Dyah Erti Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Pencegahan Stunting

Dyah Erti Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Pencegahan Stunting Dok

SINARPAGINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, menerima penghargaan dari media The Aceh Post sebagai sosok perempuan inspiratif dan juga tokoh daerah yang berperan dalam pencegahan dan penanganan stunting di Aceh.

Penghargaan tersebut diserahkan pimpinan redaksi media theacehpost.com, Nasir Nurdin, pada malam resepsi The Aceh Post Awards dalam rangka peringatan satu tahun usia media tersebut yang digelar di Hermes Hotel Banda Aceh, Sabtu, (4/9/2021) malam.

Penghargaan juga diberikan media The Aceh Post kepada sejumlah mitra kerjanya, diantaranya adalah kepada Gubernur Aceh dan unsur Forkopimda Aceh. Selain itu, penghargaan diberikan juga kepada tokoh daerah, sosok inspirasi, motivator, dan organisasi yang memberikan dampak besar terhadap masyarakat luas.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh, Marwan Nusuf, mengatakan, meski baru berumur setahun, keberadaan The Aceh Post telah mengisi ruang publik di Aceh. Menurutnya, media tersebut menghadirkan informasi-informasi penting dan bermanfaat, hingga mulai menjadi referensi bagi warga yang membutuhkan informasi yang cepat, dan tepat.

“Media massa memiliki tanggung jawab penting dalam memajukan pembangunan dan kehidupan berdemokrasi, untuk menghubungkan masyarakat dengan pemimpinnya,” kata Marwan.

Marwan mengatakan, Pemerintah Aceh menyadari akan penting untuk memiliki hubungan baik dengan media massa, agar dapat menyampaikan informasi mengenai berbagai arah kebijakan pemerintahan. Fungsi kontrol sosial yang melekat di media, juga menjadi masukan bagi pemerintah dalam melayani masyarakat.

“Pers adalah sahabat bagi kami, dan bagi seluruh masyarakat Aceh. Pemerintah Aceh berkepentingan besar untuk terus menjaga suasana kemerdekaan dan kebebasan pers berlangsung dengan baik,” kata Marwan.

Sementara itu, Pimpinan redaksi The Aceh Post, Nasir Nurdin, mengatakan, konsep media yang ia pimpin tersebut adalah kreatif dan milenial. Di usianya yang sudah setahun, sejak didirikan pada 5 Juni 2020, media tersebut terus menghadirkan berita yang edukatif dan aktual dari berbagai lokasi.

“Kemudian media kami juga menjalankan konsep infografis dan riset publik,” kata Nurdin.

Nasir mengatakan, kreativitas yang dilakukan anak-anak muda di media The Aceh Post, membuat branding media tersebut berdiri sejajar dengan media lainnya di Aceh. Meskipun usianya masih sangat muda.

“Terkait verifikasi dewan pers, kami terus berusaha memenuhi dan menyelesaikan segala persyaratan dokumen administrasi, agar media ini terverifikasi dewan pers dalam waktu dekat,” kata Nasir.(spn/aceh)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar