Kembali Gelar Vaksinasi Massal, Pemda DIY Libatkan Penyandang Disabilitas

Kembali Gelar Vaksinasi Massal, Pemda DIY Libatkan Penyandang Disabilitas ilustarsi

SINARPAGINEWS.COM,YOGYAKARTA – “Vaksinasi bukanlah akhir dari upaya mencegah meluasnya pandemi. Maka dari itu, budaya 5M harus tetap dilaksanakan. Jangan sampai kerja keras dan upaya mencegah meluasnya pagebluk Covid-19 menjadi kurang bermanfaat, hanya karena kita tidak disiplin atau lengah. Mari, saiyeg saekpraya, mengawal upaya recovery sosial dan ekonomi dengan budaya hidup sehat, kapan dan dimanapun berada,” jelas Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Kamis (17/06) pagi di GOR UNY, Sleman.

Hal tersebut disampaikan Sri Paduka saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada agenda peninjauan vaksinasi Covid-19 massal gelombang pertama yang digelar Pemda DIY bersama Grab dan Good Doctor. Pada agenda vaksinasi yang digelar sejak Senin (14/06) hingga Kamis (17/06) itu, ditargetkan sebanyak 10.000 orang divaksin, dimana 630 diantaranya adalah disabilitas. Selain itu, penyandang disabilitas juga bisa mendapatkan pendampingan dari Difabel Tanggap Bencana (DIFAGANA) dan penerjemah khusus, hingga armada antar jemput khusus penyandang disabilitas ke pusat vaksinasi.

Untuk tema besar yang diangkat adalah Gerakan Sukseskan Program Vaksinasi Nasional Bersama Dinas Kesehatan DIY dan Grab Indonesia. Adapun selain disabilitas, pada gelaran vaksinasi ini juga diikuti oleh pelaku wisata, lansia, ASN, lansia, Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, serta pekerja publik sektor transportasi selaku mitra Grab. Pada agenda peninjauan vaksinasi tersebut, turut hadir Managing Director Good Doctor Indonesia, Danu Wicaksana, Rektor Universitas Yogyakarta, Prof. DR. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, Suistainable Development Director Danone Indonesia, Bapak Karyanto Wibowo, serta Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Yogyakarta yang sekaligus merupakan Ketua Harian Dewan Pertimbangan UNY, GKR Hayu.

Lebih lanjut, Sri Paduka menuturkan bahwa vaksinasi merupakan upaya preventif untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. “Vaksinasi Covid-19 adalah program Pemerintah Pusat, yang penyelenggaraannya didukung oleh Pemerintah Daerah demi percepatan tercapainya tataran herd immunity di negara tercinta ini,” ungkap Sri Paduka. Sri Paduka juga berharap kegiatan vaksinasi massal ini bisa menjadi contoh gerakan kolaboratif yang baik melalui pola kerjasama multi helix lintas sektor. “Saya mendengar bahwa khusus peserta dari penyandang disabilitas mampu melampaui target yang ditentukan panitia. Kami mendorong agar kegiatan vaksinasi masal yang melibatkan kelompok rentan dan penyandang disabilitas dapat dilakukan lagi pada waktu yang dekat,” harap Sri Paduka.

Pusat vaksin di GOR UNY ini juga menggunakan pendekatan yang mengedepankan teknologi untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi penerima vaksin mulai dari proses pra-registrasi, jadwal vaksinasi, pra-skrining serta penerapan pendaftaran melalui layanan GrabHealth yang didukung oleh infrastruktur digital Good Doctor, yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY untuk pelaksanaan vaksinasi yang lebih efisien.

Sementara, sebelum disampaikan sambutan dari Sri Paduka, terlebih dulu Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi mewakili Menteri Kesehatan RI, menyampaikan bahwa sejatinya vaksinasi disabilitas telah dilakukan serentak pada tanggal 2 Juni 2021. “Para penyandang disabilitas menjadi prioritas penerima vaksin karena sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang rentan terpapar dengan virus COVID-19,” jelasnya.

Oscar berharap agar kerjasama dan komitmen yang dilakukan Grab bersama Good Doctor dapat atas komitmen yang berkelanjutan untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional melalui Grab Vaccine Center dengan pendekatan teknologi dan juga ramah bagi penyandang disabilitas dan turut mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Di samping itu, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan jika pandemi Covid-19 mendorong peran kolaboratif dari sektor swasta dalam pendistribusian vaksin. “Kami bangga dapat berkontribusi melalui teknologi dan sumber daya kami untuk mempercepat program vaksinasi di tanah air. Di Yogyakarta, kami bersyukur tidak hanya dapat melindungi para mitra pengemudi lewat pemberian vaksin, tetapi juga dapat turut mempercepat vaksinasi bagi para penyandang disabilitas dan memberikan fasilitas terbaik dalam pusat vaksinasi ini,” jelas Neneng. Ia berharap agar inisiatif yang kami lakukan ini dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk menerima vaksin COVID-19.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Wilayah Sleman, Sukamto, mengutarakan rasa syukurnya karena pemerintah mengikutsertakan penyandang disabilitas sebagai prioritas penerima vaksin. “Dengan program vaksinasi yang inklusif ini, kami berharap teman-teman disabilitas di Yogyakarta semakin terlindung dari paparan Covid-19. Saya mengajak teman-teman disabilitas untuk berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi nasional, tidak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi Covid-19 karena vaksin ini efektif untuk menekan penyebaran virus,” tutup Sukamto. Di akhir agenda, secara simbolis dilakukan penyerahan kartu vaksinasi kepada perwakilan disabilitas yang dilakukan oleh tamu undangan dan dilanjutkan dengan meninjau proses vaksinasi yang berjalan. [spn/vin]

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar