Pemuda Desa Kemuning Kembangkan Peternakan Komunal, Kini Kelola 600 Domba dan 50 Sapi

Destinasi - Jumat, 12 November 2021

211112125527-pemud.jpg

Foto : Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL – Kegigihan sejumlah warga Desa Kemuning, Kecamatan Kramat yang dimotori Dian Widianto (35), pemuda sarjana lulusan S1 dan S2 Universitas Gajahmada jurusan pertanian untuk menggeluti usaha tani ternak domba menarik perhatian Bupati Tegal Umi Azizah. Sebab, dari yang awalnya hanya memelihara 11 ekor domba saja di tahun 2011, kini sudah berkembang menjadi 600 ekor domba dan 50 ekor sapi.

Didampingi Kepala Dinas Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal Khofifah, Bupati Tegal kunjungi lokasi kandang ternak komunal pada Rabu (10/11/2021) sore. Di sini, Umi pun berdialog dengan Dian, ketua kelompok tani ternak Domba Berkah beserta 21 orang anggotanya.

Umi mengaku, dirinya sangat mengapresiasi kepeloporan pemuda Kemuning ini yang mampu menggerakkan kewirausahaan bidang pertanian warga setempat dengan mendayagunakan potensi desa untuk menangkap peluang yang ada.

“Kita tahu, Tegal ini terkenal karena kuliner sate kambingnya. Ini pula yang membuat kebutuhan daging kambing di Tegal sangat tinggi, bisa mencapai 800 hingga 900 ekor per harinya. Jumlah tersebut belum bisa dipenuhi semuanya dari peternak lokal, dan saya memandang ini adalah peluang,” kata Umi.

Di masa pemulihan ekonomi nasional, Umi berharap sektor usaha yang sempat lesu atau bahkan terhenti bisa bangkit kembali. Di bidang peternakan, pihaknya siap melakukan upaya pendampingan usaha, termasuk fasilitasi pinjaman kredit usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Daerah di Bank Tegal Gotong Royong (TGR) dengan bunga pinjaman 0,26 persen per bulan.

Lebih lanjut Umi menyampaikan jika keberhasilan kelompok tani Domba Berkah dalam mengembangkan usahanya dengan konsep kandang komunal ini patut ditiru. Menurutnya ada simbiosis mutualisme antara kelompok tani ternak dengan pemerintah desa setempat yang menyiapkan aset lahannya untuk disewakan, sehingga bernilai produktif.

“Dari pengalaman dan keberhasilan yang sudah diraih kelompok tani ternak Domba Berkah bersama pemdes Kemuning ini mudah-mudahan bisa menginspirasi desa-desa lainnya untuk mengembangkan potensi yang ada. Tentunya dengan berpijak pada kearifan lokal,” ujarnya.

Di sini, Umi juga menyampaikan apresiasinya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal, PT Bank Sinarmas dan juga Bank TGR yang telah berkolaborasi dan bersinergi memajukan ekosistem usaha tani ternak di Kabupaten Tegal.

“Mudah-mudahan dari kemitraan yang sudah terjalin baik ini manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Tegal, terutama dalam hal kecukupan kebutuhan protein hewani sehingga masyarakat kita semakin sehat, petani ternak kita semakin sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu, Khofifah mengungkapkan pihaknya siap memfasilitasi upaya pemenuhan kebutuhan petani ternak, dari mulai sarana prasarana, keterampilan budidaya hingga pengolahan hasil ternak. Untuk itu, dirinya akan menggandeng dan melibatkan stakeholders terkait dari tingkat pemerintah desa hingga kementerian pertanian.

“InsyaAllah kami akan gandeng para mitra untuk bekerjasama dan menjadikan ini sebagai role model untuk dicontoh peternak lainnya di Kabupaten Tegal. Sehingga harapan kita untuk bangkit dan pulih dari pandemi secepatnya bisa terealisasi,” kata Khofifah.

Ditemui usai acara, Dian yang memiliki tekad ingin memajukan perekonomian masyarakat desa melalui budidaya ternak ini mengaku dukungan anggota kelompok tani ternak sangat mempengaruhi perkembangan usaha bersama di lahan sewa milik desa seluas 1.700 meter persegi tersebut.

Dirinya mengaku, saat ini jumlah anggota Kelompok Domba Berkah ada 22 orang, dengan rata-rata satu orang peternak mengelola 20 ekor kambing.

“Di Domba Berkah ini kami ada 22 orang dan semuanya warga Kemuning. Masing-masing anggota memiliki sekitar 20 ekor domba,” ujar Dian.

Dian pun bersama kelompoknya membuka diri pada setiap orang yang ingin belajar mengelola peternakan komunal. “Tentu kami sangat senang dan biayanya gratis,” kata Dian.

Pemuda lulusan pascasarjana UGM tersebut mengaku masih terus belajar, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pakan ternak yang baru bisa terpenuhi sekitar 10 persennya saja dari pemanfaatan lahan yang terbatas.

Adapun fokus usaha kelompok Domba Berkah saat ini masih sebatas pada bibitan ternak, daging dan pembuatan pupuk organik. 

Penulis/Pewarta: Ahmad Wahidin
Editor: Red
© sinarpaginews.com 2021