Wedang Ronde Budaya Kuliner Tionghoa Di Nusantara

Kuliner - Selasa, 28 Desember 2021

211228174917-wedan.jpg

Foto : Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM,  -  Ronde adalah makanan Tradisional  China dengan nama asli tangyuan / tanghuan  terbuat dari  Tepung Beras ketan yang di campur  sedikit air  dan di bentuk seperti bola kemudian di rebus dan di sajikan , Ukuran Ronde bisa  kecil dan besar dan bisa diberi  isian  di dalamnya yang diantaranya Gula, Wijen, bunga  Osmanthus , pasta kacang manis , manisan  kulit  Jeruk , daging giling, dan sayuran, Masyarakat Tionghoa biasa mengkonsumsi onde pada saat  Festival  Lampion ( yuanxiao) atau  Festival  dongzhi  , perkumpulan  keluarga dan pesta pernikahan , Sembahyang kue  onde jatuh pada bulan ke 10 atau ke 11 , tiomghoa  tergantung pada perhitungan  empat tahun sekali , sedangkan untuk perhitungan di tahun masehi jatuh pada tanggal  22  Desember yang bertepatan dengan hari ibu atau tiga hari jelang perayaan natal bagi umat kristiani ,  Pemerhati budaya Tionghoa Nusantara , Ocdy Susanto.

Mengemukakan  bentuk ronde yang bulat yang di sajikan dalam  mangkuk  yang bundar bagi masyarakat  China daratan maupun perantauan adalah  melambangkan kebersamaan keluarga, untuk sejarah di mulainya sembahyang kue onde baru di mulai di tiongkok pada saat pemerintahan kaisar song kho chong ( 1127-1152 M )  Sembahyang onde ini ditujukan kepada dewa kelenteng, arwah leluhur dan kepada lima unsur  alam ( Air, Api, tanah, logam dan kayu )  terangnya , lanjutnya selesai berdoa , orang saling mengantar kue onde ke rumah tetangga atau famili, terutama bagi yang tidak membuatnya , ada lagi tradisi  orang  tionghoa, anak –anak yang diberi kue onde, jumlahnya di sesuaikan dengan usianya , contoh anak usia 3 tahun maka ia akan dapatkan 3 kue onde , sedangkan yang usianya 10 tahun maka ia akan dapat 10 buah.

Satu lagi tradisi yang unik di kalangan tionghoa saat merayakan sembahyang onde, jika di rumah mereka ada salah satu keluarga yang sedang hamil setelah mengentas kue onde yang di jemur kemudian onde di tusuk dengan lidi dan di bakar untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang sedang di kandung,  jika kue onde mentah itu merekah maka di percaya bayi itu perempuan , sebaiknya jika onde itu menonjol keluar maka bayi laki-laki, sambungnya.

Perkembangan ronde di indonesia , bagi masyarakat pribumi indonesia , ronde umumnya di konsumsi sebagai wedang ronde , untuk satu porsi wedang ronde sendiri isinya meliputi beberapa bulatan ronde yang berisi kacang manis tumbuk , taburan kacang tanah goreng , potongan Roti, kolang kaling, ubi, wijen hitam dan tentunya di sajikan dengan air jahe panas kuah dan gula aren , bahkan ada juga yang di campur dengan sirup , jadi seiring perkembangan zaman saat ini ronde sudah menjadi jajanan yang di konsumsi kapanpun sepanjang tahun , warnanya tak hanya putih saja namun saat ini  bervariasi untuk menarik pembeli tandasnya , ada beberapa tempat yang menjual wedang ronde dengan gerobak dorong atau gerobak motor  di pinggir jalan seperti pasar besar malang jawa timur,  pasar  lama tangerang, yogyakarta, semarang  wotgandul  di sekitar kelenteng, dan lain lain. 

Bagi warga tionghoa di Indonesia cara membedakan tangyuan dan yuanxiao yaitu  tangyuan adalah ronde tanpa isi di sajikan dengan air  jahe  manis yang di konsumsi pada tanggal 22 desember, sementara yuanxiao adalah ronde dengan isi manis di sajikan dengan kuah tawar yang di konsumsi pada purnama pertama pada tahun baru imlek .wedang ronde merupakan perpaduan budaya tionghoa dengan nusantara selain nikmat wedang ronde dapat menghangatkan tubuh untuk mencegah masuk angin  juga dipercaya bisa menambah stamina tubuh pungkas  ocdy

Penulis/Pewarta: Liana
Editor: Red
© sinarpaginews.com 2021