Mantan Pegawai Bank Sukses Menyusun Buku Ilmu Nahwu Shorof Metode Jari

Mantan Pegawai Bank Sukses Menyusun Buku Ilmu Nahwu Shorof Metode Jari

SINARPAGINEWS.COM - Ahmad Syahid Amrulloh mempelajari Ilmu Nahwu Shorof saat berusia 35 Tahun yang pada waktu itu masih aktif sebagai karyawan di sebuah bank swasta nasional dan telah beristri dengan dua orang anak telah sukses menyusun Buku Ilmu Nahwu Shorof Metode Jari.

Awal mulanya Ahmad Syahid Amrulloh,  bertempat di suatu ruangan di Masjid Itiqamah Jalan Taman Citarum yang berjarak sekitar 100 meter dari kantornya, Ia belajar kepada seorang guru yang waktu itu bertugas sebagai Marbot Mesjid Istiqamah sekitar dua kali sepekan sepulang beraktifitas kerja yang dijalaninya sekitar 5 bulan yaitu dari  bulanJanuari sampai dengan Mei 2007.

Sejak saat itu ia berkeingingan membuat suatu tulisan atau slide presentasi tentang Ilmu Nahwu Shorof yang bisa memudakan siapa saja yang ingin mempelajari kedua ilmu tersebut pada akhirnya ia bisa menyelesaikan pembuatan slide presentasi tersebut.

Adapun Metode Jari ini tercipta secara tiba-tiba yaitu pada saat awal tahun 2017 ketika penulis sedang mengajar Ilmu Nahwu Shorof kepada anak-anak usia SD dan SMP penghuni Panti Yatim Dhuafa LKSA Al Hikmah di Jalan Permai Raya Komplek Margahayu Permai Desa Mekarahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat

Saat itu ada seorang anak yang bertanya kepada penulis, bagaimana cara mudah memahami dan menghafal dhomir (kata ganti). Saat itu juga secara spontan, penulis langsung memperagakan jari jemari penulis untuk menerangkan tentang dhomir tersebut yang berjumlah 14 (empat belas). Uniknya sebelum pertanyaan tersebut terlontar, penulis sendiri belum mengetahui bagaimana kaitan jari-jemari dengan pelajaran dhomir. Alhamdulillah pada saat itu, para peserta dapat memahami apa yang penulis jelaskan.

Setelah kejadian itu,Ahmad Syahid Amrulloh  melakukan perenungan atas apa yang telah terjadi di kelas tersebut dan  pada akhirnya memaknai bahwa menggerakan jari jemari adalah ilham tentang suatu cara mempermudah ummat mempelajari Tata Bahasa Arab.

Selanjutnya terus mengkaji serta melakukan pengembangan bahwa jari-jemari dapat digunakan sebagai alat atau metode untuk memahami, menghafal dan menguasai pelajaran tashrif (perubahan kata Bahasa Arab) dan pelajaran Ilmu Nahwu Shorof lainnya, Alhamdulillaah Ahmad Syahid Amrulloh bersama timnya sukses menerbitkan buku perdananya " Ilmu Nahu Shorof Metode Jari Semudah Dzikrulloh" cara mudah dan cepat menguasai tata bahasa Arab.

Karakteristik buku ini adalah disusun berdasarkan pengalaman penulis sebagai pelajar yang telah mengikuti berbagai kursus bahasa Arab dan mengajarkannya di beberapa tempat, dengan uraian sebagai berikut

1. Materi disusun secara sistematis, memakai bahasa yang sederhana dalam penjelasan definisi-definisi dan mengkaitkannya dengan pelajaran bahasa Indonesia sehingga pembaca diharapkan dapat lebih mudah memahaminya.
2. Memadukan Ilmu Nahwu Shorof dalam sebuah bahasan dengan penyusunan materi secara berjenjang dimulai dari yang paling dasar serta dengan menggunakan media penyampaian berupa pola “Kotak Cerdas” sehingga dapat memudahkan pemahaman dan menguatkan hafalan.
3. Membahas beberapa kata keterangan dalam satu kalimat yang utuh sehingga diharapkan akan lebih mudah memahami fungsi dari masing-masing kata keterangan tersebut.

Buku ini tidak mencakup Tata Bahasa Arab secara keseluruhan karena diperuntukan bagi mereka para pemula dari berbagai kalangan. Namun demikian diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk melanjutkan pembelajaran ke materi yang lebih tinggi.

    Ahmad Syahid Amrulloh bersama Tim Metode Jari  Bersilaturahmi dengan Ketua MUI Kota Bandung

Tanpa disadari, buku ini telah melibatkan empat komponen Ormas Islam di Indonesia, walaupun dalam kapasitas sebagai individu. Para ahli dan tokoh da’wah yang telah berkenan untuk memberikan kata pengantar, yaitu :

1) Bapak Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Jawa Barat.
2) Bapak Prof. Dr. Tajul Arifin, MA; Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Jawa Barat.Sepengetahuan penulis,        Beliau merupakan jamaah Persatuan Islam (Persis).

3) Ustadz Muhammad Saifudin, Lc, M.Ag; Alumni Universitas Al Azhar Mesir; Pimpinan Ponpes Modern Sangen Sukoharjo Jawa Tengah; Penyusun        terjemah tafsir per kata Syaamil Quran. Sepengetahuan penulis, Beliau merupakan jamaah Muhammadiyah.
4) Ustadz Rustandi sebagai Editor atau pemeriksa buku. Beliau merupakan Lulusan Pesantren Al Musri’ Cililin Kabupaten Bandung pimpinan KH Ade     Komar dan Ponpes Warung Kondang Sukaraja Sukabumi pimpinan (Alm) KH. Ahmad Inayatillah (Aa Sepuh). Beliau penulis anggap sebagai               komponen Nahdlatul ‘Ulama (NU).

Sehingga Buku Ilmu Nahwu Shorof Metode Jari ini sebagai pengingat bahkan simbol bahwa Umat Islam di Indonesia harus bersatu. Penulis juga menjalin silaturahim dengan berbagai komponen, termasuk Majelis ‘Ulama Indonesia Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat dan mendapat dukungan positif. Prof. Dr. KH Rachmat Syafe’i, MA (Ketua Umum MUI Jawa Barat) mengatakan bahwa

Ahmad Syahid Amrulloh Bersama Tim Metode Jari Bersilaturahmi dengan Ketua Umum dan Sekretaris MUI Jawa Barat

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat Prof. Dr. KH. Rachmat Syafe’i, Lc., MA.   “Kami sangat bersyukur kepada Allah Swt dan berterima kasih kepada sodara Ahmad Syahid Amrulloh dan Timnya  serta penghargaan yang setinggi-tingginya yang secara individu sebagai komponen umat Islam Jawa Barat telah berhasil menyusun dan menerbitkan buku bejudul “Ilmu Nahwu Shorof Metode Jari Semudah Dzikrullah (Cara mudah dan cepat menguasai tata Bahasa Arab).

Menurut hemat kami buku ini sangat bermanfaat karena berisi metode pangajaran Ilmu Nahwu Shorof dengan bahasa yang sederhana, disusun secara sistematis, dan mudah difahami serta mudah diaplikasikan semoga guku ini dapat dipergunakan oleh berbagai kalangan tanpa membedakan faktor apa pun”. Demikian dalam sambutan dukunganya. 

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar