Ciri Orang Yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Ciri Orang Yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Sumarno, SE, M.Si. Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal

SINARPAGINEWS, TEGAL - Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh akan keberkahan seribu bulan. Pada saat itu, siapa yang meminta akan dikabulkan permintaannya. Tentu dengan berdoa bersungguh-sungguh, doa kalian akan diijabah. Malam Lailatul Qadar juga dipercaya sebagian ulama sebagai waktu pertama kali Al-Quran diturunkan.

Tepatnya pada malam kemuliaan. Nabi SAW bersabda, “Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah … Di bulan ini ada terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Ahmad dan Nasa’i).

Namun Nabi SAW bersabda, “Lailatul Qadar terdapat pada sepuluh malam terakhir… Malam tersebut adalah malam ganjil: sembilan, tujuh, lima, tiga atau malam terakhir.” (HR. Ahmad). Pada hadist Nabi SAW diriwayatkan oleh Imam Muslim, "Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Imam Muslim, 762).

Adapun riwayat dari Ibnu Abbas, Rasullulah SAW bersabda, "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan yang begitu menghangatkan dan menenangkan." (HR. Al Baihaqi).

Pada sebuah riwayat juga dijelaskan, "Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadan, melebihi kesungguhan Beliau di waktu lainnya. (HR. Muslim). Menurut sebagian besar ulama, malam Lailatul Qadar biasanya jatuh di malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan malam Lailatul Qadar datang di malam-malam genap. Para ahli agama beserta sejumlah periwayat hadis seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Abdullah Bin Umar, Abu Malik hingga Mujahid menyebutkan, penulisan takdir di lauhul mahfudz dalam setahun akan dirinci di malam Lailatul Qadar.

Bagi siapa saja yang senantiasa beribadah dengan tulus, mendirikan salat baik salat wajib maupun sunah, membaca Al-Quran berzikir hingga melakukan kebaikan lainnya akan mendapatkan kesejahteraan dan ketenangan. Hal ini sesuai dengan firman Allah S.W.T. dalam surat al-an'am ayat 162, yang artinya : Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam

Mereka yang senantiasa melaksanakan surat al-an’am ayat 162 dan menghidupkan malam Lailatul Qadar juga akan dijaga oleh para malaikat yang turun ke Bumi. Adapun tanda-tanda Lailatul Qadar (malam seribu bulan), adalah:
1. Matahari akan terbit dalam keadaan teduh, jernih dan seperti tidak ada sinar
2. Sinar matahari pagi tidak begitu cerah, namun teduh serta menenangkan
3. Udara tidak panas.

Tanda-tanda orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar yaitu :

1. Wajah bersinar
Orang yang sudah mengalami momen spiritual, biasanya memiliki aura yang memancar dari wajahnya, membuat siapa saja merasa nyaman dan teduh memandangnya. Orang dengan wajah ini hanya bisa didapatkan oleh orang yang diridhoi Allah SWT.

2. Tumaninah (Tenang)
Orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar akan merasakan ketenangan dan ketentraman serta lapang dada pada saat malam tersebut lebih banyak dari yang didapatkannya pada malam-malam selain malam Lailatul Qadar.

3. Sifat rendah hati
Karena selalu merasa kurang dalam beribadah, dan tidak sebanding dengan kekuasaan Allah SWT, maka orang yang mendapat lailatul qadar biasanya jauh dari sifat sombong dan selalu rendah hati. Perilaku ini tidak hanya kepada atasan, tetapi juga kepada bawahan tidak merasa selalu di atas dan meremehkan orang lain.

4. Orang yang salat mendapat kenikmatan
Orang yang salat akan mendapatkan kenikmatan yang lebih dalam salatnya dibanding dengan malam-malam selainnya.

5. Selalu merasa kurang dalam beribadah
Ini terus terjadi, padahal ia tidak pernah terlewat ibadah wajib maupun sunnah, semua telah dikerjakan dengan konsisten. Tapi, tetap saja ia selalu merasa kurang dalam beribadah. Kekurangan ini karena ia merasa tidak ada apa-apa dan merasa kerdil jika dibandingkan dengan kekuasaan sang pencipta. Sehingga ibadah yang dilakukan tidak sebanding dengan apa yang diberikan Allah SWT.

6. Selalu berusaha menjadi yang terbaik
Terbaik di sini maksudnya berusaha ingin jadi yang terbaik di mata Allah SWT maupun manusia. Biasanya ini dikategorikan dalam hal ibadah, juga karena sudah mengalami peristiwa spiritual yang luar biasa, maka keimanannya semakin bertambah. Tidak hanya dalam ibadah, tapi juga kesehariannya. Seperti lebih rajin dan ikhlas dalam bersedekah, serta menjauhi gibah. Ia juga mampu mengendalikan diri dan lebih toleran pada orang lain, tidak peduli golong, ras, suku, dan agama.

Ciri lain seseorang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar, yaitu:
1. akan melihat semua dengan terang di kegelapan malam.
2. dapat melihat seluruh benda dan makhluk di bumi bersujud hanya kepada Allah SWT.
3. Bisa mendengar suara malaikat dan semua tutur katanya.
4. Terkabul semua doa-doanya.



Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar