Preman Berbaju Ormas Aniaya dan Intimidasi Wartawan Saat Tengah Melakukan Peliputan

Preman Berbaju Ormas Aniaya dan Intimidasi Wartawan Saat Tengah Melakukan Peliputan Ahmad spn

SINARPAGINEWS.COM,MAJALENGKA, - Sangat di sayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok preman berbaju ormas terhadap awak media Fokus Berita Indonesia dan Metro Jabar pada saat melakukan tugas peliputan di Desa Mekarwangi,  Kecamatan Lemah Sugih, Kabupaten Majalengka, Senin, (28/06/2021).

Sekelompok oknum anggota ormas diduga kuat melakukan kekerasan dan tindakan intervensi terhadap dua wartawan,bahkan salah satu diantara kedua wartawan tersebut dihadiahi  oleh oknum ormas tersebut yang mengaku saudara Kepala Desa Mekarwangi.

Peristiwa intimidasi dan kekerasan itu terekam dalam video berdurasi 4 menit 01 detik. Tampak dengan jelas bagaimana oknum anggota ormas melayangkan pukulan kepada wartawan Fokus Berita Indonesia disaksikan Babinsa TNI AD setempat.

Pimpinan perusahaan Fokus Berita Indonesia, Mujianto saat di hubungi spn membenarkan adanya tindak kekerasan tang dilakukan oknum ormas terhadap wartawannya.

"Ya, itu yang menjadi korban tindak kekerasan adalah wartawan dari fokus berita Indonesia atas nama Soleman," jelasnya 

Pihaknya mengaku masih memantau perkembangan laporan kasusnya di Polres Majalengka.

"Akibat penganiayaan dan pemukulan yang dilakukan beberapa oknum tersebut mengakibatkan wartawan mengalami luka dan shock," terangnya.

Mujianto dan sesama awak media di Majalengka meminta aparat kepolisian dapat bertindak secara profesional dan segera menangkap para pelaku yang melakukan tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap wartawannya.

"Ungkap siapa aktor Intelektual yang mengundang orang-orang tersebut dan siapa yang menyuruh mereka melakukan tindak kekerasan tanpa punya etika, bahkan di hadapan aparat TNI AD yang hanya diam melihat kejadian tersebut.

"Saya minta kasus ini diungkap secara hukum agar ada efek jera bagi oknum Ormas yang suka bersikap arogan sok jagoan dan para preman berkedok Ormas dan LSM," pungkasnya.

"Kami dari redaksi memantau perkembangannya dan akan mengawal kasusnya, karena yang bersangkutan sedang lagi membuat laporan polisi di Polres Majalengka terkait penganiayaan, dan pemukulan yang dilakukan beberapa oknum yang melakukan intimidasi dan intervensi, dan melakukan penganiyaan sehingga mengakibatkan wartawan fokus berita Indonesia mengalami luka" terangnya.

Lanjut Mujianto kami akan menunggu proses hukum yang akan dilakukan oleh polres Majalengka dan meminta polres Majalengka akan membuka tabir pemukulan tersebut siapa dalang oknum aktor Intelektual yang menyuruh, mengundang orang-orang tersebut itu, "bebernya.

.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar