Tekan Persebaran Covid-19

Pemerintah Kabupaten Cilacap Gelar Rapat Tim Kewaspadaan Dini

Pemerintah Kabupaten Cilacap Gelar Rapat Tim Kewaspadaan Dini Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar Rapat Tim Kewaspadaan Dini Daerah Kabupaten Cilacap, Senin (31/5/2021). Acara ini dibuka Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, di Ruang Gadri Pendopo Wijayakusuma, diikuti anggota tim yang terdiri dari Forkopimda dan OPD terkait isu aktual yang dibahas.

Yakni Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, DInas Ketenagakerjaan dan Perindustrian, RSUD Cilacap, dan Kantor Imigrasi Cilacap. Ada lima pokok bahasan yang diulas dalam rapat ini, yaitu kondisi terakhir ABK MV Hiklma Bulker yang tengah dirawat di RSUD Cilacap, himbauan Bupati agar masyarakat tidak bepergian keluar daerah, dan mobilitas masyarakat pada arus mudik dan balik lebaran.

Kemudian keberadaan tenaga kerja asing di Kabupaten Cilacap, serta kegiatan sosial budaya khususnya hajatan yang mulai diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Rapat ini bertujuan membahas permasalahan dan isu aktual yang sedang berkembang di wilayah Cilacap”, kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono.

Terkait kondisi terakhir ABK Hilma Bulker, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi menjelaskan, saat ini tinggal 4 orang yang masih dirawat di RSUD Cilacap. Saat ini pihaknya tengah mengajukan kepada BNPB RI terkait permohonan isolasi terpusat untuk pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian B.1617.2 ini.

“12 orang nakes yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil Laboratorium Mikrobiologi UGM ternyata bukan terpapar varian India B.1617.2 melainkan varian lokal Indonesia”, jelas Pramesti.

Terkait dengan perpindahan masyarakat pasca lebaran, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dian Setyabudi selaku moderator memaparkan, ada kecenderungan lebih tinggi pada arus mudik karena banyak pemudik yang tidak kembali ke perantauan. Hal ini berpotensi meningkatkan pengangguran dan dimungkinkan terjadi tindak kriminalitas yang membuat lingkungan kurang kondusif.

“Himbauan Bupati, agar masyarakat tidak keluar wilayah Kabupaten Cilacap dalam rangka menekan jumlah penyebaran Covid-19 yang bertambah signifikan pasca lebaran”, jelasnya.

Selanjutnya terkait pengawasan orang asing yang masuk ke Indonesia dan WNI yang baru bepergian dari luar negeri, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek pada Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Waris Winardi menjelaskan, mereka wajib isolasi mandiri selama 14 hari meskipun telah melakukan SWAB dengan hasil negatif.

Adapun data TKA di Cilacap, yakni TKA India 2 orang, TKA RRC 279 orang, TKA Thailand 9 orang, TKA Jepang 1 orang, TKA Korea 1 orang, dan TKA Malaysia 2 orang. Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menegaskan, dirinya akan turun langsung dalam pengawasan pengetatan protokol kesehatan. “Saya mau lihat penanganan Covid-19 seperti apa, jangan sampai perekonomian terdampak”, tegasnya.

Sedangkan untuk kegiatan Seni Budaya dan Sosial kemasyarakatan yang melibatkan orang banyak, Bupati menegaskan kegiatan tersebut harus memiliki perizinan secara lengkap sesuai bidang kegiatannya, serta izin dari Satgas Covid-19 sesuai tingkatan wilayahnya. “Saya berkoordinasi dengan Camat untuk mencari masyarakat yang punya gagasan dan inovasi untuk menumbuhkan ekonomi. Punya gagasan apa, mari kita dukung”, tandasnya.(spn/dn)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar