Simulasi dan Verifikasi Pembelajaran Tatap Muka di SMP Negeri 1 Cisaat Kabupaten Sukabumi Tahun 2021

Simulasi dan Verifikasi Pembelajaran Tatap Muka di SMP Negeri 1 Cisaat Kabupaten Sukabumi Tahun 2021 Ahmad spn

SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI - Rabu (2/6), Wartawan Sinarpaginews.com telah berkunjung dan bersilaturahmi untuk menemui Kepala SMP Negeri 1 Cisaat, Iyus Andi, S.Pd., M.M., tapi sayang beliau sedang diluar sekolah, dan akhirnya kami mengunjungi Wakasek Kurikulum, Ratna Muda Ningrum, M.Pd. dan diterima dengan penuh kehangatan dan welcome.

Wartawan SPN menanyakan perihal Persiapan Sekolah Tatap Muka dan Persiapan PPDB TA. 2021, beliau menjawab, bahwa kami telah mengadakan Simulasi Tatap Muka pada tanggal 29 dan 31 Mei 2021 dengan bobot Jam Pelajaran penyampaian materi dibatasi hanya 30 menit. Dalam satu hari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hanya disampaikan 2 sampai dengan 3 materi pelajaran dimulai dari jam 07.30 s/d. 9.00 WIB. Sedangkan perihal PPDB TA. 2021 kami masih menunggu instruksi selanjutnya dari pihak-pihak yang terkait, jadi kami belum bisa memberikan penjelasan secara rinci.

Simulasi tatap muka KBM ini hanya dilaksanakan pada 2 ruang kelas saja yang terdiri masing-masing 16 siswa,” jelas Ratna Muda Ningrum, M.Pd. yang juga merangkap guru pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Ratna melanjutkan pembicaraannya, bahwa kegiatan simulasi tatap muka ini hanya diperuntukkan bagi kelas 7 dan 8 saja, dan kami melihat respon dari siswa yang sangat apresiatif, maklum KBM sistem daring sangat membosankan para siswa, jadi kegiatan simulasi tatap muka ini sangat didambakan oleh seluruh siswa kami.

Bahkan kami telah menerbitkan video Simulasi tatap muka yang dapat diakses di youtube melalui channel Ratna Muda Ningrum atau link internet di : https://www.youtube.com/watch?v=PtCbJAubYFk, dimana isi simulasi tersebut dengan sangat jelas dapat disaksikan kesiapan siswa dari awal keluar rumah sampai pulang dari sekolah. Kegiatan tatap muka di sekolah kami ini juga harus sesuai dengan SKP dan SOP Covid-19.

Dalam sambutan Kepala SMPN 1 Cisaat di video youtube tersebut mengatakan, bahwa pada situasi pandemi Covid-19 saat ini semua aktivitas dibatasi, kita harus menerapkan SOP pencegahan penyebaran Covid-19. Kami menyadari betapa suitnya terutama di bidang pendidikan, pelayanan pendidikan jadi sangat terbatgas. Kami memahami kesulitan orang tua siswa melayani pembalajaran anak didiknya yaitu di rumah baik dengan proses daring maupun nuring.

Oleh karena itu kita patut berbangga karena pemerintah telah mengeluarkan Pergub No. 55 Tahun 2020, berkenaan dengan salah satu pilihan pembelajaran yaitu pembelajaran tatap muka pada masa pandemi covid-19. Implementasi dari Pergub No. 55 tahun 2020 tidaklah mudah untuk dilaksanakan, minimal kita harus memenuhi 3 syarat utama, yang 1) adanya kesiapan dari seluruh personil sekolah; 2) adanya kesiapan dari pihak orang tua siswa secara bertanggungjawab dan dampaknya terhadap pelayanan pendidikan; dan yang ke 3) adanya kesiapan seluruh fasilitas sekolah untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar (KBM),” jelas Kepsek.

Secara garis besarnya isi daripada video simulasi tatap muka pada youtube diatas adalah sebagai berikut berdasarkan urutannya: 1) Persiapan dari rumah; 2) Penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan kelas; 3) Pengecekan suhu tubuh seluruh siswa, guru-guru dan staf; 4) Mencuci tangan; 5) Memakai masker; 6) Pembelajaran dengan menjalankan protokol kesehatan (Prokes); dan 7) Penyemprotan desifektan ulang setelah siswa-siswi pulang sekolah,” katanya.

Ratna Muda Ningrum, M.Pd. yang telah bertugas sejak 2002 lalu menyampaikan kepada seluruh siswa dan seluruh elemen masyarakat, bahwa pada prinsipnya kami menghimbau agar: 1) Menjaga kekompakan dari semua pihak untuk turut andil aktif bekerja sesuai bidangnya masing-masing; 2) Mengedepankan keteladanan dengan cara yang baik, karena kami sebagai pengajar merupakan soko guru yang menjadi panutan bagi siswa-siswi kami, dan yang 3) bahwa peran Guru tidak bisa tergantikan dengan teknologi secanggih apapun, karena peran guru lebih utama dalam menyampaikan ilmu kepada siswa-siswi, terjadi interaksi langsung face to face, terjadi interaksi emosional antara pengajar dan siswa; dan bahkan guru menjadi orang tua kedua di sekolah,” jelasnya dengan semangat. Semoga. *** (Deni Silalahi)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar