6 Buah Pantangan Asam Lambung yang Sebaiknya Dihindari

Destinasi - Senin, 10 Januari 2022

220110055030-6-bua.jpg

SINARPAGINEWS.COM, KESEHATAN - Buah kaya akan kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Meski begitu, ada beberapa buah pantangan asam lambung yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya jika Anda menderita GERD. Hal ini karena buah-buahan tersebut dapat meningkatkan produksi asam di lambung.

Penyakit asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) terjadi ketika asam lambung bergerak ke kerongkongan dan memicu berbagai gejala, seperti nyeri ulu hati (heartburn), sulit menelan, maag, mual, kembung, dan sakit tenggorokan. Diperkirakan sekitar 15–19% orang di seluruh dunia mengalami penyakit ini.

Agar GERD tidak semakin parah, penderita penyakit ini perlu menjauhi beberapa makanan dan minuman, seperti makanan berlemak, makanan pedas, daun mint, minuman bersoda, dan minuman beralkohol.

Selain itu, beberapa buah pantangan asam lambung juga sebaiknya dihindari agar tidak meningkatkan produksi asam di lambung yang dapat memicu atau memperberat gejala penyakit asam lambung.
Buah Pantangan Asam Lambung

Jika memiliki penyakit asam lambung, Anda sebaiknya lebih selektif saat mengonsumsi makanan tertentu, termasuk buah-buahan. Berikut ini adalah beberapa jenis buah pantangan asam lambung yang sebaiknya Anda jauhi:
1. Jeruk

Buah sitrus, seperti jeruk, jeruk nipis, dan lemon, memang tinggi akan vitamin C. Namun, buah ini juga banyak mengandung asam, sehingga dapat memicu kambuhnya gejala penyakit asam lambung, seperti mual dan nyeri ulu hati.

Meski jeruk merupakan buah pantangan asam lambung, Anda tetap bisa mengonsumsinya dalam jumlah sedikit. Selain itu, untuk mengurangi keasamannya, Anda juga bisa minum air putih atau air alkali saat makan jeruk atau jenis buah sitrus lainnya.
2. Tomat

Sama seperti jeruk, buah tomat dan olahannya, seperti saus dan jus tomat, juga menjadi salah satu buah pantangan asam lambung. Hal ini karena tingginya kandungan asam di dalam tomat yang dapat memicu gejala GERD dan mengiritasi lapisan dinding lambung dan kerongkongan.
3. Apel hijau

Apel hijau umumnya memiliki rasa yang lebih asam dibandingkan apel merah, sehingga menjadi buah pantangan asam lambung. Asam yang tinggi pada buah apel hijau inilah yang dapat memicu peningkatan kadar asam lambung serta berisiko memicu dan memperparah gejala penyakit asam lambung.
4. Nanas

Sebagian penderita penyakit asam lambung tidak merasakan kekambuhan gejala setelah makan nanas, tetapi terkadang ada juga pasien GERD yang bisa mengalami kekambuhan gejala setelah mengonsumsi buah ini.

Faktanya, nanas merupakan buah yang cukup asam dengan kandungan pH sekitar 3–4. Oleh karena itu, jika Anda memiliki penyakit asam lambung, sebaiknya batasi konsumsi buah nanas, ya.
5. Cokelat

Cokelat menjadi buah pantangan asam lambung karena mengandung kafein dan bahan kimia methylxanthine yang dapat memicu GERD.

Kafein diketahui dapat menyebabkan heartburn. Sementara itu, methylxanthine terbukti dapat membuat otot-otot di katup atau cincin kerongkongan bagian bawah menjadi lebih lemah, sehingga makanan atau asam lambung bisa mudah naik kembali ke kerongkongan.
6. Cabe

Cabe merupakan salah satu jenis buah yang menjadi pantangan bagi penderita asam lambung. Hal ini karena zat capsaicin pemberi rasa pedas pada cabe bisa menyebabkan iritasi di dinding lambung serta meningkatkan produksi asam lambung.

Jika dikonsumsi berlebihan, cabe bisa memicu atau memperparah gejala asam lambung.

Jika belum bisa sepenuhnya menghilangkan buah pantangan asam lambung dari menu harian Anda, cobalah batasi konsumsinya. Selain itu, sebisa mungkin coba hindari konsumsi buah-buahan di atas sebelum tidur.

Sebagai gantinya, Anda dapat memilih buah-buahan yang baik dikonsumsi oleh penderita penyakit asam lambung, seperti pisang, melon, alpukat, dan semangka.

Anda juga dapat menambahkan sayuran hijau, kacang-kacangan, jahe, teh chamomile, dan oatmeal ke dalam menu harian, untuk mencegah peningkatan produksi asam di lambung.

Penderita penyakit asam lambung juga perlu memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi. Konsumsi makanan dalam jumlah sedikit dan lebih sering dapat mengurangi tekanan di lambung. Selain itu, pastikan Anda makan secara perlahan dan mengunyah dengan tepat, untuk mencegah iritasi lambung dan kerongkongan.

Sumber: ALODOKTER.

Penulis/Pewarta: Red
Editor: Red
© sinarpaginews.com 2022