Wakil Ketua DPRD Kawal Penuh Aspirasi Warga Bandung Terkait Penertiban Peredaran Minuman Beralkohol

Wakil Ketua DPRD  Kawal Penuh Aspirasi Warga Bandung Terkait Penertiban Peredaran Minuman Beralkohol Red

KOTA BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menerima audiensi dari Pemuda Persis Bojongloa Kaler dan Masyararakat RW 01, Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, di Ruang Rapat Badan Musyarawah Gedung DPRD Kota Bandung, Senin, 27 Mei 2024.

Dalam pertemuan tersebut, peserta audiensi menyampaikan keresahannya terkait adanya toko yang berjualan minuman beralkohol di Kecamatan Bojongloa Kaler, yang bertentangan dengan Perda Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2010.

Edwin Senjaya mengatakan, berdasarkan aspirasi yang diterima masyarakat meminta agar toko yang berjualan minuman beralkohol tersebut segera ditutup dan tidak diberikan izin untuk kembali beroperasi.

"Kami dari DPRD tentu akan segera menindaklanjuti laporan ini. Kami juga akan segera berkoordinasi dengan Pj. Wali Kota Bandung, karena kita tidak mengharapkan terjadinya konflik horizontal di tengah-tengah warga masyarakat, agar Kota Bandung tetap kondusif," ujarnya.

Edwin mendorong agar Pemerintah Kota Bandung segera melakukan langkah-langkah konkrit, dalam rangka menyelesaikan masalah tersebut.

"Kami dari DPRD Kota Bandung akan terus mengawal, dan sepakat untuk bisa menertibkan dan mengendalikan peredaran minuman beralkohol di Kota Bandung. Apalagi, saat ini kita telah memiliki Perda Nomor 11 Tahun 2010, tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman beralkohol," ucapnya.

Selain itu, DPRD Kota Bandung saat ini tengah menyempurnakan pembahasan Raperda terkait Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol di tingkat Pansus. Hal tersebut agar menjadi aturan tegas yang semakin dipatuhi semua pihak.

Di samping laporan terkait toko minuman beralkohol yang berlokasi di Kelurahan Babakan Asih, namun juga turut disampaikan bahwa saat ini begitu marak aktivitas penjualan minuman beralkohol yang di jual secara ilegal. Sehingga hal ini juga diharapkan menjadi perhatian dari semua pihak.

"Yang hadir dalam audiensi, bukan hanya warga Babakan Asih, namun juga hadir dari berbagai Ormas Islam di Bandung dan bahkan juga Jawa Barat, serta para tokoh, yang menyampaikan keprihatinan dan kekhawatirannya, bahwa Kota Bandung saat ini darurat peredaran minuman beralkohol. Semoga kita diberikan solusi dan langkah-langkah yang konkrit dan efektif, untuk dapat menyelesaikan masalah ini," tegasnya.

Edwin pun mengingatkan kepada para pengusaha, khususnya yang bergerak di bidang usaha hiburan dan pengelolaan tempat-tempat penjualan minuman beralkohol agar betul-betul mengikuti peraturan yang telah berlaku dan telah ditetapkan.

"Kami mengingatkan agar para pengusaha tersebut dapat mengikuti setiap aturan yang berlaku, baik Peraturan Perundang-undangan, maupun Peraturan Daerah di Kota Bandung. Dan jangan coba-coba melakukan tindakan-tindakan yang ilegal dan melanggaran setiap aturan tersebut," ujarnya.

Edwin pun mengimbau kepada seluruh warga Kota Bandung, agar dapat meninggalkan dan menjauhi kebiasaan-kebiasaan yang dapat merusak kesehatan juga keselamatan jiwa dari para penggunanya dan orang lain.

"Kami mengimbau agar warga Kota Bandung dapat menjauhi dan meninggalkan apapun bentuk kebiasaan yang dapat merusak, baik itu mengkonsumsi minuman beralkohol dan Narkoba. Selain akan merusak kesehatan juga keselematan jiwa, namun juga berpotensi menimbulkan aktivitas kejahatan dan kriminalitas," ujarnya.

"Semoga upaya yang dilakukan ini, bisa membawa Kota Bandung menjadi lebih baik lebih aman, lebih kondusif, dan lebih sejahtera bagi semua warganya," katanya.* 

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar