Ketua PGRI Kota Sukabumi Motivasi 62 Persen Guru Non PNS agar tetap Berkarya

Ketua PGRI Kota Sukabumi Motivasi 62 Persen Guru Non PNS agar tetap Berkarya Dok SPN Saepurohman Udung, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Sukabumi

SINARPAGINEWS.COM, SUKABUMI KOTA - Perbandingan Guru PNS dan Non PNS di Kota Sukabumi sangat jauh berbeda, sekitar 62 persen adalah Guru Non PNS. Mereka kini diperjuangkan untuk masuk dalam ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru.

''Jumlah guru di Kota Sukabumi sekitar 3.200 lebih, mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA,'' ujar Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sukabumi, Saepurohman Udung kepada Wartawan (23/11) lalu.

Hal ini disampaikannya menjelang momen Hari Guru Nasional (HGN) tepatnya pada 25 November 2021. Menurut Saepurohman, dari jumlah guru tersebut sekitar 62 persen diantaranya adalah guru non PNS. Keberadaan guru Non PNS ini paling banyak di sekolah swasta.

Selain itu cukup banyak di tingkatan sekolah dasar (SD), sebab keberadaannya harus ada karena sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Pemerintah lanjut Saepurohman, memahami kondisi ini tetapi karena faktor pembiayaan belum bisa menikmati seperti yang lain. Sehingga PGRI telah melakukan audiensi dengan DPRD Kota Sukabumi yang menangani pendidikan, dan Walikota Sukabumi yang memberikan perhatian kepada guru serta mengundang anggota DPR RI agar ada pencerahan.

''Sama-sama sarjana dan berbuat, namun belum merata atau seimbang dalam penghasilannya. Sehingga kami membesarkan hatinya dan mendorong kompetensinya dan diangkat menjadi ASN PNS atau ASN P3K,'' katanya.

Hal ini karena sesuai dengan tujuan dari berdirinya PGRI sebagai organisasi perjuangan, ketenagakerjaan dan profesi, mempunyai harapan dengan visi berbakti, berbagi dan berprestasi.

Disisi lain lanjutnya, PGRI memberikan angin dan harapan segar bagi warga. Tujuan finalnya yakni meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai cara. Berbakti selaras dengan tujuan visi dan misi walikota dan sebagai organisasi profesi harus bisa meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Harapannya anggota PGRI memiliki kualitas kompetensi dalam melindungi guru dan peserta didik.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar