Berkas Belum Lengkap, Kasus Senpi Ilegal milik Anggota Ormas di Bekasi Belum Naik Ke P 19

Berkas Belum Lengkap, Kasus Senpi Ilegal milik Anggota Ormas di Bekasi Belum Naik Ke P 19 Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, BEKASI - Masih ingat dengan kasus dua anggota Ormas di Bekasi yang kedapatan membawa senjata api ( Senpi ) dan senjata tajam ( Sajam ) saat terjaring

razia gabungan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) Darurat di Kali Abang Tengah, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Bekasi Utara , Kota Bekasi pada Selasa ( 6/7/21) silam.

Hingga kekinian, dua anggota ormas yang kedapatan membawa Sajam dan Senpi rakitan dengan tiga buah butir peluru masih di nyatakan belum naik tingkat ke P 19 karena masih dalam proses penyidikan dan pemberkasan.

Dari tangan EM (49) polisi mengamankan barang bukti berupa senjata tajam berjenis belati. Dan, sedangkan BS (40) kedapatan membawa senjata api rakitan dengan tiga butir peluru saat di geledah polisi pada saat terjaring razia gabungan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) Darurat di Kali Abang Tengah.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Hery Purnomo berujar terkait perkembangan kasus yang melibatkan dua anggota ormas masih dalam proses penyidikan dan pemberkasan.

" Ya belum P 19, karena masih proses penyidikan dan pemberkasan," ujar Hery Purnomo kepada wartawan, Sabtu (24/7/21) sore.

Sambung Hery Purnomo tersangka BS sudah memiliki senjata api rakitan selama 6 tahun yang bersangkutan memperoleh senjata api tersebut dari temannya asal Lampung dan kini masih dalam buruan polisi," jelasnya

Awalnya, Petugas Tengah melakukan kegiatan operasi penyelamatan PPKM Darurat di Jl. Kali Abang Tengah saat patroli. Petugas, mendapati beberapa orang berkerumun di sekitar gang Seimbang. Polisi langsung melakukan penggeledahan terhadap orang - orang yang berkerumun tersebut.

Alhasil, petugas mendapati senjata tajam berjenis belati yang di selipkan di pinggang atau di balik baju pelaku. Selain itu, terdapat pula senjata api rakitan berisi tiga peluru aktif.

Saat ini kedua tersangka anggota Ormas yang membawa senjata tajam jenis belati maupun senjata api rakitan sudah di amankan pihak kepolisian beserta barang bukti.

Kedua pelaku terancam dengan undang - undang darurat No 12 /1951 dengan ancaman 10 tahun penjara," tutupnya.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar