Peluncuran Buku Pembiayaan UMKM oleh Kemenko Bidang Perekonomian

Ekonomi - Rabu, 17 November 2021

211117200954-pelun.jpg

Foto : Dok

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA, Kamis - 11 November 2021 - Dilaksanakan Peluncuran Buku Pembiayaan UMKM oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto yang diselenggarakan di Selasar Loka Kretagama, Gedung Ali Wardhana Lt.3 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat. Dalam kesempatan ini dihadiri beberapa pejabat sebagai berikut :

  1. Teten Masduki – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah;
  2. Agus Gumiwang Kartasasmita – Menteri Perindustrian Republik Indonesia;
  3. Nurhaida – Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan;
  4. Ari Kuncoro – Rektor Universitas Indonesia;
  5. Iskandar Simorangkir – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko;
  6. Nancy Adistyasari Direktur Komersial dan UMKM bank bjb
  7. Direksi PT. Bank Rakyat Indonesia;
  8. Direksi PT. Bank Negara Indonesia;
  9. Direksi PT. Bank Mandiri;
  10. Direksi PT. Bank Syariah Indonesia;
  11. Direksi PT. BPD Jateng;
  12. Direksi PT. Asuransi Kredit Indonesia;
  13. Direksi PT. Jaminan Kredit Indonesia;
  14. Direksi PT. Bank Central Asia

Pada peluncuran buku tersebut, bank bjb bersama Bank Jateng diundang mewakili BPD sebagai bank penyalur KUR. Dalam sambutannya Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Iskandar Simorangkir turut memberikan welcoming remarks terkait sistematika buku dan rencana sosialisasi ke depan.

Pada kesempatan ini, Menko Airlangga Hartarto menyampaikan penerbitan buku terkait UMKM dipilih karena UMKM menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi Covid-19. Diharapkan buku ini menjadi catatan berbagai kebijakan pembiayaan UMKM mulai dari periode 1990-an sampai dengan yang terbaru.

Menko Airlangga berharap buku tersebut dapat menjelaskan mengenai ekosistem pembiayaan mulai dari pembiayaan super mikro dengan KUR dan Kredit Usaha Kecil dan Menengah. Pada buku tersebut juga terdapat target dari Presiden Joko Widodo untuk menambah pembiayaan Kredit UMKM yang saat ini masih 20% menjadi 30%.

“Hal tersebut memberikan keleluasaan bagi UMKM untuk terus bergerak dan bank juga diberikan waktu untuk bernafas. NPL kami lihat relatif rendah dibandingkan yang lain.” Tutur Airlangga.

Pemerintah juga berharap kedepannya kemitraan usaha mikro terus didorong, utamanya terkait agrikultur, kemudian peningkatan capacity building, akses pembiayaan dan sekaligus juga onboarding UMKM ke digitalisasi.

Terakhir pada kegiatan tersebut dilakukan sesi pemberian buku kepada para tamu undangan, diantaranya kepada bank bjb, dalam hal ini diwakili oleh Nancy Adistyasari selaku Direktur Komersial dan UMKM bank bjb.

Penulis/Pewarta: Chairul Ichsan
Editor: Red
© sinarpaginews.com 2021