisasi.

“Lakukan inisiatif membuat terobosan yang kreatif, melalui pengelolaan sumber daya yang ada, serta mampu berpikir out of the box, sehingga menghasilkan solusi yang bermanfaat dan bermartabat serta menciptakan legacy bagi organisasi,” tutupnya. 

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar