3 Mahasiswa Prodi Teknik Mesin FTIK UPS Juara Lomba Krenova Jateng

3 Mahasiswa Prodi Teknik Mesin FTIK UPS Juara Lomba Krenova Jateng Dok Humas

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL - Tiga Mahasiswa prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Pancasakti Tegal (UPS) Memenangi Lomba Krenova JawaTengah (Jateng) Juli 2024.


Karya mesin buatan dari tiga mahasiswa ini yakni “MEVABA” Teknologi pembersih komponen kendaraan berbahan dasar loga memenangi Lomba Krenova Tingkat Jawa Tengah (Jateng) dari seluruh karya krenova yang mengikuti, proposal yang masuk dalam Lomba Krenova dan Penjaringan Inovasi Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024 ini sebanyak 329 usulan temuan/inovasi.


MEVABA karya dari Hananta Rindra Yudistira, Hikmatyar Rabbani dan Muhammad Nur Falah dengan dosen pembimbing dari Hadi Wibowo, ST., MT. dan Galuh Renggani Wilis, ST., MT, mejadi Pemenang Utama lomba Krenova dan Penjaringan Inovasi Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024 dan memperoleh Piala, piagam penghargaan dan uang Pembinaan sebesar Rp 10 Juta.


Karya para pemenang juga diikutkan dalam kegiatan Pameran Produk Inovasi (PPI) Jawa Tengah 2024 yang digelar tanggal 9 - 11 Juli 2024 di Alun-alun Cilacap. 


Sejumlah karya inovatif akan dipamerkan dalam ajang tersebut. Ajang rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jateng sejak 2010 merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan produk inovasi melalui pameran.  


Pameran tersebut diadakan sebagai ajang penyebarluasan informasi dan hilirisasi berbagai produk inovasi teknologi agar memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.


Mevaba merupakan suatu alat yang digunakan untuk membersihkan permukaan logam komponen kendaraan yang profilnya tidak dapat dijangkau dengan metode pengamplasan.


Mevaba menggunakan metode semprotan tekanan tinggi dengan pencampuran pasir silika dan air. Hasil penyemprotan pada permukaan logam telah diuji tingkat kekasaran dan lebih baik dari metode sebelumnya. Produk serupa di pasaran diperjual belikan dengan harga Rp 20 juta lebih sedangkan alat Mevaba ini di buat dengan biaya Rp 7 juta.(hid/adv).

Editor: A.Wahidin

Bagikan melalui:

Komentar