Pentas Mapag Kabagjan, Ritual Seniman Bantarkawung Hilangkan Corona

Pentas Mapag Kabagjan, Ritual Seniman Bantarkawung Hilangkan Corona Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, BREBES- Sebagai upaya menghilangkan Corona, seniman Kecamatan Bantarkawung Brebes menggelar seni pertunjukan virtual di pendopo kecamatan setempat, Rabu (29/9).

Pertunjukan seni yang mengambil lakon Mapag Kabagjan, dikandung maksud untuk menjemput kebahagiaan setelah hilangnya Corona dari Bumi Indonesia.
Digambarkan dalam pentas, pemuda-pemudi bahkan anak-anak bersuka ria dengan menari dan menyanyi. Ditambah penampilan Si Cepot yang mengocok perut pengunjung dalam bahasa Sunda. Mereka menyakini, Corona akan lenyap dari Bumi karena sudah dilakukan ikhtiar dengan menjaga prokes dan mengikuti vaksin.

Sebagai daerah pegunungan dan berbudaya campuran Jawa Tengah-Jawa Barat, namun Bantarkawung lebih kental dengan budaya Sunda. Sehingga pertunjukanpun ditampilkan dalam bahasa Sunda yang diperankan oleh Cepot. Cepot bercerita tentang kehidupan pahit selama masa pandemi Covid-19 dengan gaya yang kocak. Meski demikian dia tidak patah arang dengan melakukan upaya-upaya menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-harinya.

Pentas diperankan Sanggar Binendrang Desa Jipang, Kec Bantarkawung dan di saksikan secara luring terbatas dan daring lewat Channel You Tube Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH sengaja hadir menyaksikan pentas virtual Mapag Kabagjan untuk menghormati kebudayaan yang ada di Bantarkawung. Karena pentas ini di rekam dan sekaligus akan mendapatkan penilaian dari Badan Penghubung Prov Jateng yang ada di TMII Jawa Tengah.

“Memang sudah selayaknya, kita nguri-uri Budaya Jawa yang adiluhung. Di Jaman yang serba canggih pentas seni bisa kita sebarkan lewat media sosial, sehingga generasi muda akan mengetahui dan menggandrungi seni tradisional,” kata Narjo.

Sekaligus, sebagai bukti bahwa seni bagian dari rasa hayat yang membangun karakter dan moral bangsa. Pentas ini sebuah kesempatan mengasah dan menuangkan minat dan bakat generasi muda dalam berkesenian.

Camat Bantarkawung Slamet Budi Raharjo menjelaskan kalau warganya mayoritas berbahasa Sunda. Termasuk kebudayaannya pun berlatar belakang Sunda, seperti yang dipentaskan pada malam ini kental dengan budaya Sunda. Banyak kesenian yang berkembang di Bantarkawung berlatar belakang Sunda seperti Sisingaan, Tarling, Rampak Sekar, Jaipong, Kuda Lumping dan sebagainya.

“Namun demikian, seni tradisional tersebut sudah mulai tergerus oleh kebudayaan asing. Atas Suport dari Pemkab Brebes dan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, akan menambah semangat mereka dalam berkarya,” tandas Camat Slamet.

Staf bidang Promosi dan Komunikasi Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Wahyono menjelaskan, pentas seni yang biasanya digelar secara langsung di TMII Jakarta, karena pandemi digelar di daerah masing-masing secara virtual.

Selama tahun 2020-2021 Anjungan Jawa Tengah hanya sekali pentas, itupun karena peserta sudah berada di TMII dan tanpa penonton. Selanjutnya digelar secara virtual. Tidak hanya pentas seni saja, gelaran virtual, tapi juga mengenai produk-produk unggulan daerah, dan jajanan atau kuliner di wilayah Jawa Tengah.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Brebes Slamet Harjono mengaku bangga dengan pentas yang ditampilkan oleh seniman Bantarkawung. Dia berharap, akan membangkitkan semangat berkesenian pasca pandemi covid-19.

Untuk itu, dia mengajak warga Bantarkawung untuk menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksin, terutama bagi Lansia. Sehingga posisi PPKM Kabupaten Brebes bisa turun menjadi level II dan I agar pentas-pentas seni bisa digelar secara terbuka, dan perekonomian makin tumbuh menuju kesejahteraan masyarakat.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar