H. Asep Ruslan

Khutbah Jum'at, Orangtua Jangan Berkata Buruk Pada Anaknya

Khutbah Jum'at, Orangtua Jangan Berkata Buruk Pada Anaknya Wry H. Asep Ruslan saat menjadi khotib di Masjid Al Mukhlisin SMP Negeri 51 Kota Bandung (Foto: YARLA)

Anak titipan Allah SWT paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik. Anak ibarat kertas putih yang siap untuk ditulis dan dilukis sesuai keinginan orang tua. Jika orang tua dapat menjaga, merawat dan mendidiknya dengan benar maka anak tersebut akan menjadi penenang jiwa dan penyejuk hati yang akan mengharumkan nama baik orang tua.

SINARPAGINEWS.COM, KOTA BANDUNG - Dalam kesempatan khutbah kali ini, kami sampaikan naskah Khutbah Jum’at bertema: “Orangtua Jangan Berkata Buruk Pada Anaknya” oleh H. Asep Ruslan atau Kang Asep, Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin (PARLA), yang disampaikan pada khutbah Jumat di Masjid Al Mukhlisin SMP Negeri 51 Bandung Jalan Raya Derwati, Kota Bandung, Jumat (8/10/2021).

URAIAN KHUTBAH JUMAT

Bagi orang tua, mendoakan anak adalah hal yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Doa-doa terbaik dipanjatkan untuk kebaikan anak-anaknya. Kebiasaan ini juga selalu dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW untuk anak-anaknya.

Jamaal ‘Abdur Rahman dalam buku Tahapan Mendidik Anak, mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW saja saat hendak bepergian selalu mendoakan anak-anaknya.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam perjalanan, kemurungan dalam penampilan, dan keburukan saat kembali berkenaan dengan harta, keluarga, dan anak-anak.” (HR Muslim).

Nabi Muhammad SAW menginginkan agar harta benda, keluarga, atau anak-anak tidak tertimpa kesedihan berkenaan saat pulang dari perjalanan. Karena itu, Nabi Muhammad SAW berdoa kepada Allah agar tidak ada satupun yang menimpanya.

Anak adalah anugerah terindah untuk orang tua (Foto: YARLA)

Adalah hal yang sangat mengerikan apabila ada orangtua yang telah mengatakan kata-kata yang buruk pada anaknya dan itu merupakan bagian dari doa. Apakah dilarang dalam syariat, jelas itu sangat dilarang dan berdosa.

Dalam sebuah Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Huzaimah dari Jabir bin Abdillah Ra, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

Laa tad uu alaa ‘anfusikum, wa laa tad uu  alaa ‘awlaadikum

Artinya: Janganlah kalian berdo’a yang tidak baik untuk dirimu, dan jangan pula untuk anak-anakmu.

Berapa banyak orangtua yang saking marahnya, emosinya, karena tingkah laku anaknya, ucapannya tidak terkontrol, maka kata-kata buruk keluar. Mengerikan sekali dan ini sangat dilarang oleh agama. Apapun yang terjadi katakan yang baik dan selalu berkata-kata yang baik.

Kisah di Saudi Arabia

Ada sebuah kisah di Saudi Arabia, ini benar-benar terjadi, ini bukan kisah sahabat, juga bukan kisah di zaman tabiin. Tapi kisah ini terjadi di zaman now zaman sekarang ini.

Terjadi pada seorang mahasiswa yang baik kuliah di Universitas Ummul Qura Makkah. Anaknya rajin kuliahnya dan sangat berprestasi dalam akademiknya.

Dalam masa belajarnya menghadapi ujian, anak ini Masya Allah tekun sekali belajarnya, pagi belajar, siang belajar dan malampun belajar. Lalu suatu ketika anak ini ijin kepada ayahnya, karena sudah larut malam untuk membeli sesuatu di luar.

Anak: Pak saya ijin mau keluar?

Bapaknya menjawab: Buat apa jam segini kamu mau keluar?

Anak: Mau membeli beberapa makanan pak.

Apa jawaban Bapaknya: Nggak boleh ini sudah larut malam.

Karena ayahnya tidak memberi ijin, lalu anak ini datang kepada ibunya dan berkata, Bu tolong ke Bapak ijinkan saya mau keluar untuk membeli makanan.

Lalu Ibunya bilang kepada suaminya: Pak tolong ijinkan anaknya untuk keluar membeli beberapa makanan.

Bapaknya merasa tersinggung karena tadi sudah tidak mengijinkan dan sekarang anaknya minta tolong kepada Ibunya agar dirinya bisa mengijinkan.

Ibunya bilang lagi: Pak tolong kasih ijin dong pak, masa dilarang dia kan sudah besar. Dari pagi anak kita belajar, sekarang mau keluar untuk beli beberapa makanan?

Apa jawaban bapaknya: Yah sudah nak, pergilah keluar. Nggak balik juga nggak apa-apa?

Masya Allah….. Kenapa? Kita tidak tahu pas orangtua mengucapkan kalimat itu, pas pintu langit terbuka dan ucapannya dikabulkan oleh Allah SWT. Naudzubillah Min Dzalik.

Selanjutnya apa yang terjadi?

Setelah anaknya itu keluar, satu jam nggak pulang, dua jam nggak pulang, tiga jam nggak pulang… sampai subuh pun anaknya belum pulang.

Begitu di cek…. Allahu akbar, ada kecelakaan di daerah Arafah dan begitu diperiksa di Rumah Sakit, ternyata yang kecelakaan itu anaknya dan sudah meninggal.

Lalu apa yang terjadi? Ayahnya berteriak-teriak dan mengatakan doaku telah membunuhnya...! doaku telah membunuhnya...! doaku telah membunuhnya!

Oleh karena itu, kita selaku orangtua harus hati-hati dalam berkata-kata kepada anak kita, jangan sampai karena marah oleh tingkahlaku anak-anak kita, maka terlontarlah kata-kata buruk kepada anak kita.

Anak titipan Allah SWT paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik. Anak ibarat kertas putih yang siap untuk ditulis dan dilukis sesuai keinginan orang tua. Jika orang tua dapat menjaga, merawat dan mendidiknya dengan benar maka anak tersebut akan menjadi penenang jiwa dan penyejuk hati yang akan mengharumkan nama baik orang tua.

Hati-hati kita berkata-kata kepada anak kita. Jangan sampai masa depan anak kita dihancurkan gara-gara ucapan kita yang salah. Anak-anak kita punya harapan besar. Anak-anak kita punya cita-cita dan keinginan yang tinggi, cita-cita yang luas.

Lalu bagaimana kalau sudah terlanjur diucapkan?

Segera ucapkan dan perbanyak kalimat istighfar… Astaghfirullôhal 'azhîm... Astaghfirullôhal 'azhîm... Astaghfirullôhal 'azhîm.

Astaghfirullôhal 'azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih.

“Saya memohon kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain Dia Yang Hidup dan Berdiri dan saya bertobat kepada-Nya.”

Lalu ganti dengan doa-doa yang baik sebanyak-banyaknya untuk anak kita.

Wallahu 'alam Bissawab !

Editor: Asep Ruslan

Bagikan melalui:

Komentar