Tutup Pelatihan SPIP Integratif, Irjen Harapkan Implementasi SPIP Terintegrasi di Setiap Kantah

Tutup Pelatihan SPIP Integratif, Irjen Harapkan Implementasi SPIP Terintegrasi di Setiap Kantah

JAKARTA,  - Inspektur Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sunraizal tutup kegiatan Pelatihan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Integratif di lingkungan Kementerian ATR/BPN pada Jumat (25/02/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian ATR/BPN melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) bersama Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan Badan Pengawasan dan Pembangunan (Pusdiklatwas BPKP) dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Pelatihan yang dimulai pada Senin (22/02/2021) merupakan pelatihan teknis substansi yang diikuti oleh 30 orang peserta dari Kementerian ATR/BPN bertujuan untuk mengembangkan kompetensi teknis bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Tujuan khusus dari kegiatan ini, yaitu untuk meningkatkan pemahaman peserta agar dapat menerapkan SPIP secara terintegrasi di organisasi masing-masing.

Dalam sambutan penutupannya, Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN, Sunraizal mengucapkan selamat kepada para peraih nilai tertinggi dari pelatihan ini. Dia berharap agar kedepannya pelayanan kepada masyarakat terus meningkat. “Yang penting inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar terus diciptakan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan pada masyarakat, sejalan dengan reformasi birokrasi yang tujuan kita adalah untuk memberikan pelayanan publik pada masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Sunraizal mengharapkan bahwa peserta pelatihan agar dapat mengimplementasikan materi dari pelatihan yang telah dilakukan selama 5 hari ini di setiap unit kerja masing-masing, agar level maturitas SPIP di lingkungan Kementerian ATR/BPN semakin meningkat. “Saya yakin setelah mengikuti pelatihan ini pemahaman mengenai pengertian, unsur dan pemahaman mengenai SPIP semakin meningkat. Saya harap saudara-saudara dapat mengimplementasikan dan membangun SPIP di lingkungan unit kerja masing-masing sehingga diharapkan secara keseluruhan level maturitas SPIP-nya terus meningkat,” tuturnya.

Materi yang dirancang untuk pelatihan ini meliputi Overview Penyelenggaraan SPIP, Konsep Sub-Unsur Pengendalian, Control Enviroment Evaluation, Analisis Tujuan, Rencana Tindak Pengendalian, Konsep Penilaian Risiko, Identifikasi Resiko dan Analisis Risiko, Konsep Kegiatan Pengendalian dan Konsep Infokom, Evaluasi dan Perumusan Existing Control, Perumusan Informasi dan Komunikasi, Penyempurnaan Kebijakan dan Monitoring Kegiatan SPIP. Berdasarkan hasil post test, selama lima hari kerja pelatihan ini, diperoleh tiga nama peserta dengan nilai tertinggi yaitu Setyo Anggraini dari Kantor Pertanahan Kota Cirebon, Sinta Purwitasari dari Ditjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, serta Riyadi dari Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat.

Salah seorang peserta pelatihan tersebut, Hiskia Simarmata dari Kantah Jakarta Utara menuturkan, dengan adanya pelatihan ini dia menyadari bahwa masih banyak hal yang mesti dibenahi dalam melakukan pelayanan pertanahan. “Kami merasakan banyak masukan untuk ke depan terutama dalam pelayanan masyarakat, menjaga konsistensi pelayanan, adanya pengendalian untuk seluruh stakeholder dan seluruh pelayanan di kantor pertanahan,” ungkapnya. 

Editor: wry

Bagikan melalui:

Komentar