Wakil Ketua DPW FBN RI Jabar: Cakupan Bela Negara RI Semakin Luas dan Kompleks

Wakil Ketua  DPW  FBN RI Jabar: Cakupan Bela Negara RI Semakin Luas dan Kompleks Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, BANDUNG - Upaya Bela Negara adalah sebuah keharusan disetiap negara di Dunia, tak terkecuali di Indonesia sebagaimana amanat Konstitusi yang dijelaskan dalam Pasal 27 dan Pasal 30 UUD 1945. Upaya Bela Negara harus dilaksanakan oleh seluruh rakyat Indonesia, diantaranya mulai dari mempertahankan eksistensi Ideologi Pancasila dan butir-butir Penghayatan dan Pengamalan Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, hingga mempertahankan kedaulatan negara yang mencakup kedaulatan wilayah NKRI, kedaulatan Ekonomi, Kedaulatan Sosial Budaya Nasional Indonesia.

Hal ini diulas oleh Wakil Ketua DPW Provinsi Jawa Barat Forum Bela Negara RI dalam sebuah Focus Group Discussion Forum Bela Negara RI menjelang akhir tahun lalu, tepatnya tanggal 29 Desember 2021.

FGD yang diselenggarakan di sebuah tempat di Jalan Ariajipang Bandung tersebut dihadiri oleh Pimpinan Forum Bela Negara RI Jawa Barat, Sekretaris Sarkonah, S.Pd, Santi Murniati, dan Kepala Divisi Riset FBN RI Jawa Barat Anan Sunandar.

Diskusi kecil tersebut merupakan bagian dari penyusunan Program Kerja Forum Bela Negara RI Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat yang digagas oleh Wakil Ketua Drs.H. Darmawan, M.Si.

Pada kesempatan itu, Darmawan mengungkapkan bahwa cakupan Bela Negara di Indonesia saat ini dan kedepannya semakin luas, seiring dengan kemajuan teknologi dan masalah nasional dan internasional yang mencuat selama satu dekade terakhir ini.

Darmawan menilai bahwa perkembangan kemajuan teknologi yang demikian pesat dengan berbagai macam model start up dan Aplikasi-aplikasi Media Sosial, telah menjadi salah satu tantangan sekaligus ancaman yang harus diwaspadai. "Kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak aplikasi-aplikasi media sosial yang sewaktu-waktu berubah menjadi ancaman nyata pemecah belah bangsa, disamping kemungkinan sebagai alat intelejen asing", ungkap Darmawan.

Pada kesempatan yang sama, Darmawan mengutip pandangan Dewan Pakar DPW FBN RI Jawa Barat, bahwa Negara kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Indikasinya antara lain adalah perang opini yang hebat di kalangan Netizen, munculnya paham neo-komunisme, korupsi yang merajalela, serangan Narkoba yang bertubi-tubi, Seks Bebas, Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri yang terlantar, penyelundupan Warga Negara Asing melalui berbagai macam modus PMA, hingga perselisihan di wilayah perairan Natuna yang tak kunjung usai. Indikasi-indikasi itu adalah sebagian kecil dari banyak persoalan yang sedang dihadapi.

Oleh karenanya peran dan fungsi Forum Bela Negara sebagai wadah komunikasi para kader Bela Negara dan seluruh komponen bangsa Indonesia wajib dipahami dan ditingkatkan, disamping FBN RI ini merupakan alat kontrol sosial bagi para penentu kebijakan Negara.

Lebih lanjut dibahas dalam Rencana Program Kerja FBN RI Jawa Barat dibagi kedalam beberapa Kelompok Program, yakni Program Strategis, Program Prioritas, Program Reguler, dan Program Afiliasi dengan Instansi Pemerintah serta Swasta, yang akan diusung oleh Pengurus FBN RI Jawa Barat sesuai Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Forum Bela Negara Republik Indonesia Nomor : 109/KPTS FBN-RI/XII/2021 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum FBN RI Laksamana Muda (Purn) Prof.DR. Setyo Harnowo, FICD, FICCDE, tanggal 4 Desember 2021.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar