Melati Erzaldi: Tidak Hanya Slogan, Bangga Buatan Indonesia Butuh Aksi

Melati Erzaldi: Tidak Hanya Slogan, Bangga Buatan Indonesia Butuh Aksi Dok

SINAR PAGI NEWS, PANGKALPINANG - Bangga buatan Indonesia, bukan hanya slogan namun dibutuhkan aksi nyata dari setiap kita. Dukungan atas produk buatan Indonesia jadi salah satu strategi pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang masih belum usai. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi mengajak masyarakat untuk menggunakan produk buatan Indonesia khususnya produk lokal Bangka Belitung.

"Ini saatnya kita jadi pahlawan untuk sesama. Mulailah dari hal-hal kecil seperti misalnya mengunakan produk-produk Bangka Belitung untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya saat membuka Kegiatan Karya Kreatif Indonesia yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung di Transmart, Pangkalpinang, Jumat (26/3/2021).

Menyemangati pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Ibu Melati Erzaldi menuturkan pandemi sangat berdampak pada UMKM, mulai dari penurunan omzet hingga penurunan jumlah produksi yang mengakibatkan lesunya perekonomian. Hal ini tentu saja tidak bisa diabaikan,dibutuhkan sinergi semua pihak untuk memulihkannya.

"Kita punya kekuatan, produk-produk UMKM kita berkualitas. Untuk mendukung produk lokal kita, Gerakan Bangga Buatan Indonesia yang telah dicanangkan pada 14 Mei 2020 oleh Presiden RI. Gerakan ini merupakan aksi pemerintah untuk mendukung UMKM agar mampu bertahan dan terus berkarya," ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Melati Erzaldi mengapresiasi komitmen Bank Indonesia serta mitra-mitra Dekranasda dalam memberi pendampingan hingga bantuan modal bagi pelaku UMKM di Bangka Belitung.

"Bank Indonesia telah banyak melakukan terobosan sebagai salah satu bentuk sinergi guna menambah pilihan bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan pengetahuan, memotivasi diri, meningkatkan kreativitas dan meyakinkan diri bahwa mereka tidak sendiri dalam berusaha," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, Tantan Heroika mengatakan UMKM saat ini menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional.

"Selaku mitra pemerintah, Bank Indonesia turut membantu meningkatkan skala ekonomi dan nilai tambah pada produk UMKM. Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga berupaya meningkatkan kapasitas UMKM mulai dari sisi produksi, manajemen hingga pemasarannya," ungkapnya.

Pada waktu yang sama, Tantan juga mengajak masyarakat untuk mulai beralih dari penggunaan pembayaran tunai ke non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Tantan menuturkan metode pembayaran ini dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.

Usai memberi sambutan, Melati Erzaldi dan Tantan Heroika beserta tamu undangan mengunjungi booth/stan pameran UMKM sekaligus mencoba penggunaan QRIS dalam bertransaksi. Terlihat Melati Erzaldi beserta tamu undangan tertarik hingga membeli beberapa produk UMKM menggunakan QRIS.(spn/babel).

Editor: wry

Bagikan melalui:

Komentar