Oman Negara Kaya yang Tidak Suka Menonjolkan Kekayaannya

Oman Negara Kaya yang Tidak Suka Menonjolkan Kekayaannya

SINARPAGINEWS.COM, OMAN - Sebuah negara yang terletak di ujung timur Semenanjung Arab, telah menjadi sorotan internasional karena pendekatannya yang unik terhadap kemakmuran dan perkembangan ekonomi.

Berbeda dengan tetangganya, Uni Emirat Arab yang terkenal dengan kemegahan dan modernitasnya, Oman memilih untuk mempertahankan kesederhanaan dan nilai-nilai tradisional dalam menjalani kehidupan.

Sultan Oman, yang dikenal sebagai mendiang Sultan Kobus yang wafat pada tahun 2020, memiliki tekad yang kuat untuk melindungi keindahan alam Oman.

Beliau memimpin dengan visi untuk menjaga harmoni antara budaya tradisional dan modernitas, serta untuk mencegah ketimpangan sosial dan ekonomi yang dapat timbul dari pembangunan yang tidak terkontrol.

Salah satu kebijakan yang mencerminkan pendekatan Oman terhadap pembangunan adalah pembatasan tinggi bangunan hingga maksimal 5 lantai.

Hal ini bertujuan untuk mempertahankan keindahan alam dan lanskap, serta mencegah ketimpangan sosial yang dapat terjadi jika pembangunan yang berlebihan hanya dinikmati oleh segmen tertentu dari masyarakat.

Bahkan keluarga dengan ekonomi rendah memiliki rumah sendiri dan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan secara gratis.

Pendapatan rata-rata rumah tangga di Oman juga mengalami peningkatan yang signifikan, mencerminkan kemajuan ekonomi yang dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

Namun, di tengah kekayaan dan kemakmuran yang terlihat jelas, Oman juga dihadapkan pada tantangan yang sama dengan negara-negara Arab lainnya, yaitu ketergantungan yang berlebihan pada sumber daya alam, terutama minyak.

Sultan Kobus telah mengambil langkah tegas untuk mengurangi ketergantungan Oman pada sektor minyak dengan mengembangkan ekonomi alternatif yang kuat, termasuk perdagangan ikan, produksi kurma, sektor pertanian, dan pariwisata.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar