Urgensi Agent Of Change Bisnis Gigital-FEB UPS Tegal Menuju 3 Tantangan Besar Revolusi Indutri 4.0

Urgensi Agent Of Change Bisnis Gigital-FEB UPS Tegal Menuju 3 Tantangan Besar Revolusi Indutri 4.0 Dok SPN Dr. Mahben Jalil, SE., MM., Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal

SINARPAGINEWS,TEGAL - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. Teknologi internet yang semakin masif tidak hanya menghubungkan jutaan manusia di seluruh dunia tetapi juga telah menjadi basis bagi transaksi perdagangan dan transportasi secara online. Munculnya bisnis transportasi online seperti Gojek, Uber dan Grab menunjukkan integrasi aktivitas manusia dengan teknologi informasi dan ekonomi menjadi semakin meningkat.

Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah, deskripsi di atas menggambarkan bahwa revolusi industri 4.0 akan merambah ke segala sendi ekonomi. Konsep digitalisasi ekonomi dominan menggunakan teknologi canggih dalam kegiatan ekonominya, akhirnya tenaga manusia yang notabene sebagai penyerap tenaga kerja menjadi terkesampingkan dan negara berkembang yang tidak mampu bersaing ekonominya akan memburuk akibat tingginya jumlah pengangguran.

Tantangan ini perlu dijawab Bisnis Gigital-FEB UPS Tegal sebagai salah satu pengembanag pengetahuan dengan tujuan meningkatkan kompetensi terutama penguasaan teknologi komputer, keterampilan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama secara kolaboratif, dan kemampuan untuk terus belajar dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Disinilah peran mahasiswa yang tidak hanya sebagai penikmat dari kemudahan akses di era modern ini tetapi, bagaimana mahasiswa menyikapi sebuah revolusi industri.,dan mahasiswa dapat memperoleh manfaat dari digitalisasi ekonomi saat ini, untuk mengantisipasi revolusi industri 4.0.

Kedepan meningkatkan daya saing sumber daya manusia, kita tidak lagi berkompetisi dengan sesama orang Indonesia saja tetapi juga bersaing dengan talenta asing lainnya. Ini adalah tanggung jawab lembaga sebagai penghasil intelektual menuju generasi penerus Indonesia untuk melengkapi diri dengan bakat kompetitif melalui program pendidikan yang kompetitif melalui program study Bisnis Gigital-FEB UPS Tegal.

Dengan memasuki revolusi industri 4.0, persaingan akan berada di level yang berbeda dari sebelumnya. maka tanggung jawab lembaga pendidikan tinggi FEB UPS Tegal memiliki peran aktif untuk berkontribusi sebaik mungkin guna membela perekonomian Indonesia yang akan menikmati manfaat dari pertumbuhan ekonomi.
Sebagai Agent Of Change, Seorang mahasiswa di haruskan berperan aktif dalam hal pengabdian masyarakat, dengan turun langsug kelapangan dan merubah mindset konsumtif menjadi produktif dalam kegiatan ekonomi. Mahasiswa dalam kiprahnya menjadi instrumen penting dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan tinggi, yaitu sebagai pendidik, pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat. Pada akhirya, saat ini masyrakat membutuhkan preran mahasiswa guna menjaga stabilitas ekonomi menengah kebawah di era "serba mesin" ini. Mahasiswa harus kembali ke jati dirinya yang mampu menjadi Agent of Change, Agen Of Analisys dan Agen Of Cantrol supaya makasimal dalam mencapai cita-sita bangsa yaitu untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta memerdekakan rakyat Indonesia dari segala hal dalam kehidupan. Tantangan ini perlu dijawab dengan peningkatan kompetensi terutama penguasaan teknologi komputer, keterampilan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama secara kolaboratif, dan kemampuan untuk terus belajar dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Tiga hal yang dihadapi BG-FEB UPS Tegal, antara lain Era Big Data, Era IT dan Komunikasi yang Tumbuh secara Eksponensial, Era Otomatisasi Robotik dan Sensorik. Sekarang ini data menjadi hal yang sangat penting terutama bagi para pebisnis dan para pelaku data, terjadi peningkatan tajam dalam hal pengelolaan data dan cara mendapatkan data. Dalam pengelolaan data misalnya, jika dulu kita masih disibukkan dengan data-data yang sifatnya paperles, kini data-data tersebut diolah ke dalam bentuk digital. Hal tersebut didukung dengan murahnya penyimpanan-penyimpanan data, bahkan bisa dibilang gratis karena ada layanan penyimpanan gratis seperti google drive, dropbox dan masih banyak lagi.

Dalam segi perolehan data juga sangat-sangat cepat dengan adanya internet, bahkan data bisa kita akses secara real time setiap harinya. Kita bisa mengakses data-data seperti harga saham, harga emas, nilai tukar, apa yang sedang trend, kueri penulusuran google. Termasuk berita-berita dari seluruh penjuru dunia juga bisa kita update dalam hitungan detik, karena data adalah sama dengan informasi.

1. ERA Big Data
Big Data tersebut akan menjadi sangat menguntungkan apabila dioptimalkan pengelolaannya. Kok bisa begitu? Big data tersebut akan sangat mempengaruhi nasib bisnis kedepannya, setiap perusahaan dituntut untuk tanggap dan responsif dengan kondisi ekonomi terkini, Sebagai contoh, ketika nilai tukar rupiah melemah maka daya beli masyarakat akan turun. Lalu apa yang perlu perusahaan lakukan dengannya? Contoh lain adalah, dengan data penlusuran google dan google trend kita tahu apa yang sedang booming di pasar. Dengan begitu kita dapat memanfaatkannya dalam strategi pemasaran terpadu yang akan dilakukan.

Ada setidaknya 3 tantangan dalam hal big data ini, tantangan pertama adalah bagaimana mengolah data/informasi yang dioptimalkan untuk membuat keputusan terkini, tantangan kedua adalah terkait kualitas data, dan yang terakhir adalah kerahasiaan data. Kita akan jawab tantangan ini dalam Literasi data dibawah ini.
2. Era IT dan Komunikasi yang Tumbuh secara Eksponensial
Teknologi memang menjadi faktor penyebab mengapa revolusi industri 4.0 ini terjadi. Di berbagai sendi kehidupan teknologi berkembang begitu pesatnya bahkan berkali-kali lipat (eksponensial) mulai dari teknologi transportasi, teknologi medis dan teknologi informasi & komunikasi yang akan kita bahas di point ini.
Computing power (tenaga komputasi) salah satu teknologi komputer yang mengalami perkembangan secara eksponensial, komputer merupakan alat untuk mengolah data layaknya kalkulator yang berfungsi untuk membantu manusia dalam menghitung. Jika dulu komputer besarnya hampir satu kamar, kini komputer semakin kecil tapi memiliki power yang luar biasa. Sebuah komputer mampu menjalan berbagai macam tugas secara bersamaan. Tentu saja teknologi komputer ini membawa dampak yang besar bagi sektor industri. Seperti muncul berbagai software-software yang sangat membantu pekerjaan manusia. Begitu juga dengan handphone yang sekarang sudah eranya smartphone, yang dengan smartphone tersebut orang dapat berkomunikasi, memantau bisnisnya bahkan dapat berjualan/berbisnis melalui smartphonenya.
Tentu saja hal tersebut juga didukung dengan teknologi internet yang kian maju. Internet membuka jalan dan batas-batas negara sehingga orang bebas berkomunikasi dan bertukan nformasi/pengetahuan tanpa terbatas jarak dan waktu (Internet of Things). Proses komunikasi begitu cepat dan mudah, menjadikan internet sebagai kebutuhan baru bagi manusia. BTW, rasa-rasanya baru kemarin merasakan cepatnya teknologi 4G, ehhhh bentar lagi sudah digadang-gadang muncul teknologi 5G. Seberapa cepat ya 5G ini? Jadi penasaran nihh..

Adanya komputer, smartphone dan internet ini menyebabkan terjadinya perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat. Mereka akan memanfaatkan semua itu untuk memenuhi kebutuhan sebagai seorang manusia, seperti kebutuhan berinteraksi dan kebutuhan dasar manusia (makan, jual beli dll). Kondisi yang sebenarnya belanja online menjadi trend gaya hidup saat ini. Hingga kemudian munculah istilah-istilah seperti marketplace, toko online, ekonomi digital, digital marketing (marketing 4.0), internet marketing, bisnis online dan masih banyak lagi.

Tentu ini menjadi tantangan baru bagi setiap perusahaan untuk beradaptasi dengan ekonomi digital dalam revolusi industri 4.0. Ada satu tantangan yang berkaitan dengan teknologi khususnya kaitannya dengan dunia digital seperti smartphone, komputer maupun internet antara lain digital marketing menjadi hal yang wajib dilakukan oleh perusahaan di tengah persaingan yang begitu ketat dalam luasnya pasar online. Dengan kata lain, perusahaan wajib Go-Online di era industry 4.0 ini. Kita akan bahas lebih lanjut dalam literasi teknologi di bawah ini.

3. Otomatisasi, Robotik dan Sensorik.
Teknologi memang memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi kemajuan peradaban manusia, di era revolusi industri 4.0 akan terjadi otomatisasi di semua sektor bisnis. Otomatisasi merupakan penggantian peran manusia dalam setiap proses produksi, bahkan tidak hanya proses produksi dalam manajerial seperti pencatatan keuangan (akuntan), teller bank, pelayan Pom Bensin dll juga akan tergantikan oleh mesin ataupun software komputer. Suatu saat mungkin akuntan tidak diperlukan sebanyak saat ini, karena penggunaan komputer yang membuat laporan keuangan akan terbuat secara otomatis. Begitu dengan layanan seperti bank, sekarang kan sudah modelnya isi saldo sendiri melalui atm, iya kan? Dari sektor industri juga demikian lhoo, banyak mesin-mesin seperti mesin pemotong hewan otomatis, mesin panen otomatis dan masih banyak lagi. Otomatisasi ini juga didukung oleh penggunaan mesin berbasis robotik dan sensor.
Tentu ini menjadi tantangan yang besar bagi seluruh umat manusia, yang mana peran manusia dalam kegiatan produksi akan mulai tergantikan oleh adanya mesin dan robot. Apakah nantinya akan membuat pengangguran semakin meningkat? Emmm, rasa-rasanya kita perlu strategi baru untuk mengatasi hal ini. Literasi Baru Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0 Beberapa tantangan berat sudah saya sebutkan di atas, lantas bagaimanakah sikap kita dalam menjawab tantangan-tangan revolusi industri 4.0 di atas? Saya juga membaginya kedalam 3 sub untuk memudahkan dalam penjelasan.
Mengapa menggunakan kata LITERASI?? Literasi berasal dari bahasa literatus yang memiliki arti belajar. Awalnya, literasi ini merupakan ungkapan untuk menggambarkan sebagai sebuah kemampuan untuk membaca dan menulis. Karena memang dulu utamanya adalah orang bisa membaca dan menulis.
Tapi seiring berkembangnya IPTEK juga timbul paradigma-paradigma baru tentang literasi, bahwa saat ini literasi tidak hanya digunakan untuk menggambarkan kemampuan membaca dan menulis saja karena manusia saat ini bisa membaca dan menulis tidaklah cukup. Harus paham sedikit-sedikit tentang ekonomi, politik, sosial, budaya dan teknologi. Maka dari itulah kemudian muncul berbagai istilah literasi baru seperti literasi ekonomi, literasi politik, literasi media, literasi digital dan masih banyak lagi.
Jika literasi berarti belajar yang menggambarkan sebuah kemampuan, maka kaitannya dengan literasi baru revolusi industri 4.0 adalah sebuah upaya dalam melihat, memahami, menganalisis kondisi revolusi industri 4.0 guna kemaslahatan pribadi dan bersama. Dengan kata lain literasi baru merupakan sebuah solusi dalam menjawab tantangan revolusi industri 4.0 agar kita tidak tertinggal dengan mereka yang sudah melaju duluan. Ketiga literasi ini saling berhubungan satu sama lain, dibutuhkan literasi manusia untuk memahami literasi data dan menerapkannya kedalam literasi teknologi. Manusia juga butuh teknologi untuk mencari data.

Saya sih berharap, literasi dibawah ini dapat juga menjadi pembuka jalan pikiran kalian semua untuk menemukan literas-literasi lain yang lebih baru dan lebih kompatibel dengan situasi saat ini. Di era digital ini manusia harus lebih peka dengan kondisi pasar, mereka harus melek informasi agar tidak kudet (kurang update) dan dikira kuno, apalagi data-data atau informasi ini dapat menjadi peluang yang sangat besar bagi bisnis kalian jika kalian ingin memanfaatkannya. Begini nih realnya. Tren akan sangat mempengaruhi selera pasar konsumen, apalagi kaum millennials yang sangat respect dengan trend, mereka berkata ngga keren kalau ngga ngetrend. Tren kadang jadi ukuran bagi mereka dalam memutuskan suatu produk yang akan mereka beli, minimal jadi pertimbanganlah.

Perubahan dalam dunia politik, ekonomi, sosial maupun budaya sangat mempengaruhi hidup sebuah bisnis. Misalnya, perubahan regulasi (politik) di Indonesia harus Anda sikapi dengan bijak, ketika adanya Undang-Undang tentang IU melalui OSS (Online Single Submission) tentu harus segera kita lakukan untuk menvalidasi usaha yang kita geluti. Begitu juga dengan kondisi ekonomi, ketika terjadi gejolak ekonomi atau ekonomi yang lesuh maka membuat daya beli masyarakat semakin menurun. Pertanyaannya, darimanakan informasi-informasi tersebut kalian dapatkan kalau tidak dari berita??

1. Literasi Data / Melek Informasi
Era big data telah hadir, tinggal bagaimana kita menyikapinya dan menyusun strategi agar mampu mengelola big data tersebut menjadi sebuah peluang yang menguntungkan. Data menjadi faktor pertimbangan bagi setiap orang untuk memutuskan kebijakan, bahkan nilainya sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Literasi data digambarkan sebagai sebuah kemampuan dalam membaca, menganalisis dan menggunakan informasi (big data). Di era digital ini dinilai literasi data masih kurang, belum banyak orang yang mampu untuk membaca, menganalisis dan menggunakan data untuk mendukung bisnisnya. Literasi data juga bisa dikatakan sebagai Melek Informasi. (Manfaatkan trend, Data konsumen sangat penting, Pentingnya berita dan Manfaatkan tools gratis).

2. Literasi Teknologi / Melek Digital
Literasi teknologi mencakup kemampuan seseorang dalam mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi. Mengoperasikan berarti berhubungan dengan penggunaan atau hal teknis, seperti bagaimana menggunakan komputer, smartphone, mesin atau teknologi lainnya. Sementara memanfaatkan lebih ke digunakan untuk apa komputer tersebut, digunakan untuk apa smartphone tersebut.

Betapa pentingnya kita mampu menggunakan teknologi di era digital ini. Ketika industri-industri lain sudah menggunakan mesin-mesin canggih untuk produksinya, masihkah kita bertahan dengan mesin-mesin tradisional. Ketika yang lain sudah bertransformasi ke online marketing, masihkah kita menggunakan gaya lama?
Tentu tidak kan, kita sekarang harus benar-benar Melek Digital, harus Go-Online mau tidak mau. Rasa-rasanya kuno jika perusahaan kita tidak memiliki website dan sosial media. Ketika orang butuh informasi tentang perusahaan kita, kemana mereka mencari? Jawaban paling tepat adalah kalau tidak di website ya di sosial media.
Pasar kerja membutuhkan kombinasi berbagai skills yang berbeda dengan yang selama ini diberikan oleh sistem pendidikan tinggi (Marmolejo, World Bank, 2017).

Saya meyakini apa yang dikatakan oleh Pak Marmolejo benar adanya, bahwa kebutuhan skills tenaga kerja saat ini sudah berbeda dengan yang apa yang dibutuhkan beberapa tahun silam. Kondisi saat ini tentu saja jauh berbeda dengan dulu.
Untuk itulah diperlukan pembangungan SDM yang juga harus direvolusi untuk mendukung era baru ini. Satu-satunya pembangunan SDM yang paling dominan adalah dunia Pendidikan. Pendidikan memegang peranan yang sangat besar dalam mencetak tenaga kerja yang berkompeten. Namun Pendidikan masih perlu disesuiakan agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan kerja saat ini.
Dengan kata lain perlu adanya relevansi antara pendidikan dan pekerjaan, perlu adanya penyesuaian dunia pendidikan dengan dunia kerja. Penyesuaian dalam pendidikan diharapkan mampu mencetak lulusan yang berkompeten dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pasar kerja saat ini. Lalu tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan pasar kerja saat ini?
Indonesia perlu meningktkan kualitas tenaga kerja dengan teknologi digital (Parray, ILO, 2017).Kembali lagi ke ranah digital, mau tidak mau memang dunia digital harus dipahami. Tidak hanya pelaku bisnis saja seperti saya. Tetapi semua orang juga harus melek digital, karena melek digital cepat atau lambat akan menjadi stadarisasi bagi orang yang akan mencari kerja. Selain dunia pendidikan yang utamanya, sebagai manusia yang berfikir tentu saja kita bisa belajar secara mandiri. Apalagi dengan eranya big data semua bisa kita dapat secara mudah dan cepat, kita bisa belajar melaui internet, website, dan juga YouTube.

Dalam revolusi industri 4.0, setiap pribadi diharapkan memiliki jiwa dan kepribadian yang mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Beberapa yang harus ada dalam setiap diri di era revolusi industri 4.0 ini adalah : (Kecerdasan Spiritualitas, Kompeten, Kreatif dan Inovatif, Berfikir Kritis dan Sistemik, Komunikasi Yang Baik, Kepemimpinan dan Kerja Tim) Salah satu soft skills paling dominan adalah kepemimpinan. Perlu keahlian dalam menjadi pemimpin. Di era baru ini, setiap pribadi diharapkan mampu memiliki jiwa kepemimpinan dan kerja tim yang solid.

Dan yang pasti, negara kita butuh manusia-manusia pantang menyerah yang terus menerus belajar memberikan kontribusi terbaiknya untuk bangsa dan negara.(*)

Oleh:  Dr. Mahben Jalil, SE., MM.
Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar